Berita  

Szoboszlai Buka Peluang Jadi Wakil Kapten Liverpool, Tunggu Keputusan Iraola

Exposenews.id – Bintang lapangan tengah Liverpool, Dominik Szoboszlai, akhirnya angkat bicara mengenai peluangnya menyandang ban wakil kapten The Reds untuk musim kompetisi 2026-2027. Namun, pemain asal Hungaria itu mengakui bahwa hingga saat ini dirinya belum juga diajak bicara oleh pihak klub maupun pelatih mengenai kemungkinan promosi jabatan di ruang ganti Anfield.

Meski belum ada pembicaraan resmi, gelandang bertipikal enerjik itu dengan lantang menyatakan kesiapannya jika sang pelatih Andoni Iraola memercayakan tanggung jawab besar tersebut di pundaknya. Saat ini, komando tertinggi di lapangan masih dipegang teguh oleh kapten tangguh Virgil van Dijk. Akan tetapi, posisi wakil kapten Liverpool kini mengalami perombakan besar-besaran setelah dua pilar penting, Andy Robertson dan Mohamed Salah, memutuskan hengkang dari Merseyside pada bursa transfer musim panas yang baru saja berlalu.

Menariknya, Szoboszlai sempat merasakan sensasi memimpin rekan-rekannya ketika Liverpool menjalani tur pramusim di Amerika Serikat. Pada momen itu, ban kapten melingkar di lengannya. Namun, pemain berusia 25 tahun itu dengan tegas menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final dari pelatih Iraola mengenai struktur kepemimpinan tim untuk musim depan.

“Sejujurnya, belum ada pembicaraan apa pun mengenai hal ini,” ujar Szoboszlai kepada awak media, dikutip dari The Guardian, Selasa (4/8/2026). “Kami masih memiliki Virgil sebagai kapten utama, lalu ada Ali dan Joe Gomez yang mengisi posisi wakil kapten, sehingga topik ini sama sekali belum kami singgung di ruang ganti.”

“Tentu saja, situasinya kini sedikit berbeda karena Ali belum bergabung dengan kami dan Joe sedang dalam masa pemulihan cedera. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya nanti. Sampai saat ini, belum ada keputusan yang mengikat,” tambahnya dengan nada santai.

Lebih lanjut, eks pemain RB Leipzig itu dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak akan berpikir dua kali jika tawaran menjadi wakil kapten Liverpool benar-benar datang. Baginya, kepercayaan semacam itu merupakan kebanggaan tersendiri yang tidak bisa ditolak begitu saja.

“Jika suatu saat nanti saya ditawari posisi wakil kapten, tentu saya akan menerimanya dengan tangan terbuka. Itu akan menjadi momen yang sangat membanggakan bagi saya dan keluarga,” ungkap Szoboszlai dengan penuh antusiasme.

“Namun, saya tidak mau terlihat tidak menghormati rekan-rekan yang lain. Siapa pun yang pada akhirnya terpilih untuk mengemban tugas penting ini, kami semua akan memberikan dukungan penuh kepadanya. Yang terpenting adalah kebersamaan tim,” pungkasnya.

Musim Lalu yang Pahit Jadi Bahan Bakar Utama Liverpool!

Di luar perbincangan mengenai ban kapten, Szoboszlai juga menyoroti sisi lain yang tak kalah penting, yakni persiapan mental Liverpool menghadapi musim baru. Menurut pengakuannya, rasa kecewa akibat pencapaian kurang maksimal pada musim lalu justru kini berubah menjadi bahan bakar utama bagi seluruh skuad untuk bangkit dan tampil lebih garang.

Pemain bernomor punggung 8 itu mengaku tidak sabar menantikan kompetisi baru bergulir. Ia menilai semangat juang seluruh anggota tim sedang memuncak selama menjalani rangkaian pramusim. Tidak ada tanda-tanda kemalasan atau keengganan di antara para pemain.

“Sejujurnya, saya sangat tidak sabar untuk segera memulai musim baru,” seru Szoboszlai dengan penuh semangat. “Saya merasakan bahwa kami semua sudah siap untuk kembali berjuang dan mengusung motivasi besar dari kekecewaan musim lalu. Kami tidak finis di posisi yang kami impikan, dan itu harus menjadi cambuk bagi kami.”

“Setiap orang terlihat sangat termotivasi. Saya bisa melihat hasrat dan keinginan bermain yang terpancar dari mata setiap pemain. Jika Anda ingin tampil dan menjadi bagian dari tim, Anda harus memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa atmosfer persaingan sehat saat ini sangat terasa. Dengan semangat saling mendorong, para pemain berusaha menunjukkan kualitas terbaik mereka di sesi latihan. Dari sinilah, pelatih Andoni Iraola akan memiliki banyak pilihan untuk menentukan komposisi tim terbaik.

“Semua pemain saat ini memulai dari posisi yang sama, dari titik nol. Tidak ada yang diistimewakan. Kami semua harus berjuang untuk mendapatkan tempat di starting eleven,” jelasnya.

Pembicaraan Transfer Bukan Urusannya, Szoboszlai Fokus pada Skuad yang Ada!

Szoboszlai juga dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak mau ikut campur dalam urusan rekrutmen pemain baru. Ia menegaskan bahwa tugas utamanya adalah fokus pada performa di lapangan, bukan menentukan siapa yang harus datang atau pergi dari Anfield.

“Bukan tugas saya untuk menentukan siapa yang harus kami rekrut atau apakah kami perlu mendatangkan pemain baru,” tegasnya. “Saya adalah seorang pemain, bukan direktur olahraga atau manajer. Tugas saya adalah bermain sebaik mungkin dan membantu tim meraih kemenangan.”

“Jika pihak manajemen dan pelatih memutuskan untuk mendatangkan pemain baru, kami akan sangat senang dan menyambut mereka dengan hangat. Namun, jika mereka memutuskan untuk tidak melakukannya, maka kami harus melakukan sesuatu yang istimewa dengan skuad yang sudah ada saat ini. Kami harus membuktikan bahwa kami cukup kuat untuk bersaing,” imbuhnya dengan penuh keyakinan.

Pernyataan ini menunjukkan kedewasaan Szoboszlai dalam menyikapi dinamika klub. Ia memilih untuk tetap tenang dan profesional di tengah spekulasi transfer yang kerap mengganggu fokus tim.

Gaya Melatih Andoni Iraola yang Unik, Pemain Harus Beradaptasi!

Szoboszlai juga memberikan pandangannya mengenai pendekatan pelatih anyar Liverpool, Andoni Iraola, yang dinilainya memiliki kebiasaan berbeda dibandingkan para pendahulunya. Pelatih asal Spanyol itu ternyata memiliki metode unik dalam memberikan evaluasi pertandingan.

“Dia tidak berbicara banyak setelah pertandingan usai,” ungkap Szoboszlai sambil tersenyum. “Menurut saya, setiap pelatih pasti memiliki gaya kepemimpinan masing-masing. Itulah karakter khas dari pelatih kami saat ini. Dia selalu lebih memilih untuk memberikan evaluasi dan arahan keesokan harinya, sehari setelah pertandingan berlangsung. Hal ini tidak menjadi masalah bagi siapapun di tim. Kami hanya harus membiasakan diri dengan ritme baru ini.”

Lebih lanjut, Szoboszlai juga membantah isu negatif yang sempat merebak terkait perebutan ban kapten saat laga melawan Wrexham. Ia memastikan bahwa diskusi yang terjadi dengan Curtis Jones dan Kostas Tsimikas di lapangan hanyalah obrolan taktis biasa yang terjadi dalam dinamika pertandingan.

“Insiden itu sama sekali tidak layak dijadikan berita besar,” tegasnya sambil menggeleng. “Kami bertiga hanya berdiskusi mengenai situasi di lapangan. Setelah pertandingan, kalian malah membesar-besarkannya seolah-olah ada konflik besar di ruang ganti.”

“Lain kali, kami akan pastikan untuk mengurus hal-hal seperti itu di ruang ganti agar tidak disalahartikan oleh publik. Tidak ada yang marah, semuanya baik-baik saja. Hubungan kami semua sangat harmonis,” pungkasnya sambil tersenyum.

Persiapan Matang Menatap Musim Baru

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Liverpool optimistis dapat tampil lebih kompetitif musim ini. Semangat kebersamaan dan motivasi tinggi yang ditunjukkan para pemain menjadi modal berharga untuk meraih kesuksesan. Para penggemar The Reds pun tentu berharap skuad asuhan Andoni Iraola ini mampu kembali ke jalur kemenangan dan mengharumkan nama Liverpool di kancah domestik maupun Eropa.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com