Berita  

Messi Makin Sakti di Piala Dunia: Setelah Rekor Gol, Kini Rekor Assist 9 Pun Ia Kuasai

Exposenews.id – Usianya sudah menginjak 39 tahun, tetapi Lionel Messi masih terus membuktikan bahwa dirinya adalah mahakarya sepak bola yang tak pernah lekang oleh waktu. Di tengah sorak sorai puluhan ribu penonton yang memenuhi Stadion Atlanta, mega bintang Argentina itu kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah Piala Dunia. Setelah resmi menjadi raja gol sepanjang masa turnamen, kali ini Messi dengan percaya diri merangsek naik ke puncak takhta baru: pemain dengan jumlah assist terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.

Rekor yang sebelumnya dipegang erat oleh legenda hidup Diego Maradona selama puluhan tahun akhirnya harus rela digeser oleh penerus takhtanya sendiri. Momen bersejarah itu terjadi tepat saat Argentina nyaris tersungkur di hadapan Mesir, namun justru menjadi panggung keajaiban bagi sang kapten untuk mencatatkan namanya dengan tinta emas.

Umpan Matinya yang Mengubah Sejarah

Siapa sangka, laga sengit babak 16 besar antara Argentina dan Mesir pada Selasa (7/7/2026) tengah malam WIB itu berubah menjadi pertunjukan epik kebangkitan Albiceleste. Ketika semua orang mulai mencium aroma kekalahan menyakitkan, Messi dengan dingin dan penuh perhitungan melesatkan umpan terukur ke dalam kotak penalti yang kemudian disambut sempurna oleh sundulan keras Cristian Romero. Umpan presisi itulah yang secara resmi menjadi assist kesembilan Messi sepanjang kiprahnya di turnamen empat tahunan tersebut. Dengan satu umpan matang itu, Messi secara otomatis melampaui rekor delapan assist yang telah bertahan begitu lama milik Diego Armando Maradona. Sungguh sebuah perpindahan tongkat estafet yang begitu dramatis di atas panggung paling bergengsi dunia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari FOX Sports, rekor baru ini bukan sekadar angka statistik belaka, melainkan bukti nyata konsistensi dan kejeniusan Messi yang tak pernah surut meski usianya terus bertambah. Sebelumnya, publik sepak bola dunia telah disuguhi fakta bahwa Messi adalah pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 21 gol yang sulit dikejar para pesaingnya. Namun kini, ia melengkapi mahkota keemasan itu dengan status sebagai pemberi assist paling produktif, menjadikannya pemain paling lengkap yang pernah lahir di turnamen ini. Perlahan tapi pasti, Messi seakan ingin mengubur semua perdebatan mengenai siapa pemain terhebat sepanjang masa, karena bukti-bukti di atas lapangan hijau tak pernah berbohong.

Dari Tertinggal 0-2 Menjadi Panggung Keajaiban

Performa cemerlang La Pulga di laga kontra Mesir menjadi bukti bahwa ia masih memiliki energi dan naluri mematikan yang sama seperti sepuluh tahun silam. Saat Argentina tertinggal dua gol tanpa balas dan waktu terus berdetak menuju kehancuran, publik Atlanta nyaris kehilangan harapan. Namun, tepat pada menit ke-79, Messi memperlihatkan kualitas visionernya dengan mengirimkan bola terukur yang melengkung sempurna menuju area penalti, dan Romero yang sigap menyundulnya dengan power yang membuat kiper Mesir hanya terdiam. Gol tersebut langsung membangkitkan semangat juang skuad Albiceleste, dan para pemain pun mulai percaya bahwa keajaiban masih mungkin tercipta di sisa waktu yang ada. Penonton pun bergemuruh, karena mereka menyaksikan langsung proses terciptanya sejarah baru di depan mata mereka sendiri.

Empat menit berselang, tepatnya pada menit ke-83, Messi kembali membuat stadion bergemuruh dengan aksi individunya yang spektakuler. Menerima bola di tepi kotak penalti, ia dengan cemerlang melepaskan tendangan voli pertama yang melesat deras ke pojok kanan atas gawang Mesir. Jaring gawang pun mengembang, dan skor pun berubah menjadi 2-2. Tambahan satu gol dalam laga tersebut sekaligus menjadi gol ke-21 Messi di seluruh edisi Piala Dunia yang pernah ia ikuti. Selain itu, gol tersebut juga menjadi gol kedelapannya secara spesifik di Piala Dunia 2026, sekaligus memantapkan posisinya sebagai pemuncak daftar pencetak gol terbanyak sementara turnamen ini.

Memimpin Perburuan Sepatu Emas, Tinggalkan Mbappe dan Haaland

Rekor demi rekor pun berjatuhan seiring dengan berjalannya waktu di Atlanta, dan publik pun mulai menyadari bahwa mereka menyaksikan salah satu pertandingan terbesar dalam karier sang megabintang. Sebelum laga dimulai, Messi memang harus berbagi posisi puncak daftar pencetak gol terbanyak dengan dua predator haus gol lainnya, yaitu Kylian Mbappe dari Perancis dan Erling Haaland dari Norwegia. Namun, dengan satu gol tambahannya ke gawang Mesir, ia berhasil melesat sendirian di puncak klasemen sementara peraih Golden Boot Piala Dunia 2026, meninggalkan kedua pesaingnya yang harus puas menatap dari belakang. Dominasi Messi di usia senja ini tentu menjadi pemandangan yang langka dan penuh makna bagi para pencinta sepak bola di seluruh penjuru dunia.

Namun, drama kemenangan Argentina ternyata belum berakhir di situ. Ketika pertandingan nyaris berakhir dan kedua tim tampak kelelahan, keajaiban kembali hadir di menit kedua injury time. Lisandro Martinez, bek tangguh Argentina, dengan akurat mengirimkan umpan silang yang melambung tinggi ke mulut gawang Mesir. Di tengah kepungan para pemain bertahan lawan, Enzo Fernandez muncul sebagai pahlawan dengan sundulan keras yang tak mampu diantisipasi kiper. Bola meluncur deras dan bersarang sempurna di jala gawang, mengubah skor menjadi 3-2 untuk keunggulan Argentina. Dalam kurun waktu hanya 14 menit yang terasa seperti sekejap mata, skuad Albiceleste berhasil membalikkan keadaan dari kondisi terpuruk 0-2 menjadi kemenangan dramatis yang membuat semua orang terperangah.

Messi di Usia 39: Inspirasi yang Tak Pernah Padam

Kepiawaian Messi dalam menciptakan peluang dan mencetak gol di usia yang tak lagi muda ini tentu menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat sepak bola dunia. Banyak pihak menilai bahwa rahasia kehebatannya terletak pada kemampuannya membaca permainan dengan tingkat akurasi yang sulit ditandingi pemain lain. Assist demi assist yang ia ciptakan bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari latihan keras, pengalaman bertahun-tahun, dan insting alami yang terus terasah seiring perjalanan waktu. Setiap kali Messi menguasai bola di area berbahaya, para lawan pasti diliputi perasaan cemas yang mendalam, karena mereka tahu betul bahwa ancaman nyata akan segera tercipta dari kedua kakinya yang ajaib.

Tak heran jika pelatih Argentina, Lionel Scaloni, selalu memuji kebesaran hati dan mental juara yang ditunjukkan oleh kaptennya di setiap pertandingan. Menurut Scaloni, keberadaan Messi di dalam skuad bukan hanya sebagai pemain, melainkan sebagai sumber inspirasi bagi seluruh rekan setimnya untuk terus berjuang tanpa mengenal kata menyerah. Di saat tim sedang terpuruk dan menghadapi tekanan besar, Messi selalu menjadi sosok penenang yang mampu mengubah situasi sulit menjadi peluang emas dengan satu aksi briliannya. Sikap tenang dan determinasi kuat yang ia tunjukkan di atas lapangan jelas sangat menular kepada para pemain muda Argentina yang mulai tumbuh menjadi pilar penting timnas.

Perjalanan Masih Panjang: Tantangan Swiss di Perempat Final

Kemenangan comeback yang luar biasa ini secara otomatis mengantarkan Argentina melangkah dengan percaya diri ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Perjalanan mereka masih panjang dan tantangan yang lebih berat pun sudah menanti di depan mata. Di babak delapan besar nanti, julukan juara bertahan itu harus berhadapan dengan tim Swiss yang sebelumnya berhasil menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit penuh. Meskipun Swiss bukanlah lawan yang mudah, kepercayaan diri tim Argentina jelas sedang berada di puncak setelah keberhasilan mereka meraih kemenangan dramatis di laga sebelumnya, dan Messi tentu menjadi motor utama di balik semangat juang yang tak pernah padam ini.

Torehan rekor assist terbanyak di Piala Dunia ini semakin mengukuhkan posisi Messi sebagai salah satu ikon terbesar yang pernah dimiliki oleh dunia sepak bola. Beberapa pengamat bahkan menyebut bahwa capaian ini akan sulit untuk dipecahkan dalam waktu dekat, mengingat level konsistensi yang dituntut di turnamen sekelas Piala Dunia sangatlah tinggi. Pemain mana pun yang ingin menyaingi rekor tersebut harus mampu tampil gemilang di setidaknya empat atau lima edisi Piala Dunia secara beruntun, sebuah pencapaian yang nyaris mustahil di era sepak bola modern yang begitu kompetitif. Messi sendiri telah membuktikan bahwa ia mampu tampil konsisten sejak debutnya di Jerman 2006 hingga kini di Amerika Serikat 2026, sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan cerita manis dan pahit.

Sementara itu, publik Argentina di seluruh penjuru dunia tentu merayakan pencapaian besar ini dengan penuh kebanggaan dan haru. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana putra kesayangan mereka terus mencatatkan rekor demi rekor yang mungkin tidak akan pernah terulang lagi di masa mendatang. Setiap kali Messi memakai jersey kebanggaan Albiceleste, ada semacam energi magis yang menyelimuti stadion dan menggerakkan jutaan pasang mata untuk terus menatap setiap gerak-geriknya. Kini, setelah rekor assist dan gol diraih, publik hanya bisa bertanya-tanya, apakah masih ada lagi rekor yang akan dipecahkan oleh pria bertubuh mungil namun berkepribadian raksasa ini di turnamen kali ini?

Menarik untuk dinanti bagaimana perjalanan Argentina selanjutnya di Piala Dunia 2026, karena dengan kondisi tim yang semakin solid dan Messi yang terus berada dalam performa terbaiknya, bukan tidak mungkin mereka akan kembali mengulangi sukses di edisi sebelumnya. Babak perempat final melawan Swiss akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketangguhan skuad asuhan Scaloni dalam menghadapi tim-tim Eropa yang selalu tampil disiplin dan taktis. Namun, dengan semangat comeback yang baru saja mereka tunjukkan melawan Mesir, para pemain Argentina jelas merasa bahwa tidak ada rintangan yang terlalu berat untuk mereka lewati selama masih ada Messi yang memimpin di garis depan.

Dengan segala pencapaian yang telah diraih, Lionel Messi telah membuktikan bahwa dirinya bukan hanya sekadar pemain sepak bola biasa, melainkan sebuah legenda hidup yang terus menginspirasi generasi muda di seluruh dunia. Rekor assist yang baru saja ia pecahkan ini akan menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai forum sepak bola untuk waktu yang sangat lama, dan namanya akan terus disebut sebagai salah satu yang terhebat sepanjang masa. Kini, semua mata tertuju padanya dan skuad Argentina untuk melihat apakah mereka mampu melangkah lebih jauh dan mungkin mengangkat trofi Piala Dunia untuk ketiga kalinya dalam sejarah negara tersebut.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com