Berita  

Karier di Luar Negeri Tak Berarti, Ibu Alvaro Pilih Pulang untuk Selamanya Usai Anaknya Tewas

Exposenews.id – Inilah pengakuan pilu Arum, ibu kandung Alvaro, yang hancur hatinya. Sekarang, rasa percaya itu benar-benar pupus dari dirinya.

Arum dengan lirih mengungkapkan betapa hari ini, orang terdekat saja sudah tidak bisa dipercaya. “Emang, gimana lagi?” keluhnya dengan nada hampa.

Terlebih lagi, sebagai seorang perempuan, ia kini merasa semakin takut. Perasaan was-was itu begitu mendalam. Membuatnya hampir-hampir tidak berani untuk melangkah lagi.

Mimpi Buruk dari Negeri Orang: Ibu Bekerja di Kamboja, Anak Hilang di Tanah Air

Mari kita mundur sejenak ke masa lalu yang kelam. Sebelum semua ini terjadi, Arum justru sedang merantau jauh. Ia bekerja di Kamboja untuk menafkahi keluarga.

Pada saat itulah, di tanggal 6 Maret 2025, malapetaka menghampiri. Alvaro, buah hatinya, hilang dibawa kabur oleh seseorang yang tak dikenal.

Akibatnya, Arum baru bisa memijakkan kakinya kembali di tanah air satu bulan setelah kejadian. Dengan segera, ia pun turun langsung mencari Alvaro. Ia berjuang bersama orangtuanya.

Namun, sebuah ironi pahit ternyata menunggu. Suaminya sendiri, Alex Iskandar, yang selama ini ikut mencari, justru terungkap sebagai dalang penculikan. Bahkan, ia juga pelaku pembunuhan Alvaro!

Janji dan Penyesalan: Andai Waktu Bisa Diputar Kembali

Dalam keputusasaannya, Arum pernah mengucapkan sebuah janji kepada Alex. Ia berjanji akan bersedia kembali rujuk. Syaratnya, Alex harus berhasil menemukan Alvaro dalam keadaan sehat.

“Kemarin, pas aku balik ke sini, aku berusaha meyakinkan dia,” kenang Arum. “Aku bilang, ‘Lo cari Alvaro sampai ketemu, kita pasti balikan,’ gitu,” ungkapnya. Kalimat itu dulu ia ucapkan penuh harap.

Kini, penyesalan yang mendalam terus menghantuinya. Andai saja bisa memutar waktu, Arum bersumpah akan melakukan segalanya dengan berbeda.

Ia ingin sekali tetap berada di rumah untuk menjaga Alvaro sendiri. Tanpa membiarkan satu orang pun berkesempatan membawanya pergi.

Sayangnya, semua keinginan itu kini hanya menjadi angan-angan. Mimpi buruk yang tak mungkin terwujud.

“Pastinya, aku enggak akan tinggalkan si Alvaro. Aku akan jagain dia sendiri,” ujarnya dengan suara lirih penuh penyesalan.

“Kalaupun itu terjadi, mungkin hal-hal mengerikan seperti ini bisa terhindarkan. Ya, andai aja bisa diulang, kan? Tapi, kita semua tahu, itu mustahil,” tambahnya. Ia pun menghela napas panjang.

Tabir Kelam Terkuak: Ayah Tiri Adalah Tersangka, Alvaro Ditemukan Meninggal

Sebelum kabar duka ini tersiar, Alvaro Kiano Nugroho harus mengalami nasib tragis. Bocah enam tahun itu menghilang di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan sejak Maret 2025.

Akhirnya, ia ditemukan. Sayangnya, dalam kondisi yang paling tidak diharapkan: telah meninggal dunia.

Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, kemudian mengonfirmasi temuan tragis ini. Pihak kepolisian dengan sigap telah menangkap pelakunya.

Yang membuatnya semakin menyentak, ternyata pelakunya adalah ayah tiri korban sendiri! Alex Iskandar, suami Arum, terbukti sebagai otak kejahatan ini.

“Kami pastikan, sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Selain itu, tersangka juga sudah berhasil kami amankan,” tegas Seala. Pernyataan itu disampaikannya kepada para wartawan pada hari Minggu (23/11/2025).

Saksi Kunci: Pria Misterius di Masjid

Sebagai informasi penting, Alvaro terakhir kali terlihat di sekitar Masjid Jami Al Muflihun, Bintaro. Kejadian ini tepatnya berlangsung pada hari Kamis, 6 Maret 2025.

Pada hari naas itu, seorang pria misterius tiba-tiba muncul ke lokasi. Pria tersebut dengan lancarnya mengaku sebagai ayah kandung Alvaro.

Namun, informasi penting tentang kedatangan pria ini baru diketahui oleh kakek Alvaro, Tugimin. Ia mendapatkannya dari penuturan seorang marbut Masjid Jami Al Muflihun.

Percakapan itu sendiri baru terjadi tiga hari setelah Alvaro dinyatakan hilang!

“Waktu itu, ada orang yang datang,” cerita Tugimin. Ia menirukan percakapan antara marbut dan pria tersebut.

“Sang marbut pun bertanya, ‘Pak, cari siapa?’ Lalu pria itu menjawab, ‘Saya cari anak saya. Kata orang, Alvaro kalau shalat biasanya di masjid sini.’”

“Kemudian marbutnya membalas, ‘Oh, itu ada anaknya di atas.’ Kurang lebih seperti itu ceritanya,” papar Tugimin.

Momen Hilangnya Alvaro

Setelah percakapan singkat itu, sang marbut tidak lagi memperhatikan gerak-gerik pria misterius tersebut. Ia pun sibuk dengan urusannya sendiri.

Waktu itu, ia sedang mempersiapkan pelaksanaan salat Maghrib. Juga menyiapkan hidangan berbuka puasa.

Namun, usai waktu berbuka puasa dan salat Maghrib berlalu, Alvaro sama sekali tidak kunjung pulang ke rumah.

Awalnya, Tugimin belum menaruh curiga apa-apa. Ia mengira cucunya itu masih asyik bermain sepak bola. Seperti yang biasa dilakukan Alvaro bersama teman-temannya pada malam hari.

“Kepercayaan itu akhirnya sirna ketika jam menunjukkan pukul 21.30 WIB. Saya baru benar-benar sadar dan bertanya-tanya.”

“‘Kok cucu saya belum pulang juga? Ke mana, ya, dia?’. Kurang lebih seperti itulah perasaan saya waktu itu,” ujar Tugimin. Ia menggambarkan momen kekhawatirannya yang mulai memuncak.

Pencarian yang Berakhir Tragis

Tugimin, yang merupakan pensiunan petugas pemadam kebakaran di Lebak Bulus, segera bertindak cepat. Ia langsung menyambangi lokasi terakhir di mana Alvaro terlihat.

Tidak hanya itu, ia juga mendatangi satu per satu teman-teman yang biasa bermain dengan cucunya itu.

Sayangnya, semua upaya yang dilakukannya pada malam itu tidak membuahkan hasil sama sekali. Pencarian yang dilakukan dengan penuh harap itu, akhirnya berujung pada kenyataan pahit.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com