Berita  

PSSI Tegaskan Sikap: Tetap Dukung Gianni Infantino di Tengah Gelombang Kritik FIFA

Exposenews.id – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara terbuka menyatakan sikap politiknya di kancah sepak bola dunia. Federasi sepak bola Tanah Air itu dengan tegas mendukung Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA. PSSI mengumumkan sikap tersebut melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun media sosial resmi mereka. Pengumuman ini mengejutkan banyak pihak mengingat saat ini posisi Infantino justru sedang terhimpit berbagai kritikan tajam dari sejumlah asosiasi sepak bola negara lain.

Dalam pernyataan berbahasa Inggris yang dirilis PSSI, mereka memuji kepemimpinan Infantino yang dinilai telah memberikan dampak positif luar biasa bagi perkembangan sepak bola dunia. Bahkan, Indonesia secara khusus disebut merasakan manfaat langsung dari kebijakan-kebijakan yang dijalankan di era kepemimpinan pria asal Swiss tersebut. PSSI pun berharap kerja sama erat dengan FIFA dapat terus berlanjut di masa mendatang demi kemajuan sepak bola nasional.

“Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) mengapresiasi komitmen berkelanjutan Presiden Gianni Infantino dalam memupuk persatuan di seluruh komunitas sepak bola global,” tulis PSSI dalam pernyataannya. Lebih lanjut, mereka juga mengakui peran Infantino dalam memajukan pengembangan sepak bola dan memperkuat semua Asosiasi Anggota FIFA di berbagai belahan dunia. PSSI menilai konsistensi Infantino dalam membangun hubungan baik dengan seluruh anggota FIFA patut diapresiasi setinggi-tingginya.

PSSI menyebut Indonesia telah menuai berbagai manfaat dari beragam program FIFA yang dijalankan selama Infantino menjabat sebagai presiden organisasi sepak bola dunia tersebut. “Indonesia telah merasakan langsung dampak positif dari inisiatif FIFA di bawah kepemimpinannya,” tegas pernyataan resmi PSSI. Mereka menambahkan bahwa berbagai inisiatif FIFA di Indonesia telah berhasil menerjemahkan misi global FIFA menjadi kemajuan dan perkembangan nyata dalam sepak bola Indonesia. Hal ini menjadi bukti konkret bahwa kerja sama dengan FIFA membawa angin segar bagi perkembangan olahraga paling populer di Tanah Air.

“Rekam jejak inilah, dan kepercayaan yang telah dibangunnya, yang mendasari dukungan berkelanjutan PSSI kepada Presiden Infantino dan kepada FIFA yang tetap, pertama dan terutama, sebagai lembaga yang melayani semua Asosiasi Anggotanya,” lanjut pernyataan tersebut. PSSI secara eksplisit menyatakan bahwa dukungan mereka didasarkan pada pencapaian nyata yang sudah terlihat, bukan sekadar janji-janji politik belaka. Mereka percaya bahwa di bawah kepemimpinan Infantino, FIFA akan terus berpihak pada kepentingan seluruh anggotanya tanpa kecuali.

Indonesia Berharap Kerja Sama dengan FIFA Terus Berlanjut

Selain menyampaikan dukungan politiknya, PSSI juga menegaskan komitmen kuat mereka untuk terus bekerja sama dengan FIFA dan seluruh asosiasi anggota lainnya dalam mengembangkan sepak bola. “PSSI berharap dapat terus bekerja sama secara konstruktif dengan FIFA dan semua Asosiasi Anggota untuk memajukan pengembangan sepak bola di seluruh dunia,” tulis PSSI dalam pernyataan yang dilansir dari unggahan akun Instagram resmi federasi pada Selasa (4/8/2026) lalu. Harapan ini menunjukkan keseriusan PSSI untuk terus berada di jalur pembangunan sepak bola yang berkelanjutan melalui berbagai program kolaboratif.

Pernyataan tegas dari PSSI ini muncul di tengah situasi yang sedang memanas di tubuh FIFA. Posisi Gianni Infantino sebagai presiden FIFA saat ini memang tengah menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak. Presiden FIFA itu menghadapi kritik pedas dari sejumlah asosiasi sepak bola setelah mengemukakan gagasan kontroversial terkait penjualan saham Piala Dunia. Usulan ini sontak memicu gelombang penolakan besar-besaran dari banyak anggota FIFA di seluruh dunia. Banyak pihak menilai bahwa pembahasan mengenai isu penting ini dilakukan tanpa melibatkan dialog dan transparansi yang memadai dengan seluruh pemangku kepentingan.

Kritik pun mengalir deras karena rencana tersebut dianggap tidak mempertimbangkan kepentingan suporter sebagai elemen terpenting dalam sepak bola. Para penggemar sepak bola di seluruh dunia merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang akan berdampak besar pada masa depan olahraga yang mereka cintai. Penolakan keras datang dari berbagai kawasan sepak bola, termasuk anggota AFC, UEFA, CONCACAF, dan CONMEBOL. Pada akhirnya, setelah mendapat tentangan massif dari berbagai penjuru dunia, wacana kontroversial tersebut tidak dilanjutkan oleh FIFA. Namun, dampak dari gagasan ini tetap meninggalkan luka dan kekecewaan di kalangan banyak federasi anggota.

Dukungan terhadap Infantino Mulai Berkurang

Di tengah polemik yang semakin memanas, dukungan terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA juga mulai mengalami penurunan signifikan. Beberapa asosiasi anggota dilaporkan secara terbuka menarik dukungan mereka untuk periode kepemimpinan berikutnya. Federasi Sepak Bola Wales menjadi salah satu pihak pertama yang dengan lantang menyatakan tidak lagi mendukung pencalonan Infantino. Langkah serupa juga diambil oleh Federasi Sepak Bola Inggris atau FA yang selama ini menjadi salah satu anggota kunci FIFA. Keputusan dua federasi besar ini menjadi sinyal kuat bahwa dukungan terhadap Infantino mulai retak di kawasan Eropa.

Situasi ini sangat kontras dengan pemilihan-pemilihan sebelumnya di mana Infantino selalu terpilih tanpa menghadapi penantang serius. Pada April lalu, Infantino telah menyampaikan keinginannya untuk kembali maju dalam pemilihan Presiden FIFA untuk periode 2027-2031. Pria asal Swiss itu pertama kali terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016, menggantikan Sepp Blatter yang terlibat skandal korupsi besar-besaran. Dalam dua pemilihan sebelumnya, Infantino berhasil mempertahankan posisinya dengan mulus tanpa harus menghadapi lawan yang berarti. Namun, situasi menjelang pemilihan berikutnya kini mulai berubah drastis.

Dukungan yang mulai surut ini menjadi tantangan serius bagi Infantino yang selama ini dikenal sebagai pemimpin yang mampu menyatukan berbagai kepentingan di FIFA. Sejumlah federasi kini menunjukkan sikap berbeda dan mulai mempertanyakan gaya kepemimpinan Infantino yang dianggap terlalu otoriter dalam mengambil keputusan penting. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, PSSI justru memilih untuk tetap konsisten memberikan dukungan penuh kepada Gianni Infantino dan berkomitmen melanjutkan kerja sama erat dengan FIFA untuk pengembangan sepak bola di Indonesia.

Keputusan PSSI untuk tetap berada di belakang Infantino tentu memiliki pertimbangan matang mengingat berbagai program FIFA telah memberikan manfaat nyata bagi perkembangan sepak bola nasional. Dari pembangunan infrastruktur hingga program pelatihan pelatih dan wasit, berbagai inisiatif FIFA telah membantu meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia secara bertahap. Dukungan ini juga menunjukkan bahwa PSSI lebih memilih stabilitas dan keberlanjutan program dibandingkan terjebak dalam pusaran politik internal FIFA yang sedang memanas. Ke depannya, semua mata akan tertuju pada bagaimana dinamika politik di FIFA akan berkembang dan apakah Infantino mampu mempertahankan kursi kepresidenannya tanpa dukungan penuh dari federasi-federasi besar Eropa.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com