Exposenews.id – Pasca-banjir hebat melanda Kota Medan, sebuah pemandangan tak biasa justru menyita perhatian! Bukannya sibuk membersihkan rumah, warga malah rami-ramai memadati SPBU. Bahkan, antrean kendaraan bisa mengular fantastis hingga ratusan meter. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi? Ternyata, semua bermula dari gangguan distribusi BBM akibat banjir. Akan tetapi, pihak Pertamina langsung buka suara dan mengambil langkah cepat untuk mengatasi kekacauan ini.
Pertamina Pastikan Stok Aman dan Buka Layanan 24 Jam
Menanggapi situasi genting itu, Gusti Bagus Suteja, selaku Region Manager Retail Sales Pertamina Sumbagut I, langsung memberikan penjelasan tegas. Ia menyatakan bahwa antrean panjang tersebut memang terjadi karena banjir sempat memperlambat proses pendistribusian. Namun demikian, ia meyakinkan publik bahwa kondisi saat ini sudah berangsur pulih. Lebih lanjut, Gusti menegaskan bahwa stok BBM dan LPG untuk Sumatera Utara sebenarnya sangat aman dan lebih dari cukup. “Kami pahami dengan cuaca buruk kemarin, jalur distribusi kami sempat terganggu. Akan tetapi, sekarang penyaluran ke SPBU sudah normal kembali. Jadi, konsumen sama sekali tidak perlu khawatir,” tegasnya saat berbincang di Posko Tanggap Darurat Bencana Sumut.
Pernyataan tersebut ia sampaikan bukan tanpa aksi nyata. Pasalnya, usai mengikuti rapat koordinasi darurat dengan Wakil Gubernur Sumut, Surya, Pertamina langsung menjalankan sebuah strategi jitu! Untuk mengatasi kepadatan, mereka segera membuka operasional SPBU secara nonstop selama 24 jam. Pada tahap awal, fokus pelayanan tentu saja mereka tujukan untuk Kota Medan. Dengan demikian, diharapkan antrean pembelian BBM yang sempat viral itu bisa segera terurai. “Kami harap konsumen tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan saja. Oleh karena itu, antrean diharapkan cepat normal,” harap Bagus. Tak hanya itu, Pertamina juga berkoordinasi ketat dengan aparat kepolisian demi menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi-lokasi SPBU.
Kepanikan Warga Picu Antrean Mengular Hingga Ratusan Meter
Lalu, seperti apa sebenarnya situasi riil di lapangan sebelum langkah darurat diambil? Ternyata, kondisi saat itu benar-benar luar biasa! Berdasarkan pantauan di dini hari buta, tepatnya Minggu pukul 01.30, dua SPBU di Jalan Tritura sudah dipenuhi warga yang antre. Bahkan, antrean kendaraan terpantau mengular begitu panjang, mencapai sekitar 100 meter keluar dari area SPBU. Melihat situasi ini, kepolisian pun turun tangan langsung untuk berjaga dan menciptakan situasi yang kondusif.
Namun demikian, antrean yang terlalu ekstrem ini akhirnya membuat banyak pengendara motor memilih menyerah dan pulang. “Daripada nanti kena begal karena kelamaan mengantre, lebih baik saya pulang saja. Semoga saja, nanti sore atau siang antreannya sudah berkurang,” keluh Panji, salah seorang pengendara motor yang gigit jari. Selain itu, Panji juga mengaku sudah mencoba mencari BBM eceran, tetapi tidak ada satupun warga yang mau menjualnya.
Dampak dari antrean gila-gilaan ini ternyata sangat nyata. Tak sedikit pengendara motor yang kehabisan bensin di tengah jalan sebelum sampai ke SPBU. Alhasil, mereka terpaksa mendorong kendaraannya atau minta bantuan teman. Menariknya, kepadatan ternyata tidak hanya terjadi di malam atau dini hari. Bahkan pada siang bolong, situasi masih sangat ramai! Contohnya, ratusan warga masih terlihat mengantre di SPBU Jalan Brigjen Hamid sekitar pukul 13.00. Saking panjangnya, antrean kembali membludak hingga ke badan jalan raya. Kondisi ini akhirnya memaksa petugas mengarahkan kendaraan lain untuk melalui jalur alternatif. Meski begitu, menjelang sore hari situasi mulai menunjukkan perbaikan. Menjelang pukul 15.00, antrean di SPBU Jalan Brigjen Katamso disebutkan masih padat, tetapi sudah bisa tertampung di dalam area SPBU tanpa mengular keluar.
Berdasarkan penjelasan resmi dari Pertamina dan fakta di lapangan, krisis antrean BBM pasca-banjir di Medan ini terutama dipicu oleh kepanikan membeli (panic buying). Sebagai perusahaan energi terpercaya, Pertamina telah menunjukkan komitmennya dengan membuka akses 24 jam dan menjamin stok yang aman. Nah, sebagai konsumen yang cerdas, langkah terbaik yang bisa kita ambil adalah tetap tenang dan membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan. Dengan begitu, stok akan terdistribusi secara merata dan antrean panjang seperti ini bisa kita cegah bersama di masa mendatang. Ingat, kepanikan justru akan memperparah situasi, sementara ketenangan dan kepercayaan pada informasi resmi akan membantu pemulihan berjalan lebih cepat.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
