Trump Restui Iran di Piala Dunia 2026, tetapi Iran Minta Jaminan Resmi dari FIFA

Exposenews.id — Dunia sepak bola mendadak panas! Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan menyetujui partisipasi Iran di Piala Dunia 2026. Namun, di balik izin tersebut, Iran justru memasang syarat keras: mereka tidak mau lagi menghadapi kontroversi seperti yang baru saja mereka alami di Kongres FIFA di Kanada.

Ya, kontroversi besar benar-benar mewarnai gelaran Kongres FIFA terbaru. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, semula mengaku bahwa dirinya telah mendapatkan izin resmi untuk memasuki Kanada. Tujuan mereka sederhana: menghadiri Kongres FIFA yang sangat krusial bagi masa depan sepak bola negeri Persia.

Namun, apa daya? Iran memilih batal total setelah delegasi mereka diperlakukan tidak menyenangkan. Bayangkan, mereka ditahan di bandara selama tiga jam penuh tanpa kejelasan! Kejadian memalukan itu langsung memicu kemarahan pihak Iran.

Sebagai informasi, Kongres FIFA ke-76 berlangsung meriah di Vancouver, Kanada, pada Kamis (30/5/2026) lalu. Namun, dari sekian banyak undangan, Iran menjadi satu-satunya negara kontestan Piala Dunia 2026 yang tidak hadir. Sungguh memalukan dan ironis, mengingat mereka seharusnya menjadi salah satu bintang turnamen.

DITAHAN 3 JAM, DELEGASI IRAN MEMILIH BERPALING

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar? Media Iran, Tasnim, dengan cepat memberitakan bahwa delegasi mereka ditolak mentah-mentah di pos pemeriksaan perbatasan Kanada. Salah satu delegasi kunci, yakni Mehdi Taj, disebut-sebut oleh BBC memiliki hubungan kuat dengan Garda Revolusi Iran atau IRGC. Padahal, Kanada secara resmi menetapkan IRGC sebagai organisasi terlarang di negaranya.

Namun, jangan buru-buru menarik kesimpulan! Mehdi Taj kemudian memberikan klarifikasi mengejutkan. Menurutnya, dirinya sejatinya diperbolehkan masuk ke Kanada. Lalu kenapa mereka pulang? Karena delegasi Iran merasa sangat tersinggung dan memilih untuk balik kanan setelah menjalani interogasi melelahkan di Bandara Toronto. Reuters bahkan mengonfirmasi bahwa proses interogasi berlangsung selama tiga jam tanpa henti!

“Kami semua memegang visa yang sah dan bahkan sudah diperiksa ketat di Turkiye. Tapi petugas di Kanada memberi tahu kami bahwa mereka memiliki pertanyaan tertentu,” ujar Taj dengan nada kesal, dikutip dari Tasnim.

“Mereka bertanya secara blak-blakan, ‘Apakah Anda anggota IRGC?’ Saya pun menjawab dengan sedikit sinis, ‘Ada 90 juta anggota IRGC di Iran.’ Mereka lalu bersikukuh bahwa mereka tidak boleh mengizinkan siapa pun dari organisasi itu masuk. ‘Itu hukum negara kami,’ kata mereka.”

Taj melanjutkan ceritanya, “Setelah membuang-buang waktu hampir tiga jam, tiba-tiba mereka mengubah sikap dan mengizinkan kami masuk. Tapi saat itu kami sudah muak. Saya memutuskan untuk kembali saja. Mereka tidak mendeportasi kami, ya! Kami sendiri yang memilih pergi karena merasa tidak dihormati.”

Dengan tegas, Taj menyampaikan protesnya langsung kepada otoritas Kanada. “Saya bilang kepada mereka, ‘Anda menahan kami selama tiga jam di bandara, membuat kami menunggu tanpa alasan yang jelas. Ini penghinaan!’”

INFANTINO PANIK, SIAP JEMPUT PAKAI JET PRIBADI

Saat delegasi Iran sudah tiba di Turkiye, situasi justru semakin dramatis. Presiden FIFA, Gianni Infantino, langsung bergerak cepat. Dalam kepanikan yang sulit disembunyikan, Infantino meminta mereka untuk segera kembali ke Kanada. Bahkan, tawaran gila dilontarkan: Infantino menyediakan jet pribadi untuk menjemput delegasi Iran!

Hebatnya lagi, tawaran tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh perwakilan Iran. Taj mengaku tidak main-main dalam menyampaikan kekecewaannya. “Saya bilang kepada sekretaris jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, dengan nada pedas, ‘Anda semua ditekan dan diintimidasi oleh Amerika. Anda hanya bisa bilang “ya, Pak” untuk apa pun yang mereka perintahkan!’” tegasnya.

Sebelum kongres bergulir di Vancouver, Presiden FIFA Gianni Infantino sudah memberikan jaminan publik bahwa Iran akan tetap berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Tak hanya itu, Presiden AS Donald Trump juga akhirnya angkat bicara dan menyatakan kesiapannya menerima Iran tampil di wilayah Amerika Serikat.

Luar biasanya lagi, Iran ternyata tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 yang sangat menarik. Mereka akan bersaing dengan Belgia, Selandia Baru, dan Mesir. Yang bikin krusial: seluruh pertandingan fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat!

TRUMP BILANG SETUJU, TAPI ADA CATATAN MENGEJUTKAN

Kabar mengejutkan datang dari Gedung Putih. “Jika Gianni mengatakan demikian, saya setuju. Biarkan mereka bermain,” ujar Trump santai kepada Al Jazeera pada Jumat (1/5/2026). Sebelumnya pada bulan Maret, Trump juga sudah menyatakan diri siap menyambut timnas Iran di Amerika.

Namun, pernyataan Trump sebelumnya mengandung nada peringatan yang tidak bisa diabaikan. Waktu itu, ia dengan blak-blakan menyarankan Iran untuk memikirkan “nyawa dan keselamatan mereka sendiri” mengingat ketegangan perang yang masih membara antara kedua negara. Kalimat tersebut tentu membuat pihak Iran berpikir ulang.

Sampai saat ini, Federasi Sepak Bola Iran masih bungkam. Mereka belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kepastian keikutsertaan mereka di Piala Dunia 2026. Beberapa waktu lalu, ada upaya diplomatis untuk memindahkan seluruh laga Iran ke Meksiko sebagai negara netral.

Sayangnya, usulan itu langsung digagalkan oleh Gianni Infantino. Dengan tegas ia menyatakan bahwa seluruh jadwal pertandingan Piala Dunia 2026 akan berjalan sesuai rencana awal. Artinya, jika Iran tetap mau bermain, mereka harus menerima kenyataan untuk bertanding di Amerika Serikat. Tidak ada kompromi!

IRAN NAIK DARAH: KAMI MINTA JAMINAN RESMI DARI FIFA!

Pasca-insiden penahanan memalukan di bandara Kanada, kini Iran mengancam akan menarik diri jika FIFA tidak memberikan jaminan serius. Mereka muak dengan polemik luar lapangan yang terus menghantui setiap langkah mereka di kancah internasional.

“Kami perlu mengadakan pertemuan darurat dengan para pejabat tinggi FIFA,” kata Mehdi Taj dengan nada dingin namun penuh tekanan.

“Tujuannya sederhana: kami ingin memastikan bahwa jika tim kami memutuskan untuk datang ke Piala Dunia nanti, tidak akan ada lagi masalah sampingan yang mengganggu. Tidak boleh ada kontroversi, tidak boleh ada penahanan di bandara, tidak boleh ada intimidasi politik. Tim kami hanya ingin fokus bermain sepak bola,” tegas Taj.

Kini semua mata tertuju pada FIFA dan panitia Piala Dunia 2026. Akan kah Infantino mampu memberikan jaminan yang diminta Iran? Atau justru polemik ini akan membuat salah satu tim Asia terbaik absen dari turnamen paling bergengsi di dunia? Satu yang pasti: drama ini masih jauh dari kata usai.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com