Berita  

Tolak Isu Lelah, Florentino Perez Malah Ancam Batalkan Langganan Media yang Memusuhinya

Exposenews.id – Presiden Real Madrid, Florentino Perez, baru saja membuat seluruh jagat sepak bola Spanyol terperangah. Bagaimana tidak, pada konferensi pers yang digelar Selasa waktu setempat, pria berusia 79 tahun itu menunjukkan kemarahannya yang luar biasa. Ia terlibat ketegangan sengit dengan para jurnalis, bahkan sempat berdebat keras. Yang lebih mengejutkan lagi, Perez dengan lantang menyerukan agar pemilihan umum pengurus Real Madrid diulang, setelah musim ini timnya gagal meraih satu gelar pun.

Semua ini bermula setelah laga pahit di Camp Nou. Seperti yang kita ketahui, Real Madrid baru saja menelan kekalahan telak 0-2 dari musuh bebuyutan, Barcelona. Akibat hasil ini, harapan El Real untuk meraih gelar LaLiga 2025-2026 pun pupus sudah. Karena frustrasi, Perez akhirnya angkat bicara dan melontarkan tuduhan serius.

Di hadapan awak media, Perez dengan tegas mengklaim dirinya sedang menjadi korban dari “kampanye terorganisir”. Menurutnya, ada upaya sistematis dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin menggulingkan posisinya sebagai presiden klub. Ia tidak tinggal diam dan memilih untuk melawan.

Mengutip laporan dari BBC, presiden yang telah berusia 79 tahun itu langsung memberi ultimatum kepada para lawannya. Ia menantang mereka untuk tidak “bergerak dalam bayang-bayang” lagi. Sebaliknya, Perez mendorong mereka untuk maju dan bersaing secara terbuka dalam pemilihan. “Saya berada di sini untuk menyatakan bahwa saya tidak akan pergi ke mana pun. Saya justru di sini untuk maju dalam pemilihan,” tegas Florentino Perez kepada jurnalis, seperti dikutip dari BBC.

Ia kemudian menambahkan dengan nada menantang, “Jika seseorang benar-benar ingin maju dalam pemilihan, inilah saat yang tepat. Tapi jangan sembunyi-sembunyi, apalagi menggunakan publikasi atau media berita untuk bermain di belakang layar.” Perez juga menyindir bahwa kondisinya masih prima. “Dan saya tidak sedang sakit terbaring di tempat tidur. Saya harus keluar dan duduk di sini karena sebagai presiden Real Madrid, saya tidak bisa membiarkan jurnalis melakukan apa yang mereka lakukan,” sambungnya dengan nada geram.

Dituduh Lelah Memimpin Real Madrid, Perez Langsung Ngamuk!

Perlu diketahui, Florentino Perez memang sudah menjabat sejak Juni 2009. Meskipun begitu, ia sebelumnya juga pernah mengemban tugas yang sama pada tahun 2000 hingga 2006. Dengan rentang waktu kepemimpinan yang sangat lama, media-media Spanyol mulai berspekulasi. Banyak yang menganggap Perez terlalu lelah untuk terus menjalankan perannya di Real Madrid.

Namun, tuduhan ini justru membuat Perez bereaksi sangat keras. Ia tidak terima dan langsung memaki para jurnalis yang berani melemparkan isu tersebut. Bahkan, ia menuntut agar orang-orang yang menyebarkan tuduhan itu mengungkapkan identitas mereka secara terang-terangan. “Saya bekerja keras, pahami itu. Saya bangun pagi dan menjadi orang terakhir yang tidur. Saya mengerti ada rasa frustrasi di luar sana,” ujarnya dengan emosi.

Ia kemudian mengingatkan semua orang tentang pencapaiannya. “Namun, jika kalian semua lupa, kami telah memenangkan 37 gelar sejak saya memimpin klub ini. Saya ingin tahu siapa sebenarnya orang-orang yang mengatakan hal-hal buruk ini. Di dalam dewan direksi ini, saya ingin siapa pun yang membocorkan informasi rahasia untuk segera muncul ke depan,” tandasnya.

Bahkan dalam satu momen yang sangat panas, Perez melakukan tindakan kontroversial. Ia dilaporkan menghina para jurnalis pria yang berada di ruangan itu dengan menyebut mereka jelek. Tidak berhenti di situ, Perez juga mengumumkan keputusannya untuk membatalkan langganannya ke surat kabar ABC. Alasannya, media tersebut dianggap selalu bertentangan dan memusuhi dirinya.

Tak Cuma Jurnalis, LaLiga Juga Kena Sasarannya!

Florentino Perez ternyata tidak hanya meluapkan amarahnya kepada para jurnalis dan pesaing politiknya. Ia juga mengarahkan tembakannya kepada musuh lama, yaitu LaLiga. Sepanjang kariernya, Perez memang sering mengkritik keras liga sepak bola Spester. Kini, kritikannya menjadi lebih tajam dan personal.

Menurut pandangan Perez, LaLiga saat ini telah menjadi sarang korupsi yang sistematis. Ia menegaskan bahwa kondisi buruk ini selayaknya harus dilawan oleh semua pihak yang cinta pada sepak bola bersih. “Dan tentu saja, musuh utama kita adalah La Liga,” tegasnya dengan lantang. “Kita harus melawan La Liga. Korupsi dalam permainan ini sudah bersifat sistematis,” tambahnya penuh keyakinan.

Meskipun sedang murka, Perez tetap menyatakan keyakinan kuatnya bahwa ia akan terpilih kembali oleh anggota klub. Ia merasa tidak terancam oleh siapa pun. “Saya memimpin klub terbesar di dunia dan Anda tidak akan membayangkan betapa banyak pujian yang saya terima setiap hari. Tetapi yang terpenting, 100.000 anggota mendukung saya dan mereka sangat senang dengan kepemimpinan saya,” klaim Perez.

Di sela-sela penjelasannya yang kontroversial, Perez juga sempat berkomentar sedikit soal masa depan tim. Ia tidak menampik adanya peluang bagi Jose Mourinho untuk kembali ke Real Madrid musim depan. Ketika berbicara mengenai sosok The Special One, Perez memilih untuk tidak menutup pintu. Meskipun begitu, ia mengakui bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan resmi atau komunikasi apa pun. “Kami belum sampai pada tahap proses itu,” pungkas Perez singkat.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com