Berita  

Pep Guardiola Akui Sudah Lama Kehilangan Kepercayaan Pada VAR

Exposenews.id – Wasit dan VAR lagi-lagi bikin ulah! Segudang keputusan kontroversial yang terus bermunculan membuat arsitek Manchester City, Pep Guardiola, dengan blak-blakan mengaku sudah muak dan tidak lagi memercayai teknologi yang katanya “penyelamat sepak bola” itu.

Belakangan ini, kontroversi seputar keputusan wasit dan VAR benar-benar jadi santapan hangat para pecinta sepak bola. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah keputusan krusial yang diambil wasit Chris Kavanagh dalam laga panas West Ham United melawan Arsenal. Dalam pertandingan tersebut, Kavanagh dengan tegas menganulir gol Callum Wilson yang tercipta pada menit ke-95. Alasannya? Sebelum bola masuk, sudah terjadi pelanggaran terlebih dahulu terhadap kiper Arsenal, David Raya.

Keputusan kontroversial ini jelas membawa dampak yang sangat signifikan bagi kedua kubu. Di satu sisi, Arsenal berhasil mengamankan tiga poin penting dan menjaga asa mereka untuk terus bersaing memperebutkan gelar juara Liga Inggris. Namun di sisi lain, West Ham justru semakin terpuruk dan mendekati jurang degradasi karena gagal mencuri poin. Tak hanya itu, keputusan Chris Kavanagh tersebut juga seperti membunyikan alarm bahaya bagi kubu Manchester City. Mengapa? Karena jarak poin mereka dengan Arsenal kini kembali melebar menjadi 5 poin. Situasi ini jelas bikin para pendukung City ikut bergidik.

Dengan kondisi klasemen yang semakin ketat, laga hidup-mati Manchester City melawan Crystal Palace di Stadion Etihad, Kamis (14/5/2026) pukul 02.00 WIB, wajib dimenangi oleh The Citizens jika mereka masih ingin menjaga peluang juara. Kegagalan meraih poin penuh bisa menjadi pukulan telak bagi ambisi Guardiola musim ini.

“Saya Lebih Pilih Fokus ke Permainan!”

Daripada terus tenggelam dalam kekecewaan terhadap perangkat pertandingan, Pep Guardiola lebih memilih untuk mengalihkan fokus skuad asuhannya kepada laga kontra Crystal Palace. Menurutnya, membuang-buang energi untuk mempersoalkan keputusan wasit hanya akan membawa petaka.

“Saya selalu belajar bahwa ketika kalian kehilangan fokus, kalian sedang berada dalam situasi yang sangat berbahaya,” ujar Guardiola dengan nada tegas saat dikutip dari Sky Sports.

Lebih lanjut, pelatih asal Spanyol itu menambahkan bahwa hanya skuad Manchester City sendiri yang mampu menentukan apa yang harus mereka lakukan. “Kami harus melakukannya dengan lebih baik. Semuanya sepenuhnya berada dalam kendali kami, bukan di tangan orang lain,” tegasnya.

“Saya Sudah Tidak Percaya VAR Sejak Lama!”

Dalam wawancara yang cukup emosional tersebut, Guardiola dengan jujur mengaku bahwa rasa percayanya terhadap wasit dan VAR sudah benar-benar ludes. Baginya, terlalu sering dikecewakan oleh keputusan-keputusan aneh yang merugikan timnya. Oleh karena itu, fokus terhadap permainan sendiri jauh lebih penting ketimbang terus memikirkan bagaimana wasit akan memimpin laga.

Guardiola pun mengungkit memori pahit masa lalu. “Kami kalah di dua final Piala FA karena wasit tidak menjalankan tugas mereka sebagaimana mestinya. Bahkan dengan bantuan VAR pun, hasilnya tetap sama. Ketika ini terus terjadi, itu pertanda bahwa kami harus berbuat lebih baik, bukannya menyalahkan wasit,” kenangnya dengan nada frustrasi.

Puncaknya, Guardiola melontarkan pernyataan mengejutkan: “Saya tidak pernah memercayai apapun tentang VAR sejak hari pertama saya datang ke sini bertahun-tahun lalu. Kalian harus melakukannya dengan lebih baik! Jika kalian ingin berada di posisi itu, lakukanlah dengan lebih baik, karena kalian harus menyalahkan diri sendiri.”

“VAR Itu Sama Saja Seperti Lempar Koin!”

Bagi Guardiola, VAR saat ini tidak lebih dari sekadar permainan untung-untungan. Bahkan, ia dengan sinis menyamakan teknologi tersebut seperti melempar koin ke udara—hasilnya tidak pernah bisa ditebak, dan semuanya tergantung pada keberuntungan semata.

“VAR itu seperti melempar koin. Kalian harus melakukannya dengan lebih baik. Saat ini, yang terpenting adalah Crystal Palace, fokus, fokus, dan fokus lagi,” tegas mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut.

Dengan nada yang semakin meninggi, Guardiola menegaskan bahwa nasib sebuah tim pada akhirnya akan ditentukan oleh usaha mereka sendiri di atas lapangan, bukan oleh belas kasihan wasit atau teknologi. Baginya, bermain sebaik mungkin dan memaksimalkan setiap peluang adalah kunci utama, jauh lebih membantu daripada berharap mendapat pertolongan dari keputusan wasit yang sering kali acak-acakan.

“Saya selalu mengatakan kepada para pemain saya, sejak saya masih di Barcelona, lalu di Bayern Munich, dan sekarang di sini: ‘Kalian harus melakukannya dengan lebih baik. Jangan pernah bergantung pada orang lain’,” tutup Guardiola dengan penuh keyakinan.

Namun, ia juga menyisipkan satu kritik tajam sebagai penutup: “Yang satunya lagi adalah tugas pernyataan dan lembaga yang mengatur kompetisi tersebut. Mereka yang harus bertanggung jawab.”

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com