Berita  

Gempa Bitung M 7,6 Runtuhkan Kanopi GOR KONI Manado, Seorang Lansia Tewas Tertimpa

MANADO, Exposenews.id – Musibah tak terduga merenggut nyawa seorang lansia ketika gempa dahsyat mengguncang wilayah Sulawesi Utara. Seorang warga lanjut usia meninggal dunia setelah reruntuhan kanopi Hall A, GOR KONI Sulut, menimpanya pada Kamis (2/4/2026). Peristiwa tragis ini langsung menjadi pusat perhatian warga Manado yang masih diliputi ketakutan.

Baca Juga: Akhiri Penantian 24 Tahun, Turkiye Sukses Lolos ke Piala Dunia 2026

Guncangan kuat yang berasal dari gempa bumi berkekuatan M 7,6 itu berpusat di 127 kilometer tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara. Akibat getaran yang luar biasa, bangunan GOR KONI Sulut tak mampu bertahan, dan kanopi tersebut roboh menimpa siapa saja yang berada di sekitarnya.

Korban jiwa dalam peristiwa ini adalah seorang lansia perempuan berusia 70 tahun bernama Deice Lahia, warga Tateli, Kabupaten Minahasa. Beliau diketahui sehari-hari berjualan di sekitar lokasi kejadian. Sang nenek merupakan salah satu pedagang yang biasa mengais rezeki di kawasan GOR KONI Sulut, yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sario Utara, Kecamatan Sario, Kota Manado. Bencana alam ini merenggut nyawanya secara mendadak, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan pedagang lainnya.

Baca Juga: Bocah 13 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Sungai Mahakam Saat Ambil Bola yang Jatuh

Proses evakuasi jenazah korban berjalan cepat berkat sigapnya tim penyelamat. Saat ini, jenazah Deice Lahia sudah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Manado untuk proses lebih lanjut.

DATA KORBAN TERUS BERTAMBAH: DARI PAKU SAMPAI LOMPAT DARI KETINGGIAN!

Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Awi Setiyono, memberikan keterangan resmi terkait dampak gempa yang masih terus didata. Menurutnya, selain korban meninggal dunia, pihaknya juga menangani satu orang pedagang yang mengalami cedera akibat tertusuk paku. “Yang satu luka ringan saja kena paku dan sudah dirawat di RS Bhayangkara dan sudah kembali,” jelas Brigjen Pol Awi dengan tegas, Kamis (2/4/2026). Pedagang tersebut beruntung karena lukanya tidak serius dan kini sudah diperbolehkan pulang.

Baca Juga: 7 Tersangka Kasus Bea Cukai, KPK Geledah Safe House dan Sita Belasan Juta Dolar AS

Namun, cerita menegangkan datang dari insiden lain yang membuat bulu kuduk merinding. Wakapolda mengungkapkan bahwa ada seorang perempuan nekat melompat dari lantai 2 Toko Pelangi Manado saat gempa berlangsung. Kepanikan ekstrem melanda perempuan tersebut hingga dia mengambil tindakan drastis melompat dari ketinggian. Saat ini, korban sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. “Sudah dibawa ke RS Bhayangkara, dari pemeriksaan pinggang ke bawah tidak mengalami keretakan, mungkin stress, saat ini masih dirawat,” ungkapnya. Meski tidak mengalami patah tulang, trauma psikologis tampaknya masih menyelimuti dirinya.

Baca Juga: Pemprov Jatim Percepat 2 Proyek Waste to Energy di Surabaya dan Malang Raya

Bukan hanya itu, insiden kecelakaan non-runtuhan juga terjadi di depan Hotel Lion Manado. Seorang warga yang sedang asyik olahraga pagi tiba-tiba terjatuh akibat guncangan keras. Peristiwa nahas ini mengakibatkan warga tersebut mengalami luka cukup serius hingga harus mendapatkan enam jahitan. “Sementara itu, laporan tambahan masih terus didata oleh pihak kepolisian,” tambah Wakapolda, mengindikasikan bahwa jumlah korban bisa bertambah seiring dengan proses pendataan di lapangan.

KONDUSIF NAMUN TETAP WASPADA! WAKAPOLDA: POTENSI GEMPA SUSULAN MASIH ADA!

Meskipun kepanikan sempat melanda berbagai sudut kota, Wakapolda Sulut memastikan bahwa kondisi di sejumlah wilayah seperti Bitung dan daerah kepulauan dilaporkan tetap kondusif. Syukurlah, tidak ditemukan adanya kenaikan air laut atau indikasi tsunami yang kerap menjadi momok menakutkan setelah gempa besar. Namun demikian, kerusakan fisik tidak bisa dihindari. Beberapa rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga ada yang roboh total.

Menghadapi situasi ini, masyarakat tidak boleh lengah. Wakapolda dengan tegas mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap tenang namun waspada. Mengingat Sulawesi Utara berada di kawasan rawan gempa atau Ring of Fire, potensi gempa susulan masih bisa terjadi kapan saja. “Kalau terjadi guncangan, segera keluar rumah dan hindari bangunan yang berpotensi runtuh,” pesannya. Imbauan ini disampaikan secara berulang oleh pihak berwenang agar tidak ada lagi korban jiwa akibat kelalaian atau kepanikan yang tidak terkendali.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com