Berita  

Material Longsor Tutup Jalan Taput-Tapteng, Akses Sementara Hanya Sampai Km 17,8

Exposenews.id – Bencana alam dahsyat secara tiba-tiba mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, sejak Rabu (26/11/2025). Akibatnya, banjir dan tanah longsor yang menerjang puluhan titik dengan ganasnya langsung mengganggu akses jalan utama di wilayah tersebut. Material longsor pun menutupi badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menjadi penghubung vital antara Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Kondisi kritis ini tidak hanya menghambat mobilitas warga sehari-hari, tetapi juga memutus jalur evakuasi dan distribusi bantuan yang sangat dibutuhkan.

Akses Transportasi Terkini: Hanya Sampai Km 17,8

Sebagai informasi terbaru, akses Jalinsum Taput–Tapteng kini hanya bisa dilalui hingga km 17,8. Kepala Seksi Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon Baringbing, dengan tegas menjelaskan bahwa proses pembersihan material longsor di Jalinsum masih terus berjalan, namun sayangnya, tim gabungan belum bisa menjangkau seluruh ruas yang terdampak. “Pemkab Taput, TNI Polri dan sejumlah instansi yang terlibat telah berhasil membersihkan material longsoran tanah yang menutupi badan jalinsum Taput-Tapteng hingga KM 17,8 di Desa Lobu Pining Adiankoting,” ungkap Aiptu Walpon dengan penuh semangat, pada Rabu malam (26/11/2025). Ia pun berharap proses pembersihan seluruh ruas jalan yang tertimbun dapat segera diselesaikan, agar nantinya, akses jalan tembus dan jalur distribusi bantuan serta evakuasi korban menjadi lebih lancar.

Tak hanya itu, Walpon kembali mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa ada 53 titik yang terdampak banjir dan tanah longsor di Tapanuli Utara dengan berbagai jenis kerusakan. “Berdasarkan informasi terkini, bencana banjir dan tanah longsor ternyata terjadi di 53 titik lokasi yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 17 orang hilang yang masih dalam pencarian tim evakuasi,” ujarnya dengan nada prihatin. Sebagai rincian, lokasi terdampak terdiri dari 38 titik tanah longsor, 12 titik banjir, dua lokasi pohon tumbang, dan satu titik tiang listrik tumbang. “Kedepannya, setiap perkembangan informasi akan kami sampaikan secara transparan agar seluruh masyarakat mengetahui kondisi terkini di lapangan,” tutupnya memberikan janji.

Korban Jiwa dan Pencarian yang Masih Berlangsung

Di sisi lain, bencana ini telah merenggut dua nyawa akibat banjir dan tanah longsor di Tapanuli Utara. Kedua korban meninggal tersebut merupakan warga Desa Adiankoting, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara. Mereka adalah Bangun Sitompul (53) dan Rey Bastian Sitompul (1) yang merupakan seorang kakek dan cucu. Keduanya meninggal dunia dengan tragis setelah rumah mereka tertimbun material longsor pada Rabu (26/11/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam peristiwa pilu itu, istri Bangun, Betty Hutabarat (40), dilaporkan selamat secara ajaib, tetapi ia mengalami luka-luka.

Lebih mengenaskan lagi, selain korban meninggal, terdapat 17 korban hilang yang hingga kini belum ditemukan akibat banjir dan tanah longsor di Tapanuli Utara. Seluruh korban hilang tersebut berasal dari Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, yang menjadi salah satu lokasi terparah terdampak longsor. Tim evakuasi mencatat sembilan korban hilang di lokasi longsor pertama di Desa Sibalanga, yang antara lain adalah Nerla Simanjuntak (52), Sumiati (52), Nur (40), Ayu (35), Amel (10), seorang Nenek (60), Joksan Hutabarat (55), Tiomina Simamora (54), dan Indri Laura Hutabarat (14).

Kemudian, di lokasi longsor kedua di Desa Sibalanga yang sama, tercatat tiga korban hilang, yaitu Seri Hutagalung (60), Jones Sitompul (32), dan seorang bayi berusia 6 bulan yang namanya belum diketahui. Ketiganya diduga kuat masih berada di dalam rumah yang ikut tertimbun longsor dan belum berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat. Sementara itu, di lokasi longsor ketiga di desa yang sama, lima orang lainnya dinyatakan hilang, yaitu Gusmeri, Erni Soer Panggabean, Nita Ayu, Yola, dan seorang balita bernama Arkana Prasaja (1,5). Menyikapi situasi darurat ini, Walpon menegaskan, “Saat ini, Pemkab Taput, TNI dan Polri masih terus mengerahkan semua sumber daya untuk melakukan proses evakuasi dan pencarian atas para korban,” tukasnya penuh tekad.

Secara keseluruhan, kondisi di Tapanuli Utara masih sangat memprihatinkan. Jalan penghubung yang terputus secara signifikan memperlambat upaya pertolongan. Masyarakat pun diharapkan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang. Semoga saja, dengan upaya maksimal dari semua pihak, akses jalan dapat segera pulih total dan semua korban hilang dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com