JAKARTA, Exposenews.id – Wah, kejutan besar datang dari kubu Ducati! Siapa sangka, Nicolo Bulega, jagoan Ducati Aruba.it WorldSBK, kini ikut nimbrung dalam proyek rahasia pengembangan motor MotoGP Ducati untuk regulasi anyar 2027. Seru banget, kan? Apalagi, Bulega bukanlah pembalap sembarangan. Ia saat ini sedang berada di puncak kariernya di ajang World Superbike. Makanya, langkah Ducati melibatkannya langsung mencuri perhatian banyak penggemar balap di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Nah, pembalap asal Italia ini langsung unjuk gigi dengan menjajal motor prototipe Ducati MotoGP berkapasitas 850cc. Tes tertutup alias privat ini digelar di Sirkuit Mugello, Italia. Pasti deg-degan banget momennya! Apalagi, Mugello merupakan sirkuit yang sangat dikenal oleh para pembalap Ducati karena treknya yang cepat dan menantang. Bulega pun tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ia langsung tancap gas dan memberikan yang terbaik untuk tim.
Dari Panggung WorldSBK ke Laboratorium Rahasia Ducati
Lalu, kenapa sih Bulega yang dipilih? Bukan tanpa alasan, performa impresifnya di ajang World Superbike (WorldSBK) ternyata bikin tim kepincut. Apalagi, baru-baru ini ia sukses mengukir kemenangan ke-16 secara beruntun musim ini. Gila, luar biasa konsisten! Catatan ini bahkan membuat banyak pengamat balap menyebut Bulega sebagai salah satu pembalap paling dominan di WorldSBK saat ini. Tidak heran jika Ducati langsung meliriknya.
Sebelumnya, Bulega juga sempat masuk sebagai pengganti Marc Marquez yang cedera di beberapa seri terakhir MotoGP musim lalu. Dari sinilah pintu kolaborasi terbuka lebar. Ia langsung mendapat kepercayaan dari tim pabrikan. Setelah pengalaman manis itu, Ducati langsung mengajaknya meracik motor generasi baru. Keren banget, kan perjalanan kariernya? Pengalaman singkat di MotoGP itu pun menjadi bekal berharga bagi Bulega untuk memahami karakter motor prototipe yang jauh berbeda dengan motor Superbike.
Yang perlu kalian tahu, MotoGP resmi bakal memakai mesin 850cc mulai musim 2027. Regulasi baru ini sengaja digodok demi menekan performa motor yang sudah kelewat garang, sekaligus meningkatkan aspek keselamatan para pembalap. Jadi, kecepatan tetap ada tapi risiko lebih terjaga. Regulasi ini juga diproyeksikan untuk membuat balapan semakin ketat karena perbedaan performa antar motor tidak akan terlalu ekstrem. Makanya, pengembangan motor 850cc ini sangat krusial bagi masa depan Ducati.
Hasil Tes di Mugello: Kencang, Tapi Masih Ada Jeda
Hasil tesnya sendiri bikin kita semua penasaran. Bulega yang masih berusia 26 tahun ini langsung mencatatkan waktu terbaik 1 menit 47,2 detik dari total 20 lap yang ia tempuh. Ia menggeber motor Ducati dengan ban Pirelli. Cukup kompetitif untuk ukuran motor prototipe yang masih dalam tahap awal pengembangan. Bayangkan, ini baru percobaan perdana, tetapi ia sudah mampu mencatatkan waktu yang tidak terlalu jauh dari pembalap uji profesional Ducati lainnya.
Lebih mengejutkan lagi, Bulega berhasil lebih cepat 0,4 detik dibandingkan Michele Pirro. Bahkan, ia unggul jauh 1,3 detik dari Dani Pedrosa yang saat itu menguji motor KTM. Wah, bisa dibilang ini sinyal kuat bahwa Bulega punya potensi besar di kelas utama! Pedrosa sendiri dikenal sebagai pembalap uji yang sangat cepat dan berpengalaman. Jadi, mengalahkannya dengan selisih lebih dari satu detik adalah pencapaian yang patut diacungi jempol.
Namun, dikutip dari Crash, catatan waktu Bulega ini masih terpaut sekitar 3 detik dari rekor lap kualifikasi MotoGP Mugello yang berlaku saat ini. Sebagai gambaran, di MotoGP yang superketat, selisih 3 detik itu tergolong sangat besar. Biasanya, para pembalap hanya dipisahkan sepersekian detik dalam sesi kualifikasi yang panas. Artinya, masih ada pekerjaan rumah besar bagi tim pengembang Ducati untuk mengejar ketertinggalan tersebut sebelum regulasi 2027 benar-benar diterapkan.
Rekor lap kualifikasi resmi MotoGP di Mugello untuk motor 1000cc dengan ban Michelin saat ini dipegang oleh Marc Marquez. Ia mencetak 1 menit 44,169 detik musim lalu. Untuk rekor lap balapan sendiri masih dikuasai Francesco “Pecco” Bagnaia dengan catatan waktu 1 menit 45,770 detik pada musim 2024. Kedua nama ini merupakan langganan juara, jadi wajar jika waktu mereka masih sangat sulit dikejar oleh motor prototipe 850cc yang masih dalam tahap awal.
Meski terpaut cukup jauh, selisih 3 detik ini dianggap masyarakat paddock masih wajar. Mengapa? Karena motor yang digunakan Bulega hanyalah prototipe awal untuk regulasi 2027. Selain kapasitas mesin yang lebih kecil, pengembangan motor secara keseluruhan juga masih terus dilakukan secara bertahap. Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan, ya! Masih ada waktu hampir dua tahun bagi Ducati untuk terus menyempurnakan motor ini. Setiap tes pasti akan menghasilkan peningkatan performa yang signifikan.
Peluang Naik Kelas ke MotoGP 2027: Masih Tergantung Satu Nama
Yang paling menarik adalah, keterlibatan Bulega dalam proyek MotoGP Ducati ini langsung memicu spekulasi liar soal peluangnya naik kelas ke MotoGP pada 2027. Banyak yang bertanya-tanya, akankah ia duduk di kursi pabrikan Ducati nanti? Apalagi, usianya masih terbilang produktif, yaitu 26 tahun. Ia masih memiliki masa depan yang panjang di dunia balap.
Namun, situasi ini diyakini masih bergantung besar pada masa depan Fabio Di Giannantonio. Entah ia bakal bertahan di tim VR46 atau memilih pindah ke KTM. Semua masih abu-abu. Ducati sendiri sepertinya masih akan memprioritaskan pembalap yang sudah memiliki pengalaman di MotoGP sebelum benar-benar memberikan kursi tetap kepada Bulega. Namun, jika Di Giannantonio benar-benar hengkang, peluang Bulega untuk naik kelas akan terbuka lebar. Yang jelas, pintu MotoGP sudah sedikit terbuka untuk Bulega. Stay tuned, folks! Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari proyek ambisius Ducati ini.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
