Berita  

Panen Dini Akibat Banjir Tekan Harga Bawang Merah di Brebes

BREBES, Exposenews.id – Bencana banjir secara tiba-tiba menggempur sentra bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dan memaksa para petani mengambil langkah darurat: panen dini! Akibatnya, harga jual bawang langsung terjun bebas, membuat para petani hanya bisa pasrah. Hujan deras yang tanpa ampun mengguyur daerah itu sejak Selasa (11/11/2025) sore hingga malam, akhirnya menyebabkan lahan pertanian bawang di sejumlah wilayah kunci, seperti Kecamatan Wanasari dan Larangan, terendam air sepenuhnya.

Keputusan Pahit Petani Bawang di Tengah Genangan

Selanjutnya, untuk menyelamatkan sisa hasil jerih payah mereka, para petani pun mengambil keputusan berat. Satori (40), seorang petani bawang merah dari Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, dengan nada prihatin mengungkapkan bahwa dirinya benar-benar terpaksa memanen lebih awal demi mencegah kerugian yang lebih besar lagi. “Sebenarnya, kami sudah merencanakan panen pada lima hari ke depan. Namun, karena musibah banjir ini datang mendadak, kami terpaksa memanen sekarang juga,” jelas Satori, penuh kekhawatiran. Selain itu, ia menegaskan, “Kalau kami menunggu sampai besok, bawangnya pasti sudah busuk semua dan tidak ada harganya.”

Tak hanya itu, untuk mempercepat proses penyelamatan ini, Satori juga mengerahkan tenaga tambahan. Ia dengan sigap mempekerjakan lebih banyak buruh panen agar semua pekerjaan bisa diselesaikan dalam waktu secepat mungkin. “Kami harus bergerak cepat. Pasalnya, kalau bawangnya sudah busuk parah, jelas tidak akan ada yang mau membeli,” tegasnya dengan suara lantang. Lebih lanjut, ia mengeluhkan dampak langsung dari banjir ini terhadap harga jual. Pada kondisi normal, harga bawang merah di pasaran dengan mudah bisa mencapai Rp 25.000 per kilogram. Akan tetapi, setelah terendam banjir, para tengkulak sekarang hanya mau menawar harganya menjadi Rp 15.000 per kilogram! “Ya terpaksa kami terima. Lagipula, daripada tidak mendapat uang sama sekali, lebih baik menjual dengan harga murah,” keluhnya dengan rasa pasrah.

Gambaran Kerusakan yang Mencengangkan

Di sisi lain, skala kerusakan yang terjadi ternyata sangat luas. Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex, dengan tegas menyatakan bahwa luasan lahan yang terdampak banjir hanya di Kecamatan Wanasari saja sudah mencapai sekitar 100 hektar! Selanjutnya, Alex membeberkan bahwa jumlah yang fantastis itu tersebar di beberapa desa, seperti Desa Siasem, Dukuhwringin, Sidamulya, Sisalam, Jagalempeni, dan Glonggong. “Wilayah terparah memang terkonsentrasi di Kecamatan Wanasari, dan tersebar di banyak desa. Untuk luasannya sendiri, kami perkirakan mencapai 100 hektar,” papar Alex dengan detail.

Tidak berhenti di Wanasari, bencana serupa juga melanda kawasan lain. Daerah seperti Kecamatan Larangan juga ikut menjadi korban, dengan luas lahan bawang merah yang terendam dilaporkan mencapai sekitar 60 hektar. Beberapa desa yang menjadi sorotan di antaranya adalah Desa Rengaspendawa dan beberapa desa lain di sekitarnya. Dengan demikian, total kerusakan yang dialami oleh petani Brebes benar-benar di luar perkiraan.

Rugi Miliaran dan Upaya Penyelamatan Terakhir

Yang membuat situasi ini semakin memilikan, sebagian besar tanaman yang terendam banjir ini sebenarnya sudah hampir memasuki masa panen. Alex menjelaskan bahwa usia tanaman bawang tersebut umumnya sudah berada di kisaran 45 hingga 50 hari, atau hampir siap dipanen. “Oleh karena itu, untuk menghindari kerugian yang lebih besar lagi akibat pembusukan, para petani akhirnya memilih untuk memanen lebih awal dan terpaksa menjualnya dengan harga yang sangat murah,” ujar Alex memaparkan keadaan sulit tersebut.

Sebagai informasi tambahan, bawang yang sudah terkena banjir memiliki daya tahan yang sangat singkat. Alex menambahkan bahwa bawang jenis ini akan sangat cepat membusuk hanya dalam hitungan hari setelah dicabut dari tanah, sehingga para petani harus benar-benar bergegas untuk menjualnya. Akibatnya, kerugian finansial yang diderita oleh para petani diperkirakan mencapai miliaran rupiah! “Meskipun bawangnya masih bisa dijual, para petani tetap saja mengalami kerugian yang signifikan karena harganya yang jatuh. Solusi satu-satunya saat ini adalah segera mencabut dan memanennya hari ini juga, lalu menjualnya dengan cepat,” tandas Alex memberikan analisisnya. Akhirnya, ia menutup dengan kalimat yang menyentuh, “Kalau ditanya apakah rugi? Tentu saja iya, dan sangat besar. Namun, lebih baik mengalami kerugian sebagian daripada kehilangan semua hasil panen sama sekali.”

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version