Berita  

Cetak Gol ke-20 di Piala Dunia, Mbappe Kini Sejajar dengan Messi

Exposenews.id – Pesta sepak bola dunia kembali menyajikan drama epik! Kylian Mbappe muncul sebagai aktor utama yang memukau saat timnas Prancis berhadapan dengan kejutan turnamen, Maroko, di babak perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung sengit. Laga yang digelar di Stadion Boston, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB itu, akhirnya dimenangkan oleh Les Bleus dengan skor meyakinkan 2-0.

Dua gol yang tercipta di babak kedua secara efektif memastikan tiket Prancis ke babak semifinal, sekaligus mengukuhkan status Mbappe sebagai pahlawan kemenangan yang tak terbantahkan. Kiprah gemilang Mbappe di laga ini bukan hanya mengamankan kemenangan bagi timnya, tetapi juga menorehkan sejarah baru yang sejajar dengan legenda hidup Lionel Messi.

Gol Penentu dan Kemenangan Krusial Les Bleus

Pertandingan yang menegangkan itu akhirnya pecah kebuntuan pada menit ke-60, ketika akselerasi dahsyat Mbappe mampu menembus pertahanan rapat Maroko dan melesakkan gol pembuka yang membuat suporter Prancis bersorak. Tidak butuh waktu lama bagi skuad asuhan Didier Deschamps untuk menggandakan keunggulan, enam menit berselang tepatnya di menit ke-66, giliran Ousmane Dembele yang mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan terukur dari Mbappe.

Dua gol dalam kurun waktu enam menit itu seakan menjadi pukulan telak yang melumpuhkan perlawanan Singa Atlas, sekaligus menjadi penegas bahwa Prancis pantas melangkah lebih jauh. Kemenangan 2-0 ini tentu menjadi hasil yang manis sekaligus pembuktian bahwa sang juara bertahan masih menjadi kandidat terkuat juara dunia.

Menyamai Megabintang Messi dalam Sejarah Piala Dunia

Gol yang dicetak oleh Mbappe pada laga krusial tersebut ternyata memiliki bobot sejarah yang sangat monumental, karena torehan itu secara resmi menyamai rekor pencapaian Lionel Messi. Dengan tambahan satu gol non-penalti tersebut, kini Mbappe telah mengoleksi 17 gol non-penalti sepanjang kariernya di pentas Piala Dunia. Jika dihitung secara total, termasuk gol dari titik putih, pemain berusia 28 tahun itu sudah mencatatkan 20 gol dalam jumlah penampilan yang sama di turnamen empat tahunan ini.

Jumlah 20 gol ini secara otomatis menempatkan Mbappe sebagai pemain kedua sepanjang sejarah yang berhasil mencapai angka ajaib tersebut, menyusul jejak langkah sang megabintang Argentina, Lionel Messi. Pencapaian ini bukanlah hal kecil, mengingat hanya sedikit pemain sepanjang masa yang bisa konsisten gemilang di panggung terbesar sepak bola dunia seperti dirinya.

Segudang Rekor Mewah dan Predikat Man of The Match

Rekor spektakuler Mbappe ternyata tidak berhenti sampai di situ, karena berbagai data statistik juga mengungkapkan fakta-fakta mencengangkan lainnya. Menurut catatan akurat dari Opta Joe melalui platform X, Mbappe berhasil mencatatkan 11 keterlibatan gol di masing-masing dua edisi Piala Dunia terakhir yang diikutinya. Sebuah pencapaian yang begitu istimewa, karena ia menjadi satu-satunya pemain yang tercatat sejak tahun 1966 yang berhasil mencapai catatan impresif ini di dua turnamen yang berbeda secara beruntun.

Pada edisi 2022 lalu, ia menorehkan delapan gol dan dua assist, sementara hingga babak perempat final 2026 ini, ia sudah mengemas delapan gol dan tiga assist yang fantastis. Jumlah kontribusi gol yang luar biasa ini bahkan menjadi yang terbanyak yang pernah dilakukan seorang pemain dalam satu edisi turnamen sejak legenda Jerman, Gerd Müller, pada tahun 1970 silam yang kala itu mencatat 10 gol dan 3 assist.

Lebih jauh lagi, performa apik Mbappe ini juga membawanya pada rekor individu yang sangat membanggakan bersama tim nasional Prancis. Pemain bintang Real Madrid tersebut berhasil menjadi pemain pertama dalam sejarah Les Bleus yang terlibat dalam 100 gol untuk timnas, dengan rincian 64 gol yang ia ciptakan sendiri dan 36 assist yang ia berikan kepada rekan-rekannya. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya peran Mbappe dalam skema serangan Prancis, di mana ia bukan hanya seorang finisher handal, tetapi juga seorang kreator peluang yang brilian.

Selain itu, ia juga mengukir sejarah sebagai pemain termuda dalam kompetisi Piala Dunia yang berhasil mencapai 20 penampilan, pada usia yang masih sangat muda yaitu 27 tahun 201 hari. Catatan ini secara resmi menggeser posisi Wladislaw Zmuda dari Polandia yang sebelumnya memegang rekor tersebut, menandakan era baru dominasi pemain muda di ajang sebesar Piala Dunia.

Penampilan cemerlang yang ditunjukkan oleh Mbappe di laga kontra Maroko ternyata tidak hanya diakui melalui angka-angka statistik semata, karena ia juga terpilih secara resmi sebagai Man of The Match. Penghargaan ini tentu diberikan atas kontribusi besarnya yang nyata di lapangan, di mana ia mampu menyumbangkan satu gol dan satu assist yang menjadi penentu kemenangan timnya. Assist yang ia berikan kepada Dembele adalah bukti bahwa ia memiliki visi bermain yang luar biasa, tidak hanya egois mencetak gol untuk dirinya sendiri.

Meskipun di babak pertama ia sempat gagal mengeksekusi tendangan penalti yang seharusnya bisa menambah pundi-pundi golnya, hal itu sama sekali tidak mempengaruhi konsentrasi dan determinasinya untuk terus tampil menekan pertahanan Maroko. Kegagalan tersebut justru menjadi pemantik semangat baginya untuk membuktikan diri melalui permainan terbuka yang lebih impresif.

Berdasarkan catatan akurat dari aplikasi statistik terkemuka, Fotmob, tingkat efektivitas permainan Mbappe terlihat dari akurasi operannya yang mencapai angka 84 persen yang tergolong sangat tinggi. Angka ini dihasilkan dari 26 umpan sukses yang ia kirimkan dari total 31 percobaan yang ia lakukan sepanjang pertandingan berlangsung, menunjukkan kemampuannya dalam menjaga penguasaan bola. Selain akurasi operan, ia juga tercatat mencatatkan 44 sentuhan bola selama berada di lapangan hijau, yang menunjukkan intensitas permainannya yang tinggi.

Yang lebih mengesankan, sebanyak delapan dari total sentuhannya tersebut tercipta di dalam area terlarang pertahanan Maroko, menandakan bahwa ia selalu menjadi ancaman serius bagi barisan belakang lawan. Dalam duel perebutan bola, ia juga terbukti tangguh dengan memenangkan tiga dari lima duel yang ia jalani, dengan persentase keberhasilan mencapai 60 persen yang solid.

Kemenangan atas Maroko ini menjadi bukti nyata bahwa Prancis memiliki skuad yang matang dan sangat sulit dikalahkan, dengan Mbappe sebagai ujung tombak yang paling tajam. Ia tidak hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga motor serangan yang menggerakkan rekan-rekannya untuk terus menekan pertahanan lawan. Kombinasi kecepatan, skill, dan ketajamannya di depan gawang membuat para bek lawan selalu ketar-ketir dan kesulitan menghentikan lajunya.

Performa ini tentu menjadi sinyal kuat bagi calon lawan di babak semifinal, bahwa mereka harus menyiapkan strategi khusus untuk meredam aksi pemain bernomor punggung 10 ini. Jika ia terus mempertahankan performa terbaiknya, bukan tidak mungkin rekor-rekor baru lainnya akan kembali ia pecahkan di sisa turnamen ini.

Kiprah gemilang Mbappe di Piala Dunia 2026 seakan menjadi jawaban atas segala keraguan yang sempat menyelimuti namanya, dan ia membuktikan bahwa ia layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik di dunia saat ini. Menyamai rekor Messi adalah sebuah prestasi yang luar biasa, tetapi ia tidak berhenti di situ, karena target utamanya pasti adalah membawa Prancis meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya secara beruntun. Dengan dukungan penuh dari rekan-rekan setimnya dan strategi jitu dari sang pelatih, peluang itu sangat terbuka lebar.

Dunia sepak bola kini menantikan aksi-aksi selanjutnya dari Kylian Mbappe, apakah ia mampu membawa Prancis melangkah lebih jauh dan menorehkan lebih banyak lagi sejarah. Yang pasti, perjalanan Prancis di Piala Dunia kali ini akan selalu diingat sebagai salah satu momen terbaik dalam karier gemilang sang megabintang.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com