Berita  

Dua Gol Ronaldo di Laga Penentu, Al Nassr Akhiri Puasa Gelar Liga

Exposenews.id – Sebuah kemenangan telak 4-1 atas Damac pada Kamis (21/5/2026) secara dramatis mengukuhkan perjalanan panjang Cristiano Ronaldo bersama Al-Nassr FC menuju puncak klasemen Liga Arab Saudi musim 2025-2026. Di balik pesta juara yang meriah ini, media lokal melaporkan sebuah narasi luar biasa tentang kebangkitan instan yang diperagakan Ronaldo dkk usai kegagalan besar yang menghantam mereka hanya beberapa hari sebelumnya di ajang antarklub Asia. Jadi, pesta gelar ini terasa lebih manis karena lahir dari situasi yang hampir hancur.

Baca Juga: Aston Villa Juara Liga Europa 2026, Unai Emery Kini Koleksi 5 Gelar

Ronaldo sendiri mencetak dua gol brilian dalam laga penentuan yang berlangsung di Stadion Al-Awwal Park, Riyadh, pada Jumat (22/5/2026) dini hari WIB. Dengan dua gol itu, sang megabintang langsung memastikan Al-Nassr mengakhiri musim dengan nyaman di puncak klasemen Saudi Pro League. Gelar ini terasa sangat istimewa karena menjadi trofi liga pertama Ronaldo sejak dirinya pertama kali bergabung dengan raksasa Arab Saudi itu pada akhir tahun 2022. Sebelumnya, sejak ia datang, Al-Nassr hanya finis di posisi kedua pada dua musim pertamanya dan bahkan melorot ke posisi ketiga musim lalu. Nah, kali ini semuanya berubah total.

Bom Waktu di Final ACL 2, Rekor Mentah Hancur Seketika

Kegagalan paling menyakitkan justru datang hanya lima hari sebelum mereka meraih gelar liga ini. Dalam final Liga Champions Asia Two (ACL 2), Al-Nassr harus menelan pil pahit kekalahan dari klub raksasa Jepang, Gamba Osaka. Padahal, sepanjang debut mereka di kompetisi tersebut, Al-Nassr telah mencetak 33 gol dari 10 laga — sebuah statistik gila! Al Nassr juga dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi itu, dengan delapan gol lebih banyak daripada pesaing terdekat mereka. Lebih lanjut, tim ini juga mencatatkan tujuh clean sheet dari 10 laga, sebuah rekor pertahanan terbaik ketiga dalam sejarah kompetisi. Ironisnya, semua pencapaian mentereng itu harus pupus di partai puncak.

Baca Juga: UEFA Akan Rombak Sistem Kualifikasi Piala Dunia 2030 demi Pertandingan Lebih Kompetitif

Kekalahan 0-1 di kandang sendiri, Riyadh, itu terasa lebih pahit karena merupakan kekalahan keempat bagi Ronaldo dalam empat final sejak ia memperkuat Al-Nassr. Keempat final itu adalah Piala Raja, ACL 2, dan Piala Super Saudi (dua kali). Bisa dibayangkan, betapa frustrasinya sang megabintang. Dalam final tersebut, pemain berusia 41 tahun ini hampir saja mencetak gol penyelamat, tetapi sayangnya, tandukan jarak dekatnya dari umpan silang Joao Felix masih melebar tipis di samping gawang. Alhasil, satu-satunya kesuksesan final yang pernah ia raih selama di Arab Saudi hanyalah Piala Champions Klub Arab, sebuah kompetisi tidak resmi, pada tahun 2023. Itu pun terasa seperti pelepas dahaga yang minim gengsi.

Air Mata Berubah Standing Ovation, Rekor Dunia Menanti

Kini, semua air mata kesedihan yang tumpah di final ACL 2 itu dengan cepat berubah manjadi euforia kesuksesan. Ronaldo yang terlihat sangat emosional, saat keluar dari lapangan diiringi tepuk tangan meriah dari puluhan ribu penonton yang berdiri, sementara pertandingan masih menyisakan tiga menit waktu normal. Penonton memberi standing ovation karena mereka tahu betul: dari puing-puing kekecewaan, sang legenda langsung membangkitkan timnya. Setelah pertandingan, ruang ganti Al-Nassr dilaporkan berubah menjadi lautan selebrasi dan yel-yel kemenangan yang menggema hingga larut malam.

Baca Juga: Inter Miami Gencar Incar Casemiro, Peluang Reuni dengan Messi di MLS Semakin Terbuka

Lebih membanggakan lagi, peraih lima Ballon d’Or ini kini secara resmi telah mengoleksi delapan gelar liga domestik yang tersebar di lima negara besar: Portugal, Inggris, Spanyol, Italia, dan terbaru Arab Saudi. Catatan mentereng ini langsung diakui oleh pengamat sepak bola internasional sebagai bukti otoritas Ronaldo di berbagai medan pertempuran. Selanjutnya, sang penyerang gaek itu akan memfokuskan diri untuk membela tim nasional Portugal di Piala Dunia 2026. Turnamen itu rencananya menjadi penampilan keenam Ronaldo di ajang sepak bola terbesar dunia — sebuah rekor absolut untuk pemain putra yang kemungkinan tidak akan terpecahkan dalam beberapa dekade ke depan.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com