Berita  

Bezzecchi Patah Selangka Usai Highside di Q2, Aprilia Pastikan Pebalapnya Absen di Sachsenring

JAKARTA, Exposenews.id – Kabar buruk langsung menyambar kubu Aprilia Racing di tengah gelaran MotoGP Jerman 2026. Bukan kabar kemenangan, melainkan kabar duka yang memaksa mereka kehilangan salah satu andalan utamanya. Marco Bezzecchi, pebalap yang musim ini sempat moncer di awal, harus mengakhiri pekan balapnya di Sachsenring dengan cara paling pahit. Insiden kecelakaan mengerikan terjadi pada sesi kualifikasi kedua (Q2), Sabtu, dan dampaknya sangat fatal bagi langkah Bez di paruh musim ini.

Tikungan 7 Jadi Saksi: Highside Brutal Lempar Bezzecchi ke Kerikil

Kejadian nahas itu berlangsung cepat di awal sesi Q2. Saat itu, Bez tengah memacu motor Aprilia RS-GP-nya dengan keras untuk mencatatkan waktu putaran terbaik dan meraih posisi start yang ideal. Namun, ambisinya harus pupus seketika. Saat melintasi Tikungan 7 yang terkenal menantang, tiba-tiba roda belakang motor kehilangan traksi. Musibah besar pun tak terhindarkan. Ketika ban belakang tiba-tiba mendapatkan kembali cengkeraman grip secara brutal, efek highside langsung melontarkan tubuh Bezzecchi melewati setang. Ia terlempar keras bagai bola dan menghantam area pembatas kerikil (gravel bed) dengan sangat menyakitkan.

Meskipun terlihat begitu mengerikan, Bez masih memiliki kekuatan untuk bangkit. Setelah terjatuh, ia sempat berjalan sendiri meninggalkan lokasi kejadian. Namun, sorot mata dan raut wajahnya jelas menunjukkan kesakitan. Ia berjalan terpincang-pincang sambil terus memegangi lengan kirinya yang diduga cedera parah. Langkahnya tertahan, menandakan ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuhnya. Ia pun langsung menuju paddock untuk mendapat pertolongan lebih lanjut. Tim medis yang sigap langsung bertindak cepat. Mereka mengevakuasi Bez menggunakan ambulans untuk dibawa ke pusat medis sirkuit guna menjalani pemeriksaan intensif. Hasil rontgen yang keluar kemudian menjadi pukulan telak bagi tim dan penggemar. Dokter menemukan bahwa Bez mengalami patah tulang selangka kiri yang cukup parah dan membutuhkan penanganan darurat.

Hasil Rontgen Mengejutkan: Tulang Selangka Kiri Patah dan Bergeser

Pihak Aprilia Racing tidak membuang waktu dan segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk memberi kepastian kepada publik. Mereka menjelaskan secara gamblang kondisi medis sang pebalap. “Setelah kecelakaan itu, Marco Bezzecchi kami bawa ke pusat medis sirkuit. Di bawah pengawasan ketat Direktur Medis MotoGP, Dr. Angel Charte, ia menjalani pemeriksaan sinar-X. Hasilnya sangat jelas dan mengkhawatirkan, yaitu patah tulang selangka kiri yang sepenuhnya dan mengalami pergeseran,” ungkap Aprilia dalam rilis resminya. Kondisi ini dipastikan tidak bisa disepelekan, sehingga jalan terbaik adalah melakukan tindakan medis lanjutan secepatnya.

Pabrikan asal Noale tersebut dengan tegas menyatakan bahwa Bez harus segera diterbangkan ke kampung halamannya di Italia. Tujuannya jelas, yaitu naik meja operasi untuk mempercepat proses pemulihan. “Jenis fraktur yang dialami Marco ini memerlukan intervensi bedah untuk hasil pemulihan yang optimal. Rencananya, operasi akan dilakukan oleh Dr. Giuseppe Porcellini di Italia. Marco Bezzecchi berencana untuk kembali ke Italia sesegera mungkin. Kami akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangannya,” tulis Aprilia dalam pernyataan yang melegakan namun tetap mencemaskan bagi para penggemar.

Bukan Kali Pertama: Deretan Hasil Buruk yang Mengancam Puncak Klasemen

Absennya Bezzecchi tentu menjadi kerugian besar bagi tim berlogo RS ini. Padahal, jika melihat hasil kualifikasi sebelum kecelakaan, ia sebenarnya memiliki peluang cukup baik. Bez dijadwalkan memulai balapan dari posisi kedelapan, tepat di depan rekan setimnya yang juga merupakan rival sengitnya, Jorge Martin. Kehilangan posisi start yang lumayan kompetitif ini tentu sangat disayangkan dan memaksa tim untuk mengatur ulang strategi balapan mereka.

Kecelakaan di Sachsenring ini bukan yang pertama bagi Bezzecchi. Ini menjadi mimpi buruk kedua yang ia alami secara beruntun. Sebelumnya, ia juga mencium aspal pada MotoGP Belanda di Sirkuit Assen. Dengan keputusan mundur dari sisa rangkaian MotoGP Jerman, murid sekaligus anak didik Valentino Rossi ini mencatatkan rekor buruk. Ia kini menelan empat balapan utama berturut-turut tanpa tambahan poin. Ini sekaligus menjadi kegagalan finis keduanya dalam tiga seri balap terakhir. Sungguh perjalanan yang sangat kontras dengan awal musimnya.

Padahal, kita semua masih ingat betul bagaimana performa Bezzecchi di awal musim sangat dominan dan menggila. Ia sukses menyapu bersih kemenangan di tiga seri pembuka. Bahkan, ia berhasil mengamankan podium tertinggi keempatnya di GP Italia, sebuah pencapaian yang membuat semua orang terkesima. Namun, setelah kilauan itu, penampilannya justru terjun bebas bak roller coaster tanpa rem.

Tren negatif mulai terlihat saat ia terlibat insiden tabrakan massal di Tikungan 1 yang dipicu oleh Martin di GP Hungaria. Berlanjut dengan kecelakaan di Sprint Race GP Brno yang malah berujung sanksi larangan balap di balapan utama lantaran menabrak seorang marshal. Puncaknya, ia kembali terjatuh di Assen dan kini di Jerman. Rentetan hasil buruk ini membuatnya kehilangan takhta puncak klasemen dan kini tertinggal tujuh poin dari Jorge Martin.

Celah bagi Rival: Martin, Di Giannantonio, dan Marquez Siap Mengudeta

Meskipun Martin diprediksi harus berjuang ekstra keras untuk menang di Jerman, absensi Bezzecchi justru membuka celah lebar bagi pebalap lain. Nama-nama seperti Fabio Di Giannantonio dan Marc Marquez tentu mengincar posisinya di klasemen. Mereka bisa mengudeta dan mengambil alih momentum yang sedang terpuruk ini. Kini, Bezzecchi sedang dalam perlombaan yang sangat ketat dengan waktu. Ia memiliki jeda libur musim panas selama tiga minggu untuk menjalani operasi dan memulihkan kondisi fisiknya. Targetnya jelas, yaitu bisa kembali mengaspal di MotoGP Inggris pada awal Agustus mendatang. Apakah ia akan mampu bangkit? Kita tunggu saja aksi berikutnya.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com