Berita  

Waspada 7 Hari ke Depan, BMKG: Ancaman Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

Exposenews.id – BMKG baru aja meluncurkan peringatan serius buat kita semua! Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mendesak masyarakat supaya tingkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana hidrometeorologi. Alarm ini mereka bunyikan menyusul melonjaknya potensi hujan deras yang bakal menyapu berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Jadi, jangan anggap remeh, ya!

Aktifnya Faktor Atmosfer Picu Cuaca Ekstrem

Selanjutnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dengan lugas membeberkan alasan di balik naiknya intensitas hujan ini. Menurutnya, berbagai faktor dinamika atmosfer dalam skala global, regional, hingga lokal kini sedang aktif-aktifnya. Kemudian, gabungan dari semua faktor inilah yang akhirnya memicu risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Lebih detail lagi, Guswanto memaparkan para “aktor” utama di balik panggung cuaca periode ini. “Beberapa faktor utama yang berperan pada dinamika cuaca periode ini antara lain Siklon Tropis FUNG-WONG, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuator yang diprediksi masih aktif di wilayah Indonesia hingga pertengahan November 2025,” jelas Guswanto di Jakarta, Senin (10/11). Intinya, alam lagi ramai-ramainya nih!

Lalu, bagaimana pengaruhnya buat kita? Ternyata, Siklon Tropis FUNG-WONG yang sekarang ada di Laut Filipina timur dan meluncur ke barat laut menuju Luzon, memberikan dampak tidak langsung. Dampak ini terutama dirasakan dalam bentuk peningkatan pertumbuhan awan hujan serta kecepatan angin yang bisa tembus lebih dari 25 knot! Wilayah yang harus paling waspada adalah Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, sampai Papua bagian utara.

Tidak berhenti di situ, kombinasi mematikan dari aktivitas MJO fase 5 (Maritime Continent) dengan gelombang Rossby Ekuator dan Kelvin juga ikut bermain. Akibatnya, pembentukan awan konvektif bakal makin menjadi-jadi di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur selama sepekan ke depan. Bayangkan, langit kita sedang dipenuhi oleh pabrik awan hujan!

Peringatan Dini BMKG untuk Berbagai Wilayah

Sekarang, kita masuk ke prediksi detailnya. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, memprediksi potensi cuaca ekstrem akan melonjak cukup tinggi di hampir seluruh wilayah Indonesia pada 10–16 November 2025. Berdasarkan analisis mendalam BMKG, hujan sedang hingga lebat pada 10–12 November 2025 berpotensi mengguyur sebagian besar Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, DKI Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara. Warga kota besar, siap-siap!

Namun, ada yang lebih serius lagi! BMKG memberikan status SIAGA untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diprediksi terjadi di Aceh, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Untuk potensi angin kencang, diprediksi terjadi di wilayah Banten, Bengkulu, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat.

Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut

Masih belum selesai! Memasuki tanggal 13–16 November 2025, ternyata ancaman belum juga reda. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat (SIAGA) masih akan terjadi di Bengkulu, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Jadi, waspada harus tetap maksimal.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan menemani aktivitas di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua. Potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Bali, DKI Jakarta, dan Banten.

Langkah Antisipasi yang Perlu Diambil

Oleh karena itu, Guswanto kembali menekankan, masyarakat perlu tetap tenang namun wajib mewaspadai perubahan cuaca mendadak, seperti hujan lebat yang tiba-tiba disertai kilat/petir dan angin kencang. “Hindari beraktivitas di ruang terbuka saat hujan petir, serta menjauhi pohon besar dan bangunan rapuh,” pesannya. Ingat, keselamatan adalah prioritas utama.

Selain itu, masyarakat juga sangat disarankan untuk proaktif menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik. Tindakan kecil ini dapat secara signifikan mengurangi risiko genangan dan banjir. Tidak hanya itu, curah hujan tinggi ini juga berpotensi besar mengganggu aktivitas nelayan dan transportasi laut. Akibatnya, kewaspadaan terhadap gelombang tinggi di Samudra Hindia barat Sumatra–selatan Jawa, Laut Banda, Laut Flores, dan Laut Arafura mutlak diperlukan.

Terakhir, BMKG mengingatkan bahwa informasi ini bersifat umum dan bertujuan sebagai panduan kewaspadaan. Untuk mendapatkan info prakiraan cuaca harian yang lebih spesifik, peringatan dini, dan pembaruan terkini, masyarakat dapat langsung memantau kanal resmi BMKG. Akses saja situs http://www.bmkg.go.id, follow akun media sosial @infoBMKG, atau download aplikasi InfoBMKG. Intinya, tetap waspada, selalu siaga, dan hafal langkah keselamatan jika cuaca ekstrem tiba-tiba menghampiri wilayah Anda! Jangan sampai kejadian, lebih baik mencegah daripada menyesal, bukan?

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version