Jasamarga Manado Bitung Perkirakan Jalan Tol Beroperasi Penuh Oktober Mendatang

Oleh: Ronald Ginting

Exposenews.id, Manado – PT Jasamarga Manado Bitung kebut pembangunan jalan Tol Manado-Bitung. Diperkirakan, jalan tol pertama di Sulawesi Utara akan beroperasi penuh hingga Kota Bitung pada Oktober 2021 mendatang.

“Pengerjaan jalan tol Manado Bitung ini terus dikebut, di mana saat ini kami sedang membangun dua jembatan dengan bentang yang cukup panjang dan juga tinggi. Hal ini memang menjadi tantangan namun tidak menjadi kendala. Sebab kontraktor yang mengerjakan jalan tol ini, PT. PP sudah sangat berpengalaman,” kata Direktur Utama PT Jasamarga Manado Bitung, George Manurung saat menjelaskan pengerjaan Jalan tol yang sudah beroperasi sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2020 lalu.

Dikatakan George bahwa tinggal dua bidang yang belum beres pembebasan lahannya. Tapi diperkirakannya dua bidang tanah tersebut sudah dapat dibebaskan sebulan lagi supaya pembangunan dapat berjalan lancar.

“Panitia pembebasan lahan terus berupaya supaya dua bidang lahan dekat Pelabuhan Bitung tersebut dapat segera dibebaskan,” sebut George saat bertemu dengan Exposenews.id, hari ini.

Selain dua bidang tanah tersebut, masih ada 61 bidang tanah lagi yang perlu dibebaskan. Kabar baiknya seluruh bidang itu tidak berada di jalur jalan tol. 

“Bidang tanah yang masih perlu dibebaskan tersebut di antaranya untuk jalan akses yang diminta warga sekitar. Karena tanahnya tidak berada di jalur jalan tol, maka tidak mengganggu pekerjaan,” ungkapnya.

Dia memperkirakan bila pengerjaan hingga Bitung sudah selesai, maka akan mendorong volume kendaraan yang melintasi jalan tol terpanjang di Sulawesi itu. Pasalnya, trafik yang ada hingga sekarang ini masih jauh di bawah target.

“Sekarang ini baru sekitar 4.000 kendaraan, padahal target kita itu kan 14 ribu kendaraan. Tapi saya kira ini lebih kepada belum tersambungnya jalan tol kita ini sampai Bitung. Makanya kita dorong pembangunannya supaya cepat selesai supaya ada peningkatan trafik kendaraan,” jelasnya.

Di sisi lain, masih suka ditemukan ternak masyarakat “nongkrong” di jalan tol. Ternak itu terlihat doyan dengan lebatnya rumput di pinggir jalan tol.

“Selama ini kami sangat sering ingatkan masyarakat agar tidak membiarkan ternaknya tembus jalan tol. Bahkan kami sudah membuat pagar agar tidak ada orang ataupun hewan yang masuk dan melintas jalan tol. Namun pagar tersebut dibuka oleh warga supaya ternaknya seperti sapi dapat makan rumput di pinggir jalan tol. Dan akhirnya, sapi tersebut kadang masuk hingga ke jalan tol,” ujarnya.

(RTG)