Berita  

Selain Evakuasi, Pemerintah Thailand Siapkan Santunan Rp 1 Miliar bagi Korban Banjir

BANGKOK, Exposenews.id – Bencana banjir besar yang melanda Asia Tenggara ternyata tidak hanya mencengkeram Indonesia, lho! Faktanya, Thailand juga mengalami kelumpuhan di sejumlah wilayahnya. Nah, yang bikin terkejut, Pemerintah Negeri Gajah Putih ini bahkan dengan sigap menyiapkan kompensasi fantastis, yakni hingga 2 juta baht atau sekitar Rp 1 miliar, khusus untuk keluarga setiap korban yang meninggal! Sungguh, langkah ini langsung menyita perhatian banyak pihak.

Korban Jiwa Tembus 600 Orang, Asia Tenggara Terpuruk

Sebelum kita bahas lebih dalam, mari kita lihat skala bencananya. Jadi, banjir dan tanah longsor akibat hujan monsun pekan ini memang telah menghantam tiga negara sekaligus: Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Terlebih, hingga laporan pada Minggu (30/11/2025), total korban jiwa di kawasan tersebut secara mengejutkan telah melampaui angka 600 orang. Situasi ini benar-benar memilukan.

Sekarang, kita geser fokus ke Indonesia dulu. Di sini, situasinya masih sangat kritis! Korban meninggal dilaporkan terus meningkat menjadi 442 orang, sementara 402 lainnya masih dalam status hilang. Tidak berhenti di situ, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat ada 646 orang yang mengalami luka-luka. Dua wilayah di Sumatera Utara, yaitu Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, sampai saat ini masih terisolasi parah. Menanggapi hal ini, Kepala BNPB Suharyanto langsung mengambil tindakan cepat dengan memberangkatkan dua kapal perang dari Jakarta. Kapal-kapal tersebut rencananya akan tiba di Sibolga pada Senin (1/12/2025) ini.

Sementara itu, di Nagari Sungai Nyalo yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Padang, air memang mulai surut pada Minggu. Akan tetapi, masalah baru langsung muncul! Rumah-rumah warga, kendaraan, serta lahan pertanian mereka ternyata masih tertutup oleh lumpur tebal. Para warga setempat pun mengeluh karena akses jalan belum juga dibuka dan, yang lebih memprihatinkan, bantuan dari luar sampai detik ini belum ada yang tiba. Bayangkan betapa beratnya ujian mereka!

Ganti Rugi Fantastis dari Pemerintah Thailand

Nah, sekarang kita balik lagi ke Thailand. Di negara ini, sedikitnya 162 orang menjadi korban meninggal dalam salah satu banjir terburuk yang mereka alami dalam satu dekade terakhir. Sebagai respons, Pemerintah Thailand terus tanpa henti mengirimkan bantuan sekaligus mempercepat proses pembersihan di area-area yang terdampak. Menurut laporan The Nation Thailand, Juru Bicara Pemerintah Siripong Angkasakulkiat mengungkapkan sebuah perintah penting dari Perdana Menteri Anutin Charnvirakul. Sang PM memerintahkan semua instansi terkait untuk mempercepat pemulihan pascabanjir dan upaya bantuan, khususnya di Hat Yai, Songkhla.

Tujuan dari semua aksi cepat ini sangat jelas: mereka ingin mengembalikan kota beserta penduduknya ke keadaan normal secepat mungkin setelah diterjang banjir dahsyat tersebut. Untuk mewujudkannya, Siripong menyebut bahwa Pemerintah Thailand telah menentukan delapan langkah pemulihan utama yang akan segera dimulai. Langkah-langkah ini secara khusus menargetkan individu dan bisnis yang terdampak banjir. Dan inilah bagian yang paling menarik: langkah tersebut termasuk pemberian kompensasi kepada keluarga korban tewas dengan nilai maksimal 2 juta baht (sekitar Rp 1 miliar)! Komitmen finansial ini jelas menunjukkan keseriusan pemerintah.

Meski terlihat tanggap, bukan berarti pemerintah Thailand lepas dari masalah. Faktanya, mereka justru harus menghadapi kritik pedas dari publik terkait lambannya respons di awal bencana. Kritikan ini rupanya tidak main-main, karena dua pejabat lokal bahkan dilaporkan telah dipecat akibat dugaan kelalaian dalam menangani situasi. Hal ini membuktikan bahwa tekanan untuk bertindak benar-benar besar.

Malaysia Juga Terdampak, Monsun Diperparah Badai

Lalu, bagaimana dengan negara tetangga lainnya? Ternyata, Malaysia juga tak luput dari dampaknya. Di sana, dua orang dilaporkan meninggal setelah banjir merendam sebagian wilayah Perlis. Lantas, apa sebenarnya pemicu utama bencana beruntun ini? Musim monsun yang biasanya berlangsung dari Juni hingga September memang selalu membawa hujan deras. Namun, situasi tahun ini jauh lebih buruk karena diperparah oleh pengaruh badai tropis. Kondisi cuaca ekstrem inilah yang kemudian berkontribusi pada curah hujan yang lebih tinggi, banjir bandang, hingga angin kencang.

Peringatan Iklim: Bencana Bisa Makin Sering Terjadi

Terakhir, kita perlu melihat akar permasalahan yang lebih dalam. Dikutip dari AFP, para ahli dengan tegas menyebut bahwa perubahan pola cuaca akibat perubahan iklim turut memperpanjang durasi hujan dan meningkatkan intensitas badai yang melanda kawasan Asia Tenggara tahun ini. Dengan kata lain, bencana alam ekstrem seperti ini mungkin akan lebih sering kita hadapi di masa depan jika isu global ini tidak ditangani secara serius. Jadi, tragedi yang merenggut ratusan nyawa ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi kita semua untuk lebih memperhatikan lingkungan.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version