WONOGIRI, Exposenews.id -Sebuah video memperlihatkan pemandangan yang sungguh di luar nalar: warga berbondong-bondong berebut menangkap ikan yang baru saja ditebar ke sungai di Wonogiri, Jawa Tengah. Alih-alih dibiarkan melestarikan lingkungan, ikan-ikan malang itu langsung diserok habis-habisan secara ramai-ramai. Kocak sekaligus miris, kan?
Nah, video kocak sekaligus mengherankan ini pertama kali diunggah oleh akun Threads @komadotid. Tak butuh waktu lama, rekaman itu pun langsung menjadi bahan perbincangan hangat para warganet. Dalam cuplikan yang tersebar luas tersebut, tampak jelas sejumlah warga dengan penuh semangat membawa berbagai macam alat, mulai dari jaring, serokan ikan, hingga ember besar. Mereka semua kompak menangkap ikan yang baru saja ditebar dari sebuah papan panjang menyerupai talang air. Aksi spontan dan serbuan mendadak ini sontak memicu gelak tawa sekaligus kecaman dari netizen.
Warganet Banjir Komentar Lucu dan Menohok: “Ini Gambaran Anggaran Cair!”
Sontak saja, aksi dadakan warga itu memicu banyak komentar lucu, kritis, dan bahkan sangat menohok dari warganet. Misalnya, seorang akun dengan nama @a*******j** menuliskan sindiran pedas sekaligus bijak, “Berikan ikan kepada warga, maka warga akan kenyang sehari. Berikan ikan kepada sungai, maka warga akan kenyang berhari-hari.” Wah, dalam banget maknanya, ya!
Tak hanya itu, komentar lain pun semakin ramai dan berhasil mengundang beragam respons dari pengguna media sosial lainnya. Akun @go dengan santai menyarankan, “Lain kali tebar anakan wader, anakan sirat, anakan sepat, anakan ceba, terus jangan buat pengumuman, diem-diem bae, cukup divideo pake HP buat laporan.” Saran ini ia tutup dengan emoji tertawa yang menggambarkan rasa gemas sekaligus prihatin. Selanjutnya, akun @a***r dengan tegas melontarkan sindiran tajam, “Gambaran ketika ada anggaran cair dari pusat. Yang bawah udah siap-siap ngambil.” Komentar ini pun langsung dibanjiri ribuan like dan balasan setuju dari warganet lainnya.
Kronologi Penebaran: Aksi CSR Berujung Petaka Viral!
Dalam narasi unggahan viral tersebut, disebutkan bahwa kegiatan penebaran 250 kilogram ikan ini dilakukan oleh PT Prima Paper Indonesia (PPI) pada hari Sabtu, 16 Mei 2026, tepat di Kabupaten Wonogiri. Seharusnya, penyebaran ribuan ikan ini merupakan bagian mulia dari kegiatan pelestarian lingkungan dan upaya menjaga ekosistem sungai setempat. Namun, siapa yang menyangka? Belum genap ikan-ikan itu berenang bebas, warga sudah terlihat langsung merangsek masuk ke sungai. Mereka bertindak cepat, sigap, dan kompak menangkap ikan-ikan tersebut seolah sedang mengikuti lomba serok ikan dadakan. Akibatnya, niat baik untuk konservasi pun buyar sudah.
Penjelasan Resmi DKPKP Soal Insiden Viral Tersebut
Merespons kehebohan ini, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Wonogiri akhirnya buka suara. Staf Bidang Kelautan dan Perikanan DKPKP Wonogiri, Suryo, menjelaskan bahwa pihaknya sudah bergerak cepat. “Kami sudah melakukan koordinasi dan klarifikasi dengan PT Prima. Tadi kami diterima asisten manajer dan dari general affair-nya mengakui bahwa memang kemarin itu benar melakukan kegiatan penebaran,” ujar Suryo saat ditemui pada Kamis (21/5/2026). Menurut Suryo, penebaran 250 kg indukan ikan bawal ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PPI.
Tujuan mulianya adalah untuk menjaga kelestarian sumber daya ikan di sungai. Kegiatan itu berlokasi di Sungai Timang, Desa Wonokarto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, yang merupakan aliran Bengawan Solo dekat kawasan perusahaan. Fakta menarik lainnya, PT PPI ternyata sudah tiga kali melakukan aksi serupa sepanjang tahun ini, yaitu pada 7 Maret, 17 Maret, dan terakhir 16 Mei 2026. Namun, baru kali inilah aksi penebaran berujung viral karena ulah warga.
Klarifikasi Pihak Perusahaan: “Yang Nangkap Bukan Warga yang Diundang!”
Lalu, bagaimana penjelasan PT PPI terkait ulah warga yang bertindak di luar batas kewajaran? Suryo pun menyampaikan klarifikasi dari manajemen perusahaan. “Pihak perusahaan mengatakan bahwa yang menangkap itu sebenarnya bukan warga sekitar yang diundang, melainkan dari warga lain. Itu informasinya,” tegas Suryo. Kelanjutan penjelasannya, “Masyarakat saking antusiasnya dan tidak tahu kalau ikan itu untuk penebaran di sungai agar berkembang biak, malah langsung ditangkap.” Wah, miris sekali, ya!
Antusiasme yang salah arah ini pun menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Lebih lanjut, Suryo juga menyoroti jenis ikan yang ditebar. Menurut analisisnya, penggunaan bibit ikan akan jauh lebih efektif dibandingkan menggunakan indukan. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan, jangan pakai indukan lagi. Karena indukan langsung diambil warga. Kalau pakai bibit, nanti setelah besar baru bisa ditangkap,” terangnya dengan nada bijaksana.
Komitmen Evaluasi dan Permintaan Maaf dari PT PPI
Suryo juga mengungkapkan kabar terbaru bahwa PT PPI sudah menyadari kesalahan teknis ini. “Pihak perusahaan juga sudah menyampaikan permohonan maaf terkait permasalahan viral ini. Mereka berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh ke depannya,” jelas Suryo. Bahkan, sebagai tindak lanjut yang konkret, DKPKP bersama PT PPI akan segera menggelar edukasi massal dan memberikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat. Edukasi ini penting dilakukan agar insiden serupa tidak terulang lagi di masa mendatang. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PT PPI masih belum memberikan keterangan resmi lebih detail terkait kerugian dan langkah strategis ke depannya. Namun yang jelas, kejadian ini telah menjadi bahan pembelajaran bagi semua pihak bahwa konservasi ekosistem butuh kesadaran kolektif, bukan sekadar aksi serbuan ikan instan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
