KENDAL, Exposenews.id – Seekor sapi milik warga Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, secara resmi terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Proses seleksinya super ketat dan akhirnya jatuh pada si “raksasa jinak” ini.
Lantas, sapi apakah yang berhasil menyita perhatian sang presiden? Sapi bernama Gemoy itu memiliki bobot yang sungguh luar biasa, mencapai 1,1 ton! Bayangkan, sebesar apa badannya? Tidak hanya bobotnya yang fantastis, Presiden Prabowo pun rela merogoh kocek Rp122 juta untuk membawa pulang sapi istimewa ini.
Nur Khozin (31), pemilik sapi, dengan bangga menceritakan kisah di balik pertumbuhan Gemoy. Dia memelihara Gemoy sejak masih kecil, dan kini sapi kesayangannya itu sudah menginjak usia empat tahun. Dari sekian banyak sapi yang dia miliki, Gemoy benar-benar tampil beda. Mengapa demikian? Karena pertumbuhan tubuh Gemoy jauh lebih cepat dibandingkan dengan sapi-sapi lainnya.
“Presiden Prabowo sendiri yang membeli Gemoy dengan harga Rp122 juta,” ujar Nur Khozin kepada awak media pada Rabu (13/5/2026). Dia tak bisa menyembunyikan rasa bangga dan haru atas pencapaian luar biasa ini.
Coba bayangkan, biasanya sapi peliharaan Nur Khozin hanya berbobot sekitar 400 hingga 600 kilogram. Namun, sejak menginjak usia dua tahun, Gemoy menunjukkan perkembangan yang sangat berbeda. “Gemoy ini sejak usia dua tahun perkembangannya sangat cepat. Badannya bertambah besar secara signifikan, dan bobotnya pun ikut melonjak drastis,” jelasnya sambil tersenyum.
RAHASIA PERAWATAN SUPER INTENSIF: MANDI DUA KALI SEHARI!
Penasaran apa rahasia di balik kegemukan dan kesehatan Gemoy? Karena perkembangan Gemoy yang sangat istimewa, pemiliknya memberikan perawatan yang tidak biasa. Sementara sapi lain hanya dimandikan dua hingga tiga kali dalam seminggu, Gemoy dirawat dengan jadwal yang jauh lebih intensif. Setiap hari, pagi dan sore, Gemoy harus menjalani ritual mandi dua kali!
Bukan hanya mandi, pola makan Gemoy pun dijaga dengan sangat ketat. Nur Khozin mengaku memilih sendiri rumput pakan terbaik untuk sapi kesayangannya. “Saya sendiri yang mencari rumput terbaik. Selain itu, saya juga memberikan vitamin dan ramuan rempah-rempah pilihan,” ungkapnya. Dia melakukan semua ini agar Gemoy tetap sehat, terhindar dari penyakit, dan bobotnya terus terjaga dengan optimal.
LOLOS SELEKSI KETAT, TIM KHUSUS LANGSUNG TURUN LAPANGAN!
Tentu saja, tidak sembarang sapi bisa menjadi kurban presiden. Lalu, bagaimana prosesnya sehingga Gemoy akhirnya terpilih? Nur Khozin mengaku sangat bangga setelah sapi miliknya berhasil melewati proses seleksi yang sangat ketat. Dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, tim khusus datang langsung ke kandangnya untuk melakukan survei.
“Setelah melalui serangkaian pengecekan dan seleksi, akhirnya Gemoy terpilih untuk dibeli sebagai hewan kurban presiden,” ujar Nur Khozin dengan mata berbinar. Dia tidak menyangka sapi peliharaannya bisa membawa nama harum desanya hingga ke istana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Ragajati, memberikan penjelasan lebih rinci. Menurutnya, pemilihan sapi kurban presiden tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Ada sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi, semuanya sudah diatur sesuai ketentuan dari Sekretariat Presiden.
“Pertama, bobot minimal harus satu ton. Kedua, sapi harus dalam kondisi sehat dan memenuhi semua syarat sebagai hewan kurban. Ketiga, kami diutamakan untuk memilih sapi lokal asli Kabupaten Kendal,” jelas Pandu dengan tegas. Dia menambahkan bahwa pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk mencari sapi-sapi potensial di seluruh wilayah Kendal. Tim inilah yang bertugas menjaring kandidat terbaik untuk diusulkan ke Sekretariat Presiden sebagai sapi bantuan kemasyarakatan (banmas) presiden.
“Kami dari dinas memiliki tim yang sengaja ditugasi untuk mencari potensi sapi-sapi besar. Mereka keliling ke berbagai peternakan untuk mengidentifikasi sapi-sapi unggulan. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya sapi milik Pak Nur Khozin ini yang lolos dan dinyatakan memenuhi semua kriteria,” pungkas Pandu mengakhiri penjelasannya.
Hebatnya, semua proses penyeleksian ini dilakukan secara transparan dan profesional. Dan hasilnya, sapi Gemoy yang dirawat dengan penuh kasih sayang dan perhatian ekstra kini resmi menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto. Satu lagi bukti bahwa peternak lokal Indonesia mampu menghasilkan sapi kualitas istimewa yang diakui hingga tingkat nasional!
Jadi, tunggu apa lagi? Cerita inspiratif dari Kendal ini membuktikan bahwa dengan perawatan intensif, ketekunan, dan cinta, seekor sapi biasa bisa tumbuh menjadi luar biasa. Selamat untuk Nur Khozin dan tentu saja untuk Gemoy, sapi bertubuh raksasa yang kini namanya harum di seluruh penjuru negeri!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
