JAKARTA, Exposenews.id – Dalam sebuah momen yang membanggakan, Mayjen TNI Maychel Asmi yang menjabat sebagai Deputy Force Commander (DFC) MINUSCA, dengan penuh wibawa memimpin langsung upacara medal parade atau penganugerahan medali. Acara yang penuh khidmat ini secara khusus menganugerahkan penghargaan kepada para pahlawan perdamaian dari Bangladesh Battalion ke-11 (BANBAT-11) dan Bangladesh Level-2 Plus Hospital (BANMED-2/3) di Bouar, Republik Afrika Tengah. Alhasil, suasana di Bouar pun semarak dengan semangat apresiasi yang membara.
Dedikasi Tinggi di Bawah Bendera PBB
Lantas, mengapa dua batalion ini akhirnya menerima medali kehormatan? Ternyata, PBB memberikan medali ini karena dinilai telah menunjukkan jasa dan dedikasi yang luar biasa selama bertugas di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. Bahkan, Maychel Asmi sendiri langsung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian, profesionalisme, dan disiplin ketat seluruh personel. “Saya menyampaikan apresiasi atas pengabdian, profesionalisme, dan disiplin seluruh personel yang bertugas di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tegas Maychel Asmi dalam keterangan tertulis dari Puspen Mabes TNI, Selasa (11/11/2025).
Maychel Asmi Soroti Kontribusi Nyata Pasukan Bangladesh
Dalam pidatonya, Maychel Asmi secara khusus menyoroti berbagai kontribusi nyata yang telah dilakukan oleh pasukan Bangladesh. Tak hanya unggul di bidang militer, pasukan perdamaian ini justru lebih menonjolkan sisi kemanusiaannya. Mereka secara aktif dan konsisten melaksanakan 175 kegiatan Civil-Military Cooperation (CIMIC) atau Kerja Sama Sipil-Militer. Contohnya, mereka dengan tulus memberikan layanan kesehatan, edukasi, kegiatan olahraga, dan distribusi bantuan. Bahkan, yang lebih mengesankan lagi, mereka juga mengadakan pelatihan vokasional untuk ratusan pemuda setempat di berbagai bidang seperti pertanian, penjahitan, dan pertukangan. Selain itu, sekolah persahabatan BANBAT yang mereka dirikan di Bocaranga, berhasil menjadi simbol harapan baru bagi generasi muda Republik Afrika Tengah.
Sementara itu, di garis belakang, tim medis BANMED-2/3 menunjukkan kinerja yang tak kalah heroik. Mereka dengan penuh tanggung jawab memberikan layanan medis berstandar tinggi, yang mencakup lebih dari 10.000 konsultasi rawat jalan, 148 operasi bedah, 15.000 pemeriksaan laboratorium, dan 529 tindakan gigi. Bahkan, kesigapan dan profesionalisme tinggi mereka benar-benar diuji saat harus menangani korban kecelakaan lalu lintas yang menimpa pasukan Kamerun di Bossembélé. Tak berhenti di situ, mereka juga aktif menggalakkan penyuluhan tentang malaria, COVID-19, dan HIV/AIDS, tanpa ragu memberikan pelatihan radiologi bagi tenaga kesehatan lokal, serta secara rutin mengadakan berbagai kegiatan donasi dan kampanye kesehatan masyarakat.
Penghormatan untuk Pahlawan yang Gugur dan Harapan untuk Masa Depan
Meski demikian, di balik gemerlap medali ini, terdapat sebuah duka yang mendalam. Maychel Asmi dengan penuh hormat mengheningkan cipta untuk mengenang para prajurit pasukan perdamaian dari Bangladesh yang telah gugur saat menjalankan tugas. Oleh karena itu, medal yang disematkan hari ini bukan hanya sekadar penghargaan, melainkan juga menjadi bukti nyata akan ketangguhan, ketahanan, dan kemanusiaan para prajurit. “Medali yang disematkan adalah bukti ketangguhan, ketahanan, dan kemanusiaan para prajurit, sembari mendoakan seluruh personel terus bertugas dengan kehormatan dan kembali ke tanah air dengan selamat,” pungkasnya dengan haru.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
