SERANG, Exposenews.id – Wow, Polda Banten akhirnya angkat bicara! Pihak kepolisian dengan tegas menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak akan mentolerir aksi premanisme, kekerasan, maupun penarikan paksa kendaraan di seluruh wilayah hukumnya. Pernyataan keras ini langsung meluncur setelah kabar mengejutkan tentang dua personel Satuan Brimob Polda Banten yang diduga menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh sekelompok debt collector di Kota Serang. Sontak, kabar ini pun menggemparkan publik.
Kepala Bidang Humas Polda Banten, Komisaris Besar Polisi Maruli Ahiles Hutapea, langsung menyampaikan bahwa Kapolda Banten telah memerintahkan penanganan tegas terhadap para pelaku. Menurut Maruli, Provinsi Banten bukanlah tempat untuk bertindak seenaknya. “Dengan tegas, Kapolda Banten menyatakan bahwa perilaku premanisme tidak akan pernah mendapat tempat di wilayah hukum Polda Banten,” ujar Maruli dengan nada mantap pada Rabu (3/6/2026). Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, apa pun bungkusnya—baik itu mengatasnamakan mata elang, debt collector, atau pihak lain—dilarang keras. “Tidak boleh ada penganiayaan dan tidak boleh ada penarikan paksa,” tegasnya. Kapolda Banten pun langsung bergerak cepat!
Dua Pelaku Langsung Diamankan, Namun Masih Dirawat di Rumah Sakit
Gak main-main, polisi pun langsung bergerak cepat mengamankan dua orang yang diduga kuat terlibat dalam pengeroyokan dan pembacokan terhadap anggota Brimob tersebut. Kedua terduga pelaku kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang. Uniknya, mereka juga ikut terluka dalam kejadian tersebut. Kasus ini pun langsung ditangani oleh Tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Banten yang terkenal gesit dan profesional. Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus ini secara maraton untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam aksi brutal tersebut. Siapapun pelakunya, tidak akan luput dari proses hukum!
Sementara itu, kondisi dua personel Brimob yang menjadi korban masih dalam pemantauan tim medis. Keduanya saat ini sedang berjuang memulihkan diri dari luka-luka yang cukup serius. Harapan besar dari keluarga dan rekan-rekan mereka pun tertuju pada proses pemulihan ini. Polda Banten pun memastikan mereka mendapatkan perawatan terbaik.
Awal Mula Kericuhan: Penarikan Mobil Secara Paksa yang Memicu Amarah
Mau tahu bagaimana kronologi mengejutkan ini? Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Raya Serang-Cilegon Kilometer 3,5, tepatnya di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Dua korban yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa itu diketahui bernama Bripda M Fajar Dwi dan Bripda Ahmad Yani. Keduanya adalah personel aktif Satbrimob Polda Banten yang sedang bertugas.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh tim di lapangan, kejadian ini bermula ketika kelompok debt collector tersebut dengan arogannya hendak menarik secara paksa kendaraan milik salah seorang personel Brimob. Adu argumen pun langsung tidak terhindarkan. Kedua belah pihak terlibat debat sengit yang semakin memanas di lokasi kejadian. Suasana pun berubah menjadi tegang luar biasa dalam hitungan menit.
Gawat! Debt Collector Nekat Hunus Kapak, Anggota Brimob Pun Terluka Parah
Situasi yang sudah memanas itu kemudian diduga berujung pada tindakan kekerasan yang sangat fatal terhadap anggota Brimob. Dengan nekat dan tanpa rasa takut, salah seorang debt collector disebut-sebut mengambil kapak dari dalam kendaraannya. Kapak itu kemudian dengan brutalnya digunakan untuk menyerang personel Brimob yang sedang berusaha melindungi diri di lokasi. Serangan biadab ini pun membawa akibat yang sangat mengenaskan.
Akibat serangan kapak tersebut, Bripda M Fajar Dwi mengalami luka bacok yang cukup mengerikan pada bagian kepala dan tangannya. Darah pun membasahi seragamnya. Sementara itu, rekannya Bripda Ahmad Yani juga tidak luput dari amukan massa. Ia mengalami pendarahan hebat pada bagian hidung dan kaki, ditambah lagi dengan dislokasi pada bahu kirinya. Kedua korban pun segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif dan darurat.
Serbu! Personel Brimob Kejar Pelaku Kabur Hingga ke Kota Serang
Begitu kejadian tersebut berlangsung, personel Satbrimob Polda Banten lainnya yang berada di lokasi atau mendengar kabar itu pun langsung bertindak. Mereka tidak tinggal diam! Sekelompok debt collector yang sudah berulah itu pun langsung dikejar setelah mereka melarikan diri dengan panik. Kelompok yang diduga berandalan ini disebut kabur menggunakan dua kendaraan mewah Toyota Fortuner berwarna gelap menuju arah wilayah Kota Serang. Pengejaran seru pun tak terelakkan!
Polda Banten pun tidak main-main. Mereka langsung melakukan penyisiran secara besar-besaran di sejumlah lokasi strategis untuk mencari dan memburu pelaku lain yang diduga masih berkeliaran dan ikut terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Jaringan pelaku ini akan disikat habis! Harapannya, tidak ada satu pun pelaku yang lolos dari jeratan hukum. Kapolda Banten ingin memberikan efek jera yang sebesar-besarnya.
Proses Hukum Dijalankan Tegas, Kasus Ini Diyakini Bakal Terungkap Tuntas
Maruli kembali menegaskan bahwa proses hukum akan dijalankan secara tegas, transparan, dan profesional tanpa pandang bulu. Polda Banten berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus pembacokan terhadap dua anggota Brimob yang mulia ini. Semua pihak yang terbukti bersalah akan segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Dengan langkah-langkah cepat yang telah diambil oleh Polda Banten, publik pun berharap kasus ini segera terungkap secara gamblang. Tidak ada ruang sedikit pun bagi premanisme di Banten. Kapolda Banten mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberantas aksi-aksi kekerasan dan premanisme yang meresahkan. Dukungan dari masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
