Exposenews.id – Pemerintah segera memulai pembangunan markas baru untuk Grup 4 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Sebagai informasi, satuan elit ini lahir dari hasil validasi organisasi terbaru TNI Angkatan Darat. Validasi ini bertujuan secara signifikan memperkuat struktur pertahanan nasional di salah satu wilayah strategis Indonesia.
Bahkan, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Kolonel Inf Donny Pramono, dengan tegas menyatakan bahwa lahan untuk markas baru ini memiliki area yang sangat luas.
“Rencana lokasi lahan Grup 4 Kopassus berada di Desa Loa Duri, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kukar, Provinsi Kalimantan Timur. Lebih detailnya, area ini terdiri atas perkantoran seluas 76 hektare, daerah latihan 60 hektare, dan fasilitas umum 78,7 hektare,” jelas Donny pada Sabtu (8/11/2025) malam.
Selanjutnya, Donny juga memaparkan bahwa pembangunan akan mereka lakukan secara bertahap mulai akhir tahun 2025.
Proyek ambisius ini nantinya akan mencakup pembangunan gedung perkantoran, perumahan prajurit, sarana prasarana latihan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Tak main-main, kebutuhan personelnya juga sangat besar. “Kebutuhan personel lebih dari 1.000 orang prajurit yang nantinya akan mengisi satuan jajaran grup Kopassus,” tambahnya.
Strategi Besar di Balik Pemilihan Lokasi
Lalu, timbul pertanyaan, mengapa Grup 4 Kopassus justru didirikan di Kalimantan Timur? Donny pun menjelaskan alasan strategis di balik keputusan ini.
Pertama-tama, Indonesia menganut sistem pertahanan semesta yang berfokus pada pembentukan pola pertahanan di pulau-pulau besar.
Oleh karena itu, seiring dengan meningkatnya dinamika ancaman dan tantangan keamanan nasional, TNI AD menilai mereka perlu memperluas jangkauan operasional Kopassus di kawasan strategis seperti Kalimantan.
“Pembangunan Grup 4 Kopassus di wilayah Kalimantan merupakan bagian integral dari upaya menjaga keamanan dan keutuhan kedaulatan Republik Indonesia,” tegas Donny.
Dengan kata lain, penempatan ini secara sekaligus akan memperkuat respon cepat terhadap potensi ancaman di kawasan tengah Indonesia.
Transformasi Massif: Kopassus Kini Digenjot Dua Kali Lipat Lebih Kuat
Lantas, bagaimana sebenarnya struktur baru Kopassus setelah validasi organisasi ini?
Hebatnya, validasi dan pengembangan organisasi Kopassus telah diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah upacara spektakuler. Upacara tersebut adalah Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lanud Suparlan, Batujajar, Jawa Barat, pada Minggu (10/8/2025).
Pada momen bersejarah itu, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi dan Wakil Panglima Mayjen TNI Ferdial Lubis dengan resmi memimpin restrukturisasi besar-besaran di tubuh pasukan elit tersebut.
Akibatnya, Kopassus kini memiliki jumlah personel yang jauh lebih besar, bahkan konon meningkat hingga dua kali lipat dari kekuatan sebelumnya!
Sebagai contoh, setiap grup yang tadinya hanya terdiri dari tiga batalyon dan satu detasemen markas (Denma) kini akan mereka perkaya dengan berbagai satuan tambahan yang sangat mumpuni.
Satuan tambahan tersebut meliputi batalyon parakomando, batalyon sandi yudha, batalyon bantuan, detasemen antiteror, dukungan administrasi, serta dukungan logistik.
Selain itu, kemampuan antiteror Kopassus kini tersebar di seluruh Indonesia.
“Di setiap grup saat ini ada satu detasemen antiteror. Hal ini sangat krusial karena ancaman teror dapat muncul di berbagai wilayah,” jelas Brigjen Wahyu Yudhayana, yang saat itu masih menjabat Kadispenad.
“Bayangkan saja, kalau kita harus menunggu pasukan dari Satuan 81 di Jakarta, tentu memerlukan waktu yang lama.”
“Dengan hadirnya detasemen antiteror di setiap grup, Kopassus dapat segera merespons ancaman di daerah masing-masing,” lanjutnya penuh keyakinan.
Struktur Baru yang Lebih Kompleks dan Dipimpin Jenderal Bintang Satu
Lalu, apa saja sih perubahan detail dalam struktur satuan Kopassus?
Kini, Kopassus terbagi menjadi beberapa satuan utama yang lebih kompleks dan powerful. Satuan-satuan tersebut tersebar di Markas Komando (Makopassus), Satuan 81 Antiteror, dan Satuan Sandi Yudha di Jakarta.
Kemudian Pusdiklatpassus di Batujajar, Jawa Barat; Grup 1 di Banten, Grup 2 di Solo, Grup 3 di Dumai, Grup 4 di Kalimantan Timur, Grup 5 di Kendari, dan Grup 6 di Timika.
Yang paling mencolok, setiap grup kini dipimpin oleh seorang perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal (bintang satu). Sedangkan sebelumnya posisi itu hanya dipegang oleh perwira menengah berpangkat Kolonel.
Di samping itu, dalam struktur baru ini, berbagai satuan pendukung canggih juga sengaja ditambahkan untuk meningkatkan efektivitas operasional.
Satuan pendukung tersebut meliputi Satuan Dukungan Administrasi (Satdukmin), Satuan Dukungan Logistik (Satduklog), Detasemen Polisi Militer (Denpom), Detasemen Intelijen (Denintel), Satuan Siber (Satsiber), dan Rumah Sakit (Rumkit).
Dengan demikian, transformasi besar-besaran ini secara nyata mengukuhkan Kopassus sebagai pasukan elit yang lebih tangguh, gesit, dan siap menghadapi segala bentuk ancaman di masa depan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
