Berita  

Alexander-Arnold Jalani Hukuman Disiplin dari Arbeloa, Nasib di Timnas Inggris Juga Terancam

Exposenews.id – Trent Alexander-Arnold benar-benar menjadi sorotan dalam laga sengit Real Madrid melawan Atletico Madrid pada pekan ke-29 Liga Spanyol 2025-2026. Dalam duel bertajuk derbi Madrid yang berlangsung di Stadion Bernabeu, Senin (23/3/2026) dini hari WIB, Los Blancos sukses membungkam tetangga sekota dengan skor akhir 3-2.

Meski tidak menjadi pilihan pertama, pemain asal Inggris itu masuk sebagai supersub dan langsung memberikan dampak luar biasa. Ia mencatatkan satu assist manis untuk gol Vinicius Jr pada menit ke-73, yang akhirnya memastikan tiga poin krusial bagi timnya. Namun, di balik gemilangnya penampilan tersebut, publik justru digegerkan dengan keputusan Alvaro Arbeloa yang lebih memilih mencadangkan Alexander-Arnold dan memberikan kepercayaan kepada Dani Carvajal sejak menit awal.

Ketegasan di Balik Kursi Pelatih

Meski penampilan Alexander-Arnold akhir-akhir ini mulai menunjukkan peningkatan, terutama setelah mendapat jatah bermain di Liga Champions dan La Liga, pergantian perannya di laga sepenting melawan Atletico Madrid tetap saja terasa mengherankan bagi banyak pihak. Banyak yang mempertanyakan mengapa pelatih Arbeloa nekat memarkir pemain sekaliber dia di bangku cadangan dalam laga sepanas itu. Apakah ada masalah internal yang lebih besar? Pertanyaan ini pun langsung bergulir deras di kalangan pendukung Madrid dan pengamat sepak bola.

Media Spanyol ternama, MARCA, kemudian membongkar fakta mengejutkan. Mereka melaporkan bahwa keputusan kontroversial tersebut sama sekali tidak didasari oleh alasan taktis atau seleksi pemain biasa. Sumber internal klub mengklaim ada penyebab yang lebih prinsipiil: Alexander-Arnold dikabarkan datang terlambat ke salah satu sesi latihan terakhir pekan itu. Pelanggaran kecil ini ternyata berbuah hukuman besar bagi sang bintang.

Lebih lanjut, MARCA menilai bahwa langkah Arbeloa mencadangkan Alexander-Arnold bukan sekadar rotasi pemain. Ini merupakan bentuk ketegasan luar biasa dari mantan bek legendaris Real Madrid tersebut. Secara tersirat, Arbeloa mengirimkan pesan berapi-api kepada seluruh skuad: disiplin di ruang ganti adalah harga mati. Melalui keputusan ini, ia menekankan bahwa tidak ada satu pun pemain, sekelas bintang sekalipun, yang kebal terhadap aturan tim. Surat kabar itu menambahkan bahwa manajer Arbeloa sengaja mengambil keputusan ini sebagai cara untuk menyampaikan “pesan yang jelas” yang berfokus pada “disiplin dan ketertiban di ruang ganti,” serta menegaskan pentingnya “menghormati kode etik tim.”

Ketika awak media kemudian menanyakan langsung tentang alasan di balik pencadangan Alexander-Arnold, Arbeloa memilih untuk tidak mengonfirmasi atau membantah secara gamblang soal isu disiplin tersebut. Dengan sikap diplomatis namun penuh makna, ia memberikan pernyataan klasik seorang manajer besar. “Di setiap pertandingan, saya selalu memilih sebelas pemain terbaik,” ujar Arbeloa, berusaha menutup pintu spekulasi.

Ia memuji penampilan Dani Carvajal yang tampil solid dan menekankan bahwa ia merasa beruntung memiliki banyak pilihan berkualitas di skuadnya. “Trent memberikan dampak yang besar dan saya beruntung memiliki banyak pilihan bagus, dan semua orang berkontribusi seperti yang mereka lakukan hari ini. Saya ulangi sekali lagi, di setiap pertandingan saya memilih susunan pemain terbaik yang mungkin untuk tim,” pungkasnya, memilih fokus pada kemenangan tim daripada membuka aib internal.

Dari Cadangan Madrid ke Pinggiran Skuad Three Lions

Namun, masalah Trent Alexander-Arnold ternyata tidak berhenti di ruang ganti Real Madrid. Performanya yang terbilang angin-anginan di klub, ditambah dengan hukuman disiplin ini, mulai berdampak serius pada kariernya bersama Timnas Inggris. Peluang bek kanan kreatif ini untuk tampil di Piala Dunia 2026 kini terancam gagal total. Publik sepak bola Inggris mulai mempertanyakan konsistensinya.

Penampilan terakhir Alexander-Arnold untuk Timnas Inggris tercatat pada bulan Juni lalu melawan Andorra, dan hingga saat ini itu menjadi satu-satunya penampilannya di bawah asuhan Thomas Tuchel. Saat itu pun ia hanya masuk sebagai pemain pengganti. Sejak laga tersebut, nama Trent seakan lenyap dari peta pilihan Tuchel. Situasi ini semakin memprihatinkan karena dalam jeda internasional Maret 2026, Tuchel tidak memanggil namanya meskipun bek kanan andalan seperti Reece James sedang absen karena cedera.

Persaingan Ketat yang Mengancam Panggung Dunia

Alih-alih memanggil Alexander-Arnold, Tuchel justru memasukkan nama-nama baru seperti Tino Livramento, Djed Spence, dan bahkan Jarell Quansah untuk mengisi posisi bek kanan. Keputusan ini jelas menunjukkan bahwa pelatih asal Jerman itu sedang mencari opsi lain dan tidak serta-merta bergantung pada nama besar Alexander-Arnold. Tuchel sendiri secara blak-blakan mengakui kepada talkSPORT bahwa ia “belum” berbicara dengan Alexander-Arnold mengenai pencoretannya dari skuad. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan komunikasi dan evaluasi yang mungkin tidak berpihak pada pemain berusia 27 tahun tersebut. Dengan situasi yang terus menekan dari klub maupun negara, masa depan Alexander-Arnold kini berada di ujung tanduk.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version