Berita  

Trevoh Chalobah Resmi Tinggalkan Chelsea, Gabung Como dengan Kontrak 5 Tahun

Exposenews.id – Dunia persepakbolaan Eropa kembali diguncang oleh pergerakan besar di bursa transfer musim panas 2026. Klub promosi yang sedang naik daun di Serie A, Como 1907, secara mengejutkan berhasil membajak bek tangguh milik Chelsea, Trevoh Chalobah, dari bawah hidung klub-klub besar Eropa lainnya.

Dalam sebuah pengumuman resmi yang langsung menjadi sorotan, Como 1907 mengonfirmasi bahwa mereka telah mengikat pemain bertahan kelahiran Sierra Leone tersebut dengan durasi kontrak yang sangat panjang, yakni selama lima tahun penuh. Pengikatannya sendiri secara resmi akan berlaku hingga tanggal 30 Juni 2031, sebuah komitmen jangka panjang yang menunjukkan betapa seriusnya proyek ambisius klub milik grup Djarum ini di kancah sepak bola Italia.

Meskipun manajemen Como 1907 memilih untuk tidak mempublikasikan secara spesifik rincian finansial dari transfer sensasional ini, kabar dari berbagai media terkemuka di Inggris mengungkapkan bahwa total nilai paket kepindahan pemain berusia 27 tahun itu menembus angka fantastis, yaitu lebih dari 30 juta poundsterling. Nilai yang sangat besar ini tentu saja menandakan bahwa Como tidak main-main dalam membangun skuat impian mereka.

Menurut laporan yang beredar luas, Como 1907 dikabarkan telah menyetorkan pembayaran awal yang sangat signifikan sebesar 25,7 juta poundsterling, atau jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah setara dengan sekitar Rp 618,6 miliar. Nominal sebesar itu langsung mengalir deras ke kas The Blues sebagai uang muka untuk mengamankan tanda tangan sang pemain.

Namun, perjuangan negosiasi panjang antara kedua klub tidak berhenti sampai di situ. Setelah melalui proses tawar-menawar yang alot dan berlangsung intens, kedua belah pihak akhirnya mencapai kata sepakat terkait alokasi bonus tambahan yang juga tidak kalah menarik. Tambahan biaya sebesar 5,1 juta poundsterling, yang jika dirupiahkan setara dengan Rp 122,7 miliar, turut disepakati sebagai bagian dari kesepakatan final yang membuat Chelsea akhirnya merelakan kepergian pemain didikan akademi mereka tersebut.

Kedatangan bek tengah berpostur 187 cm ini jelas menjadi tambahan amunisi yang sangat krusial bagi skuad Como 1907 yang saat ini tengah dibesut oleh legenda Arsenal dan Barcelona, Cesc Fabregas. Kehadiran Chalobah di lini belakang diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan yang kokoh untuk menghadapi gempuran para penyerang haus gol di Serie A.

Di sisi lain, keputusan Chelsea untuk melepas Chalobah ternyata terjadi setelah mereka secara resmi menyelesaikan langkah strategis dalam merekrut bek andalan Crystal Palace, Maxence Lacroix. Langkah ini seolah menjadi sinyal bahwa The Blues sedang melakukan peremajaan di sektor pertahanan, sekaligus membuka jalan bagi Chalobah untuk mencari tantangan baru di luar Premier League.

Proyek Ambisius dan Target Sejarah Baru yang Menggiurkan

Setelah bernaung hampir selama dua dekade lamanya di akademi dan tim utama Chelsea, Trevoh Chalobah akhirnya mengambil keputusan berani untuk mengucapkan selamat tinggal kepada tim masa kecilnya. Keputusan besar ini tentu bukan hal yang mudah, mengingat ikatan emosional yang sangat kuat telah terbangun selama bertahun-tahun bersama The Blues.

Selama berseragam Chelsea, Chalobah telah mencatatkan total 151 penampilan gemilang di semua kompetisi yang diikutinya. Tidak hanya itu, ia juga berhasil mempersembahkan lima trofi bergengsi untuk koleksi pribadinya, termasuk gelar Piala FA yang ia raih pada tahun 2018 silam, serta kemenangan manis di ajang Liga Conference Eropa pada tahun 2025 yang lalu.

Menariknya, terkait petualangan barunya yang penuh warna di Negeri Pizza, sang bek tengah melontarkan rasa antusiasme yang sangat tinggi dan terlihat begitu bersemangat. “Saya tidak sabar untuk segera membawa seluruh pengalaman berharga saya ke dalam tim ini, merasakan langsung atmosfer luar biasa yang tercipta di stadion, dan tentunya terhubung secara mendalam dengan para penggemar setia Como,” ujar Chalobah dengan penuh keyakinan saat dikutip dari laporan Reuters pada Senin (10/8/2026).

Dengan semangat membara, ia pun menambahkan sebuah pernyataan yang menggambarkan tekadnya yang bulat. “Saya akan memberikan kemampuan terbaik saya setiap hari dan berjuang mati-matian di setiap sesi latihan maupun pertandingan untuk bisa menciptakan dan mengukir sejarah baru bersama klub kebanggaan ini,” tambahnya dengan tegas.

Lebih dalam lagi, ia juga memberikan pandangannya yang sangat positif tentang arah dan visi klub yang kini dipimpin oleh Fabregas. “Saya merasa sangat gembira dan merasa terhormat bisa berada di Como saat ini: ini adalah proyek yang sangat ambisius dan sedang berkembang pesat, dan kesempatan untuk bekerja sama kembali dengan manajer Cesc Fabregas adalah sesuatu yang sungguh istimewa bagi saya,” pungkasnya.

Tambahan Kualitas untuk Level Tertinggi Serie A

Sang arsitek permainan, Cesc Fabregas, yang ternyata juga pernah menjadi rekan setim Chalobah saat mereka sama-sama merumput di lapangan hijau Stamford Bridge, menyambut dengan penuh suka cita kelancaran proses transfer yang cukup panjang ini. Ia mengaku sangat puas dengan hasil negosiasi yang akhirnya membawa pemain incarannya ke Italia.

“Trevoh adalah rekrutan yang sangat penting bagi kami dan dia adalah pemain yang mewakili tingkat ambisi besar yang kami miliki di klub ini,” ungkap Fabregas dengan nada bangga saat dikutip dari BBC Sport. Ia menekankan bahwa kehadiran pemain bertahan sekaliber Chalobah akan sangat berpengaruh.

Lebih lanjut, Fabregas memuji kualitas kepemimpinan yang dimiliki oleh anak asuh barunya tersebut. “Dia adalah seorang pemimpin alami di dalam lapangan yang mampu meningkatkan level permainan tim secara keseluruhan, dan saya sangat senang dia memilih Como sebagai tujuan kariernya selanjutnya,” tambah mantan gelandang kreatif Arsenal dan Barcelona itu.

Sebagai produk asli dari akademi sepakbola Chelsea yang terkenal, perjalanan karier Chalobah sebelumnya memang sempat diwarnai oleh masa-masa peminjaman ke beberapa klub. Ia pernah mengasah kemampuannya di Ipswich Town, Huddersfield Town, Lorient di Prancis, dan terakhir di Crystal Palace sebelum akhirnya kembali dan menembus skuat utama Chelsea.

Di level internasional, pemain yang kini genap berusia 27 tahun ini memiliki catatan dua penampilan apik bersama timnas senior Inggris. Ia juga sempat menerima panggilan mendadak untuk bergabung dengan skuad Piala Dunia di bawah arahan pelatih legendaris Thomas Tuchel, termasuk saat ia tampil dalam drama perebutan tempat ketiga yang sangat sengit melawan Prancis, yang pada akhirnya berakhir dengan skor akhir yang mencengangkan, 6-4.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com