Exposenews.id – Bencana banjir dan tanah longsor besar secara tiba-tiba menerjang tiga provinsi di Sumatera. Akibatnya, sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini benar-benar tidak bisa dilalui. Kondisi kritis ini secara langsung menambah tantangan berat bagi tim penanganan darurat, mulai dari proses evakuasi korban hingga distribusi logistik yang sangat vital.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dengan tegas mengonfirmasi besarnya dampak bencana ini. Beliau menyatakan bahwa bencana hidrometeorologi beruntun ini telah merenggut 174 nyawa, sementara 79 orang masih dinyatakan hilang dan 12 lainnya mengalami luka-luka. “Per hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 dan 42 masih dalam pencarian. Namun, data ini pasti akan terus berkembang mengingat masih banyak titik-titik lokasi bencana yang belum berhasil ditembus oleh tim penyelamat. Kami sangat menduga di lokasi longsor itu masih ada korban jiwa yang terperangkap,” ujar Suharyanto dengan penuh keprihatinan dalam konferensi persnya di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, pada Jumat (28/11/2025).
Sumatera Utara: Jalur Nasional Amblas dan Terputus di Beberapa Titik
Tanpa disangka, Sumatera Utara justru menjadi wilayah dengan jumlah korban terdampak paling banyak. Gangguan infrastruktur yang sangat parah secara efektif memutus sejumlah jalur utama penghubung. Berikut ini daftar jalan yang terputus di Sumut:
- Pertama, jalur nasional strategis Sidempuan–Sibolga terputus total di satu titik akibat tanah longsor yang sangat besar.
- Selanjutnya, jalur vital Sipirok–Medan juga ikut terputus di dua titik berbeda, mengisolasi arus transportasi.
- Selain itu, ruas Singkuang–Tabuyung di Mandailing Natal sama sekali tidak bisa dilalui setelah banjir bandang dan longsor menghancurkan permukaan jalan.
- Terakhir, ruas Bulu Soma–Sopotinjak, juga di Mandailing Natal, mengalami kerusakan sedemikian parahnya sehingga kendaraan tidak mungkin lagi melewatinya.
Akses yang terputus total ini memaksa pemerintah untuk hanya mengandalkan alat berat dan operasi udara dalam mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke lokasi-lokasi terisolir.
Aceh: Banyak Daerah Terisolasi Parah, Jembatan Utama Runtuh!
Sementara itu, di Aceh, kerusakan infrastruktur yang lebih dahsyat lagi membuat sejumlah wilayah benar-benar terisolasi dari dunia luar. Daftar kerusakan di Aceh menunjukkan situasi yang sangat memilukan:
- Yang paling krusial, jalur nasional di perbatasan Sumut–Aceh terputus sama sekali oleh longsoran tebing yang sangat besar.
- Lebih parah lagi, jembatan utama di Meureudu dilaporkan mengalami kerusakan struktural yang sangat berat. Kerusakan ini secara otomatis memutus konektivitas jaringan transportasi utama yang menghubungkan Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, hingga Aceh Tamiang.
- Akibatnya, wilayah-wilayah penting di Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah sekarang tidak bisa diakses sama sekali melalui jalan darat. Jalan nasional dan jembatan di sana dinyatakan mengalami kerusakan total.
Kondisi Aceh yang sangat memprihatinkan ini menjadikan jalur udara sebagai satu-satunya akses stabil menuju daerah terdampak, dengan memanfaatkan Bandara Perintis Gayo Lues dan Bandara Rembele Bener Meriah. “Kami memprediksi data ini akan terus bertambah. Sementara ini, tim kami telah mendata 35 jiwa yang meninggal dunia khusus akibat banjir di Aceh,” tambah Suharyanto dengan wajah khawatir.
Sumatera Barat: Jalur Bukittinggi-Padang Tertutup Longsor, Ratusan Kendaraan Terjebak!
Tidak kalah serunya, Sumatera Barat juga mencatat beberapa titik longsor dan kerusakan jembatan yang sangat parah. Bencana ini secara efektif memutus akses antarwilayah dan—yang lebih mengerikan—menjebak ratusan kendaraan di tengah perjalanan. Inilah daftar jalan terputus di Sumbar:
- Sebagai informasi, jalur nasional paling sibuk, Bukittinggi–Padang, kini lumpuh total akibat satu titik longsor besar di kawasan Padang Panjang yang menutupi seluruh badan jalan.
- Tak hanya itu, jalur provinsi di Kabupaten Agam juga ikut terputus oleh longsor yang terjadi di beberapa titik sekaligus.
- Di tempat lain, Padang Pariaman melaporkan setidaknya 5 jembatan mengalami kerusakan struktural yang sangat berat dan membahayakan.
- Yang paling menyita perhatian, di Ampek Koto, Agam, sekitar 200 kendaraan dilaporkan terjebak karena jalan di depan mereka tiba-tiba terputus dan tidak bisa dilanjutkan.
“Jumlah pengungsi yang berhasil kami data saat ini mencapai 3.900 KK. Wilayah dengan kondisi terparah kami temukan di Padang Pariaman, Tanah Datar, Kabupaten Solok, dan Kota Padang,” jelas Suharyanto dengan rinci.
Strategi Cerdas BNPB: Gempur Awan Hujan dengan Operasi Modifikasi Cuaca!
Menghadapi kondisi darurat dimana akses darat sebagian besar lumpuh total, BNPB mengambil langkah inovatif dan proaktif. Mereka secara resmi meluncurkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di ketiga provinsi untuk mengalihkan awan hujan dari wilayah-wilayah kritis yang paling menderita. Operasi canggih ini secara terencana dilaksanakan dari tiga pangkalan udara strategis:
- Di Aceh, operasi langsung dikerahkan dari Bandara Sultan Iskandar Muda.
- Sementara di Sumut, pesawat dari Bandara Kualanamu telah melakukan empat sorti penerbangan dengan menyebarkan 3.200 kg bahan semai NaCl dan CaO ke angkasa.
- Sedangkan untuk Sumbar, operasi direncanakan dimulai pada Sabtu (29/11) dari Bandara Internasional Minangkabau untuk mencegah curah hujan lebih lanjut.
Dengan segala upaya yang dilakukan, pemerintah berharap bencana ini dapat segera teratasi dan akses logistik ke daerah terdampak dapat segera dibuka kembali.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
