BULELENG, Exposenews.id – Siapa bilang mudik harus mahal? Pemerintah buktikan kepeduliannya dengan memberangkatkan 560 pemudik dari Bali menuju Pulau Raas, Sumenep, menggunakan kapal negara. Keren banget, kan? Suasana haru dan bahagia mewarnai Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali pada Sabtu (14/3/2026). Sebanyak 280 warga antusias mengikuti program mudik gratis jalur laut menuju Pulau Raas di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Mereka tak sabar bertemu keluarga tercinta setelah sekian lama merantau di Pulau Dewata.
Bukan Sekadar Janji Manis, Pemerintah Gercep Wujudkan Mudik Gratis!
Program mudik gratis ini benar-benar menjadi berkah bagi masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa perlu pusing memikirkan biaya transportasi. Pemerintah memfasilitasi semuanya dengan menggunakan kapal negara, menunjukkan sisi humanis para pejabat yang peduli pada warganya. Bayangkan, biasanya mereka harus merogoh kocek ratusan ribu bahkan jutaan rupiah, sekarang gratis total!
Memasuki hari kedua pelaksanaan, Pemerintah mengerahkan tiga kapal negara sekaligus untuk mengangkut para pemudik. Luar biasanya, kapal-kapal ini bukan sembarang kapal, melainkan armada khusus yang biasanya bertugas menjaga keselamatan laut! Sungguh inovasi brilian yang patut diapresasi.
Tiga Kapal Negara Disiapkan, Bukan Kapal Sembarangan!
Kapal pertama yang diberangkatkan adalah KN Cundamani milik Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Perak Surabaya. Kemudian menyusul KN Nusa Penida dari Distrik Navigasi (Disnav) Benoa yang gagah berlayar mengarungi ombak. Tak ketinggalan KN Masalembu milik Disnav Tanjung Perak Surabaya ikut serta dalam misi mulia mengantar warga mudik.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang, Taufikur Rahman, mengungkapkan data terbaru dengan nada penuh semangat. Hingga Sabtu siang, dua kapal telah sukses mengangkut sekitar 280 pemudik dengan selamat. Ia pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas kelancaran program ini.
“Hari ini angkutan mudik gratis memakai tiga kapal negara. Sementara yang sudah berangkat itu sekitar 100 orang dan 180 orang. Kapal ketiga maksimal juga bisa mengangkut sekitar 180 orang,” jelas Taufikur di Buleleng, Sabtu, dengan wajah sumringah.
Dua Hari Berturut-turut, Warga Berbondong-bondong Ikut Program!
Menariknya, program ini ternyata sudah berjalan sejak sehari sebelumnya. Pada Jumat (13 Maret 2026), sebanyak 280 pemudik juga telah lebih dulu diberangkatkan menuju Pulau Raas dengan selamat. Mereka diangkut menggunakan dua kapal andalan, yakni KN Cundamani yang membawa 100 penumpang dan KN Nusa Penida dengan kapasitas 180 penumpang. Antusiasme warga benar-benar di luar dugaan!
Dengan demikian, total sementara pemudik yang telah diberangkatkan dalam dua hari pelaksanaan program mudik gratis tersebut mencapai sedikitnya 560 orang. Wow, angka yang fantastis untuk sebuah program kemanusiaan! Namun Taufikur cepat-cepat menambahkan bahwa jumlah itu masih berpotensi bertambah. Kapal ketiga pada Sabtu akan segera diberangkatkan menyusul kedua kapal sebelumnya, membawa kebahagiaan bagi puluhan keluarga lainnya.
Yang lebih menggembirakan, program mudik gratis ini ternyata masih akan berlanjut hingga Minggu (15/3/2026). Satu kapal tambahan akan melayani rute yang sama menuju Pulau Raas, memberikan kesempatan bagi lebih banyak warga untuk mudik.
“Untuk besok masih ada satu kapal, KN Nusa Penida, dengan tujuan tetap Pulau Raas,” kata Taufikur dengan penuh keyakinan.
Kapal Kerja Disulap Jadi Kapal Mudik, Aman atau Tidak Sih?
Pertanyaan pun muncul di benak banyak orang, bagaimana mungkin kapal negara bisa digunakan untuk mengangkut pemudik? Taufikur pun menjelaskan dengan detail. Kapal negara yang digunakan dalam program ini merupakan kapal kerja milik pemerintah. Biasanya, armada ini beroperasi untuk kegiatan operasional, navigasi, maupun tugas penyelamatan laut yang penuh tantangan. Tapi jangan khawatir, semuanya sudah melalui prosedur ketat!
“Kapal negara itu peruntukannya sebagai kapal kerja atau kapal SAR. Namun, pada momen angkutan Lebaran ini kami lakukan perbantuan untuk mengangkut saudara-saudara kita dari Bali menuju Pulau Raas,” ujarnya dengan nada bangga.
Meski bukan kapal penumpang reguler, Taufikur memastikan bahwa seluruh kapal yang dioperasikan telah melalui pemeriksaan kelayakan ketat. Otoritas pelabuhan turun tangan langsung memastikan keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama. Tak main-main, setiap detail kapal diperiksa dengan saksama. Para kru kapal juga dipastikan berpengalaman dan siap menghadapi berbagai kondisi cuaca.
“Kapalnya sudah dilakukan ramcek oleh KSOP masing-masing untuk memastikan kapal ini bisa membantu mengangkut penumpang,” pungkasnya meyakinkan.
Suasana di pelabuhan pun semakin mengharukan. Para pemudik tampak membawa oleh-oleh khas Bali untuk keluarga di kampung halaman. Anak-anak kecil berlarian riang di sekitar dermaga, tak sabar menaiki kapal besar yang akan membawa mereka bertemu nenek dan kakek.
Seorang pemudik bernama Siti (34) mengaku sangat terbantu dengan program ini. Ia sudah tiga tahun tidak mudik karena terkendala biaya. Matanya berkaca-kaca saat menceritakan kebahagiaannya bisa pulang kampung gratis bersama dua anaknya. Kisahnya pun menyentuh hati para petugas di pelabuhan.
“Alhamdulillah, senang sekali. Biasanya kami harus nabung berbulan-bulan buat beli tiket. Sekarang gratis, malah dapat makanan dan minuman di kapal. Terima kasih Pemerintah!” ucapnya sambil tersenyum bahagia.
Sementara itu, petugas di pelabuhan bekerja sigap membantu para pemudik naik ke kapal. Mereka dengan sabar mengatur antrean dan memastikan semua penumpang mendapat tempat duduk yang nyaman. Semangat gotong royong terasa kental dalam momen mudik kali ini. Semua pihak bahu-membahu demi kelancaran program.
KN Nusa Penida yang akan kembali berlayar pada Minggu nanti pun tengah dipersiapkan dengan matang. Para kru kapal melakukan pengecekan akhir memastikan semua sistem berfungsi optimal. Navigasi, mesin, hingga perlengkapan keselamatan diperiksa satu per satu. Tak ada celah untuk kelalaian!
Program mudik gratis dengan kapal negara ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah hadir di tengah masyarakat. Momen Lebaran memang selalu identik dengan tradisi pulang kampung. Dan tahun ini, ratusan warga Bali bisa mewujudkannya tanpa menguras kantong. Mereka yang berangkat hari ini diperkirakan akan tiba di Pulau Raas dalam waktu beberapa jam ke depan. Pelukan hangat keluarga tentu sudah menanti di ujung perjalanan. Sungguh kebahagiaan yang tak ternilai harganya.
Dengan total 560 pemudik yang telah diberangkatkan, plus tambahan dari kapal ketiga dan jadwal Minggu besok, program ini diprediksi akan mengangkut lebih dari 700 pemudik. Angka yang sangat signifikan untuk rute Bali menuju Sumenep. Kisah sukses mudik gratis ini pun diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Memanfaatkan aset negara untuk kepentingan sosial di momen spesial seperti Lebaran ternyata sangat berdampak positif bagi masyarakat kecil.
Para pemudik pun kini sudah bersiap melepas sauh. Lambaian tangan dari dermaga dan dari atas kapal menciptakan pemandangan mengharukan. Selamat jalan para pemudik, semoga selamat sampai tujuan dan berkumpul dengan keluarga tercinta!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
