Exposenews.id – Pramusim yang seharusnya menjadi ajang pematangan strategi justru menjelma menjadi mimpi buruk bagi Alberto Aquilani. Pelatih Sassuolo itu kini tengah menghadapi ujian berat di sektor pertahanan, dan sumber utamanya sangatlah jelas: absennya tembok tangguh Timnas Indonesia, Jay Idzes, yang masih berjuang memulihkan cedera tumitnya.
Situasi makin pelik ketika pada laga uji coba kontra Celta Vigo, Kamis (6/8/2026) WIB, nama Idzes kembali tak terpampang dalam daftar skuad. Bermain di hadapan publik sendiri di Mapei Stadium, I Neroverdi justru harus menelan pil pahit setelah dibantai tim tamu dengan skor memalukan 1-4. Kekalahan telak ini jelas menjadi alarm bahaya bagi persiapan tim menuju gelaran Serie A musim 2026-2027 yang sudah di depan mata.
Jay Idzes: Pilar yang Runtuh, Dampak yang Terasa
Sejak akhir musim 2025-2026 lalu, Idzes harus menepi karena cedera tumit yang tak kunjung usai. Kehilangan bek tengah andalan jelas menjadi pukulan telak bagi stabilitas permainan Sassuolo. Aquilani pun angkat bicara dan tak bisa menyembunyikan kegalauannya. Ia mengakui bahwa proses penyusunan lini belakang terbaik menjadi sangat terhambat tanpa kehadiran pemain naturalisasi asal Belanda tersebut.
“Kami jelas mengalami kesulitan di lini belakang,” ujar Aquilani dengan nada frustasi saat dikutip BolaSport.com dari Tuttomercato. Pernyataan ini menegaskan betapa krusialnya peran Idzes dalam skema permainan yang ia bangun.
Lebih lanjut, pelatih berusia 42 tahun itu bahkan mengungkapkan keluhan yang lebih dalam. “Saya bahkan belum pernah sekalipun melatih calon pemain inti di posisi ini. Saya berterima kasih kepada mereka yang sudah bekerja keras, tapi pada dasarnya saya tidak pernah benar-benar melatih departemen pertahanan dengan komposisi ideal,” keluhnya. Kalimat ini menyiratkan bahwa Aquilani bagaikan meracik ramuan tanpa bahan utama; ia harus memutar otak menutup lubang besar yang ditinggalkan Idzes di jantung pertahanan.
Pramusim Penuh Warna: Hanya Satu Kemenangan dari Lima Laga
Ketidakhadiran Jay Idzes ternyata bukan sekadar cerita lama, dampaknya sangat terasa sepanjang rangkaian pramusim. Dari lima pertandingan yang sudah dijalani, Sassuolo hanya mampu meraih satu kemenangan saat menghadapi Padova. Satu! Selebihnya, mereka harus menelan tiga kekalahan memalukan dari Parma, Trento, dan terakhir Celta Vigo.
Catatan buruk ini menunjukkan bahwa Pekerjaan Rumah (PR) besar menanti Aquilani. Pertahanan Sassuolo terlihat sangat rapuh dan mudah ditembus, mengindikasikan bahwa absennya Idzes serta beberapa pemain lain telah menciptakan kekosongan yang sulit diisi. Aquilani dan staf pelatih tentu dibuat pusing tujuh keliling menyusun strategi. Kondisi ini diperparah dengan adaptasi tim yang harus berjalan tanpa sosok pemimpin di lini belakang.
Keadaan Makin Genting, Bursa Transfer Tak Bersahabat
Belum reda masalah cedera Idzes, Sassuolo juga harus ikhlas melepas Tarik Muharemovic yang pindah ke Leeds United pada bursa transfer musim panas 2026. Kepergian ini menambah deretan panjang daftar pemain belakang yang hilang. Hingga saat ini pun, belum ada tanda-tanda kedatangan bek anyar yang mampu langsung menjadi solusi. Kebijakan transfer mereka terkesan lamban dan belum menyentuh sektor yang paling membutuhkan.
Akibatnya, dalam laga kontra Celta Vigo, Aquilani terpaksa hanya bisa mengandalkan Tommaso Macchioni, seorang bek muda yang baru saja dipromosikan dari akademi. Ini tentu bukanlah situasi yang ideal. Memasang pemain belia di lini pertahanan melawan tim sekelas Celta Vigo jelas sebuah risiko besar, dan hasilnya pun berbicara: skor telak 1-4 adalah bukti nyata betapa tidak solidnya pertahanan mereka saat ini.
Sassuolo Perkuat Sektor Serang, Lini Belakang Terlantar
Menariknya, di tengah krisis pemain belakang yang melanda, Sassuolo justru tampak lebih agresif mendatangkan amunisi baru di lini depan. Mereka merekrut Kieron Bowie dan Vasilije Adzic dengan status pinjaman dari Hellas Verona dan Juventus. Langkah ini tentu semakin menyudutkan posisi lini pertahanan yang sudah terpuruk.
Prioritas mereka seolah ambigu. Di satu sisi, mereka membiarkan pertahanan bocor tanpa tambahan tenaga, namun di sisi lain, mereka terus menggenjot daya gedor. Kebutuhan akan tambahan bek tengah kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan yang sangat mendesak. Terlebih, mereka juga sudah kehilangan Ruan, yang membuat pilihan di lini pertahanan semakin menipis. Aquilani ibarat seorang kapten kapal yang kehilangan sebagian besar awaknya di tengah badai.
Kandidat Pengganti: Acerbi dan Masa Depan Duet dengan Idzes
Angin segar mulai berembus seiring munculnya sejumlah nama di bursa transfer untuk mengisi kekosongan di lini belakang Sassuolo. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Francesco Acerbi, bek tangguh dengan segudang pengalaman, menjadi salah satu kandidat terdepan yang dikaitkan dengan I Neroverdi. Kehadiran Acerbi diproyeksikan untuk menjadi tandem ideal bagi Jay Idzes, segera setelah bek Timnas Indonesia itu pulih total dari cederanya.
Bayangkan jika duet Acerbi-Idzes benar-benar terwujud. Kombinasi antara pengalaman Acerbi dan ketenangan serta kemampuan membaca permainan Idzes bisa menjadi fondasi pertahanan yang tangguh. Namun, sambil menunggu proses pemulihan Idzes yang tak kunjung usai, Aquilani harus tetap bekerja keras dengan opsi yang ada. Ia harus terus mencari komposisi terbaik, memoles para pemain muda, dan berharap manajemen segera bergerak cepat mendatangkan pemain bertahan baru.
Saat ini, waktu terus berjalan, dan kompetisi Serie A semakin dekat. Tekanan pun semakin berat bagi Aquilani. Bisakah ia menemukan formula ampuh di lini belakang sebelum musim resmi bergulir? Ataukah mimpi buruk pramusim ini akan terus berlanjut? Hanya waktu yang akan menjawab. Satu hal yang pasti, seluruh penggemar Sassuolo dan tentu saja pendukung Timnas Indonesia tentu berharap Jay Idzes segera pulih dan kembali menunjukkan taringnya di lapangan hijau.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
