Exposenews.id – Sebuah tragedi mencekam yang membuat bulu kuduk merinding terjadi di perairan Sungai Mahakam. Nasib nahas menimpa seorang anak laki-laki berusia 13 tahun, Muhammad Abidzhar, yang ditemukan tak bernyawa setelah buaya ganas menerkamnya. Peristiwa pilu ini terjadi di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, dan sontak mengguncang warga sekitar.
Musibah tragis itu bermula ketika korban asyik bermain bola bersama teman-temannya di area tepian sungai. Awalnya, suasana begitu santai dan penuh canda tawa, namun tak disangka, detik-detik maut datang begitu cepat tanpa memberi ampun.
Baca Juga: Pemprov Jatim Percepat 2 Proyek Waste to Energy di Surabaya dan Malang Raya
Meiry Sulindra, Kepala Pos Anggana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara, mengungkapkan kronologi kejadian kepada awak media. Ia menjelaskan bahwa peristiwa mengerikan itu berlangsung pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Saat itu, sebuah bola plastik yang mereka gunakan untuk bermain secara tidak sengaja terpental dan jatuh ke sungai. Lokasinya hanya sekitar 15 meter dari bibir sungai, sehingga korban dengan spontan turun untuk mengambilnya tanpa menyadari bahaya mengintai di bawah permukaan air.
Namun, baru beberapa saat kakinya menginjak air, keheningan pagi itu pecah oleh jeritan histeris meminta tolong. Rekan-rekan korban yang masih berada di tepian sontak panik saat melihat Muhammad Abidzhar sempat muncul ke permukaan dengan wajah penuh ketakutan. Sayangnya, sebelum mereka sempat memberikan pertolongan, sesosok predator air dengan cepat menyeret tubuh korban ke dalam gelombang sungai yang kelam, hingga akhirnya lenyap dari pandangan mata.
Baca Juga: Serangan Israel ke Posisi PBB di Lebanon Tewaskan Satu Personel TNI, Tiga Lainnya Luka
Tanpa menunggu lama, warga sekitar segera tancap gas melakukan pencarian mandiri dengan cara menyelam di titik kejadian. Kesigapan mereka pun kemudian dibarengi dengan pengerahan tim gabungan yang cukup besar. Pos SAR Samarinda, BPBD, Satpolair, hingga para relawan bahu-membahu memperluas area penyisiran dengan menggunakan perahu karet dan perlengkapan selam canggih demi menemukan remaja malang tersebut.
Arus Deras Jadi Momok, Buaya Ganas Ikut Mengintai Tim Penyelamat
Pencarian Muhammad Abidzhar ternyata berlangsung alot dan penuh tantangan. Meiry mengungkapkan, kondisi alam justru tidak berpihak pada tim. Saat kejadian, debit air Sungai Mahakam sedang pasang dan menghasilkan arus yang cukup deras, sehingga menyulitkan gerakan para penyelam di kedalaman. Namun, bukan hanya alam yang menjadi kendala utama, kehadiran predator buas di lokasi kejadian pun menambah tingkat kesulitan sekaligus risiko yang sangat tinggi bagi petugas di lapangan.
Baca Juga: Insiden Sebelum Kick-off, Suporter Tewas Usai Jatuh dari Tribun Stadion Azteca
“Memang kendala utama di lapangan adalah binatang buas. Buaya di lokasi itu cukup banyak,” ujar Meiry dengan nada waspada.
Bahkan, selama proses pencarian berlangsung, beberapa kali petugas dan warga disuguhi pemandangan mengerikan. Sesekali, buaya-buaya besar muncul ke permukaan air seolah-olah mengawasi aktivitas pencarian. Salah satu buaya yang terpantau bahkan memiliki ukuran tubuh fantastis, hampir mencapai tiga meter, cukup untuk sekali serangan mematikan.
Puncak dari pencarian dramatis ini akhirnya tiba setelah tim bekerja intensif selama berjam-jam. Sekitar pukul 20.00 Wita, seorang nelayan menemukan sesosok tubuh mengapung di permukaan sungai. Lokasinya cukup jauh, sekitar 1,57 kilometer ke arah hilir dari titik awal korban pertama kali diterkam buaya. Jasad korban ditemukan dalam keadaan utuh, namun sudah tidak bernyawa.
Baca Juga: Kejagung: Sejak Izin Dicabut 2017, Perusahaan Samin Tan Tetap Tambang dan Jual Batu Bara
“Korban ditemukan mengapung, tidak sedang dibawa oleh hewan,” jelas Meiry memberikan detail penting.
Duka Menyelimuti, Keluarga Akhirnya Menerima Kepulangan Korban
Hasil pemeriksaan tim medis dan pihak berwenang menunjukkan bahwa terdapat sejumlah luka menganga pada tubuh remaja tersebut. Luka bekas gigitan buaya itu terlihat jelas pada bagian rahang sebelah kiri, punggung, serta bagian belakang kepala. Meskipun sempat bergelut dengan keganasan alam dan buasnya predator, jenazah Muhammad Abidzhar akhirnya berhasil dievakuasi tim gabungan. Pada Senin malam, kerabat dan keluarga yang telah menunggu dengan harap-harap cemas akhirnya menerima kepulangan korban untuk dikebumikan di rumah duka, meninggalkan duka mendalam bagi seluruh warga Desa Kutai Lama.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
