Exposenews.id – Ketakutan terbesar Didier Deschamps akhirnya terkonfirmasi saat timnya harus berhadapan dengan gaya bermain keras ala Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pelatih Timnas Prancis itu pun mengakui bahwa dirinya rela mengorbankan strategi demi melindungi aset paling berharga di skuadnya, Kylian Mbappe, dari sasaran permainan kasar lawan yang mengancam keselamatan sang kapten.
Deschamps, dengan nada penuh kekhawatiran, bahkan sampai menginstruksikan para pemain berpostur tambun di timnya untuk bertindak sebagai pengawal pribadi Mbappe pada menit-menit krusial pertandingan. Instruksi tegas ini dilontarkannya karena ia melihat betapa Mbappe sering menjadi incaran utama pemain Paraguay yang tak segan-segan menjatuhkan lawan demi menghentikan laju sang bintang.
Meskipun menghadapi tekanan luar biasa, Prancis akhirnya berhasil memastikan tiket ke babak perempat final setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Paraguay di Philadelphia Stadium, pada laga yang berlangsung Minggu (5/7/2026) pagi WIB. Gol tunggal yang menjadi penentu kemenangan tim berjuluk Les Bleus itu dicetak oleh Mbappe sendiri melalui eksekusi penalti yang dingin pada menit ke-70, setelah wasit memberikan hadiah penalti berkat tinjauan cermat dari Video Assistant Referee (VAR).
Kendati akhirnya keluar sebagai pemenang, Deschamps tetap menyoroti kerasnya jalannya pertandingan yang menurutnya jauh dari kata mudah. Sepanjang laga, Paraguay berkali-kali dengan sengaja menghentikan aliran permainan melalui pelanggaran-pelanggaran taktis dan duel fisik yang brutal, semua itu dilakukan semata-mata demi meredam dominasi permainan Prancis yang jauh lebih superior.
“Saya secara khusus meminta dua pemain dengan postur tubuh paling besar untuk selalu berdiri di sekitar Kylian pada akhir pertandingan, karena saya tahu mereka akan menebangnya tanpa ampun,” ujar Deschamps dengan nada serius, seperti dikutip langsung dari laporan Associated Press (AP News). Instruksi ini menunjukkan betapa pelatih berusia 57 tahun itu sangat khawatir dengan keselamatan pemain bintangnya.
Deschamps Akui Laga Berjalan Tak Mudah: Paraguay Gunakan Segala Cara!
Lebih lanjut, pelatih yang sudah malang melintang di dunia sepak bola itu mengakui bahwa Paraguay benar-benar menggunakan segala macam cara untuk mengganggu ritme permainan Prancis. Deschamps menilai pendekatan fisik yang diterapkan lawan adalah tantangan tersendiri yang harus dihadapi timnya.
“Pertandingan itu memang tidak mudah bagi kami. Mereka menggunakan segala cara yang ada di dalam aturan maupun batas-batas permainan untuk menghentikan kami,” keluh Deschamps. “Ini mungkin bukan jenis sepak bola yang membuat orang rela datang ke stadion untuk menonton, tetapi saya akui mereka bertahan dengan sangat disiplin dan efektif. Selalu sulit rasanya ketika harus menghadapi tim-tim dari kawasan Amerika Selatan yang terkenal dengan kekerasan dan agresivitasnya,” tambahnya.
Sepanjang 90 menit pertandingan, Prancis memang tampil dominan dalam hal penguasaan bola. Namun, Les Bleus kesulitan besar membongkar pertahanan Paraguay yang bermain sangat rapat dan agresif dalam setiap duel fisik. Paraguay seolah tidak memberi ruang sedikit pun bagi para penggawa Prancis untuk mengembangkan permainan cantik mereka.
Kebuntuan yang terjadi sepanjang babak pertama akhirnya pecah juga pada babak kedua, tepatnya setelah pemain pengganti Désiré Doué dijatuhkan secara kasar oleh Diego Gomez di dalam kotak penalti. Insiden ini awalnya luput dari perhatian wasit, namun setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR, wasit akhirnya dengan yakin menunjuk titik putih.
Mbappe yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengecoh kiper Orlando Gill dan mencetak gol ketujuhnya di ajang Piala Dunia 2026. Gol ini bukan hanya membawa kemenangan, tetapi juga memastikan langkah Prancis ke babak perempat final. Kini Les Bleus bersiap untuk menghadapi Maroko dalam laga ulangan semifinal Piala Dunia 2022 yang sarat akan gengsi.
Mbappe Buka Suara: Kami Siap Bertarung Kotor, Bukan Hanya Main Cantik!
Usai pertandingan berakhir, Mbappe pun angkat bicara mengenai kerasnya jalannya laga. Sang kapten mengakui bahwa Prancis memang telah memperkirakan akan menghadapi duel yang mengandalkan kekuatan fisik dan permainan kasar sejak awal. Ia menegaskan bahwa timnya datang bukan untuk bermain cantik, melainkan untuk menang.
“Kami sudah tahu betul pertandingan seperti apa yang akan kami hadapi hari ini. Jika kami harus bermain keras dan kotor, kami juga bisa melakukannya dengan baik. Kami bisa bermain tidak indah dan tetap menang,” tegas Mbappe dengan percaya diri. “Mungkin mereka mengira kami akan datang dengan memakai tuksedo dan bermain ala dramawan, tapi kami siap bertarung sejak menit pertama,” sindirnya.
Menurut Mbappe, gaya bermain Paraguay yang mengandalkan fisik dan pelanggaran adalah bagian dari sepak bola itu sendiri. Namun, ia menegaskan bahwa Prancis mampu menjawab tantangan tersebut dengan sempurna. “Bahkan dalam pertandingan sekeras ini, kami tetap terbukti lebih baik daripada mereka. Itulah cara mereka bermain, dan tidak ada cara yang benar atau salah dalam sepak bola. Mereka mencoba mengalahkan kami dengan cara itu, tetapi pada akhirnya kami yang keluar sebagai pemenang,” pungkas Mbappe dengan penuh keyakinan, seperti dikutip dari Reuters.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Prancis tidak hanya mengandalkan skill, tetapi juga ketangguhan mental dan fisik untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
