Exposenews.id – Kabar mengejutkan datang dari Italia! Raksasa Serie A, AC Milan, dikabarkan serius membidik gelandang Manchester United, Mason Mount, dalam bursa transfer kali ini. Spekulasi ini semakin memanas seiring dengan langkah agresif Rossoneri yang tengah giat merombak skuad mereka untuk musim depan.
Isu perpindahan ini pun langsung menjadi buah bibir hangat di kalangan pecinta sepak bola Eropa. Apalagi, AC Milan saat ini tengah dalam masa transisi yang cukup signifikan di bawah arahan pelatih anyar mereka. Mereka benar-benar berambisi untuk membangun kembali kekuatan tim agar bisa bersaing di level tertinggi, baik di domestik maupun Eropa.
Menurut laporan yang dirilis oleh TeamTalk, minat AC Milan terhadap Mount tidak terlepas dari sosok pelatih kepala mereka yang baru. Ya, mantan arsitek Manchester United, Ruben Amorim, kini resmi memegang kendali di tim elite Serie A tersebut. Kedatangan Amorim ke San Siro pun langsung membawa angin segar dan filosofi permainan baru yang siap diimplementasikan.
Amorim sendiri dikabarkan telah menetapkan Mason Mount sebagai target utama dalam daftar buruannya. Ia sangat menginginkan sebuah reuni spektakuler dengan pemain asal Inggris itu, mengingat keduanya sempat bekerja sama di Old Trafford. Ia pun yakin bahwa Mount adalah sosok yang tepat untuk menjadi penggerak utama lini tengah AC Milan musim depan.
Bahkan, layaknya agresivitas klub-klub top Eropa seperti Barcelona dalam berburu pemain bintang, manajemen Rossoneri siap memberikan dukungan penuh kepada sang pelatih di pasar pemain. Mereka pun tak main-main dalam memuluskan keinginan Amorim, apalagi setelah sukses mengamankan striker Goncalo Ramos. Dengan demikian, pembelian Mount pun dianggap sebagai langkah selanjutnya yang logis dalam proyek besar AC Milan.
Kubu Pemain Bantah Keras Isu Transfer
Meski spekulasi di media Italia beredar sangat luas dan cepat, fakta di lapangan justru berkata lain. Hingga saat ini, belum ada kontak resmi yang terjalin antara pihak AC Milan dengan perwakilan pemain berusia 27 tahun itu. Semua rumor yang beredar pun masih sebatas wacana dan belum mengarah pada negosiasi nyata.
Sumber terdekat dari pemain pun merasa terkejut dengan klaim yang menyebutkan bahwa Mason Mount telah ditawarkan ke klub lain. Mereka menegaskan bahwa sang pemain masih fokus dengan persiapan pribadinya dan sama sekali belum memikirkan masa depan di luar Manchester United. Kabar ini pun langsung diredam oleh lingkungan internal pemain agar tidak menimbulkan spekulasi liar.
Saat ini, mantan pemain Chelsea itu sedang sibuk menjalani latihan fisik intensif di Spanyol bersama pelatih pribadinya. Ia benar-benar mempersiapkan diri dengan sangat serius agar siap memulai pramusim dalam kondisi prima di Carrington. Dedikasi Mount pun patut diacungi jempol, karena ia tak ingin melewatkan satu pun momen penting bersama tim utama.
Padatnya jadwal Setan Merah pada musim 2026-2027 juga menjadi alasan kuat mengapa Mount sangat menjaga kebugarannya. Mereka harus bertarung di empat ajang sekaligus, yang tentunya membutuhkan semua pemain dalam performa terbaik. Dengan intensitas pertandingan yang luar biasa tinggi, peran Mount pun dinilai akan sangat krusial.
Di bawah asuhan Michael Carrick, sang pemain diproyeksikan sebagai salah satu sosok senior yang krusial di ruang ganti. Pengalaman dan kualitasnya di level tertinggi menjadi aset berharga bagi skuad muda Manchester United. Carrick sendiri telah memberikan jaminan jelas terkait peran pemainnya tersebut dalam skuad.
“Saya sangat menyukai Mason, dan dia adalah pemain penting bagi tim dan klub ini,” katanya pada bulan Januari lalu, seperti dikutip dari Manchester Evening News. Pernyataan tegas ini pun menjadi bukti bahwa Mount masih memiliki masa depan cerah di Old Trafford.
Opsi Peminjaman dan Harapan Reuni Amorim
Di sisi lain, media MilanPress justru melaporkan narasi yang sangat berbeda dan kontroversial. Laporan tersebut mengklaim bahwa Mason Mount merasa ‘tidak pada tempatnya’ dalam sistem permainan yang diterapkan oleh Carrick. Hal ini pun menjadi pemicu utama mengapa Amorim secara langsung memberikan ‘lampu hijau’ kepada manajemen AC Milan untuk merampungkan negosiasi.
Amorim sendiri ternyata memiliki ingatan positif yang kuat terkait Mason Mount. Kenangan itu terutama tertanam setelah ia mencetak gol indah ke gawang Wolverhampton Wanderers. Kala itu, pelatih asal Portugal itu memuji Mount karena mampu “bertahan dan menyerang” dengan sangat baik, sebuah kualitas langka yang ia cari dalam diri seorang gelandang.
Meskipun Manchester United terbuka terhadap tawaran yang diprediksi bernilai sekitar 25 juta euro, ada satu hambatan besar yang harus diatasi. Besaran gaji Mount yang mencapai 250.000 poundsterling per pekan bisa menjadi sandungan utama bagi AC Milan. Angka fantastis ini tentu akan memberatkan struktur keuangan klub Italia tersebut.
Opsi peminjaman pun dinilai sebagai skenario yang paling masuk akal dan realistis untuk saat ini. Dengan status pinjaman, AC Milan bisa mendapatkan servis Mount tanpa harus mengeluarkan biaya transfer yang terlalu besar. Apalagi, ada ketertarikan juga dari klub domestik Inggris seperti Coventry City dan Hull City yang siap menampungnya.
Masa depan Mason Mount pun kini berada di ujung tanduk, dengan berbagai spekulasi yang terus bermunculan. Akankah ia benar-benar hengkang ke Italia untuk reuni dengan Amorim? Atau justru tetap bertahan dan membuktikan diri sebagai pilar utama Manchester United? Yang jelas, perburuan Mount oleh AC Milan menjadi salah satu saga transfer paling menarik untuk dinantikan!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
