Exposenews.id – Visi besar Como 1907 untuk bersaing di pentas Eropa mulai menemui jalan terjal. Klub kebanggaan kota Danau Como itu terus mematangkan skuad demi menghadapi petualangan pertama mereka di Liga Champions, namun upaya perburuan bintang justru mendapat penolakan sengit. Fiorentina dengan tegas mengunci pintu bagi Moise Kean, penyerang Timnas Italia yang menjadi incaran utama, karena mereka masih sangat membutuhkan jasanya untuk bangkit dari keterpurukan. Meski demikian, semangat Cesc Fabregas selaku pelatih tidak surut; ia tetap berkelit mencari opsi lain yang lebih realistis demi memenuhi kebutuhan lini depan timnya.
Fiorentina Bertahan Keras, Kean Tak Akan Dilepas
Meskipun digoda dengan tawaran menggiurkan, Fiorentina tidak goyah sedikit pun untuk mempertahankan Moise Kean. Klub berjuluk La Viola itu tetap ngotot menahan sang penyerang andalan karena ia masih menjadi pilar penting dalam proyek besar mereka usai nyaris terpuruk ke jurang degradasi di musim 2025-2026. Kean masih terikat kontrak panjang hingga 2029, sehingga Fiorentina merasa tidak perlu terburu-buru melepas aset berharganya meskipun ada klub yang mengintai. Di sisi lain, Como 1907 dikabarkan hanya bersedia merogoh kocek sebesar 40 juta euro atau sekitar 828 miliar rupiah, angka yang masih jauh di bawah klausul pelepasan sang pemain.
Kean sendiri dilindungi oleh Fiorentina dengan klausul pelepasan fantastis senilai 62 juta euro, yang setara dengan 1,2 triliun rupiah, namun klausul ini sudah kedaluwarsa dan hanya berlaku untuk klub di luar Liga Italia. Dengan kondisi seperti itu, jalan bagi Como untuk membajak Kean dari Florence semakin terasa sempit dan hampir mustahil. Karena itu, manajemen Como harus segera berpikir ulang dan mencari alternatif lain agar ambisi mereka tidak kandas di tengah jalan. Namun, tekad Fiorentina untuk tidak menjual Kean justru membuat Como kian gencar memutar otak menemukan solusi terbaik.
Cesc Fabregas Buka Suara, Incaran Striker Baru Mulai Bergulir
Cesc Fabregas tidak tinggal diam menghadapi kebuntuan ini; ia secara terbuka mengonfirmasi bahwa timnya masih sangat membutuhkan penyerang baru untuk mengisi lini depan. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa mereka tengah menyeleksi kandidat dengan parameter yang sangat ketat, tidak hanya soal kualitas teknis tetapi juga kepribadian dan kemampuan adaptasi. Fabregas merasa memiliki tanggung jawab besar untuk tidak membuat kesalahan rekrutmen karena setiap keputusan akan sangat berpengaruh pada perjalanan musim tim. Karena itu, ia bersama staf kepelatihan terus menganalisis berbagai opsi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri.
Salah satu kriteria utama yang ditekankan Fabregas adalah mencari penyerang berkebangsaan Italia untuk meningkatkan slot lokal, mengingat Como akan berlaga di Liga Champions dengan kuota pemain domestik yang wajib dipenuhi. Hal ini menjadi pertimbangan serius karena Como juga berencana melepas sejumlah penghuni lini depan seperti Ivan Azon, Alessandro Garielloni, dan Marlon Mustapha di bursa transfer mendatang. Dengan adanya rencana pelepasan pemain, maka ruang bagi striker baru pun semakin terbuka lebar dan menjadi prioritas mutlak. Fabregas pun menyadari bahwa membangun skuad yang kompetitif tidak cukup hanya mengandalkan satu target, melainkan harus memiliki banyak pilihan cadangan.
Pernyataan Fabregas: Kami Tak Mau Asal Pilih Pemain
Dalam wawancaranya yang dikutip dari TMW, Fabregas mengungkapkan bahwa pihaknya sudah membaca banyak nama yang beredar di media, tetapi mereka tidak mau terburu-buru menjatuhkan pilihan. “Saya tidak tahu Anda sudah membaca semua nama dan Anda tahu tipe pemain seperti apa yang kami cari,” ujar Fabregas dengan nada penuh perhitungan. Ia menambahkan bahwa mereka perlu benar-benar memahami kepribadian calon pemain, apakah mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan Como yang unik dan penuh tekanan. Ada seribu parameter yang harus dianalisis sebelum akhirnya memutuskan membawa seseorang ke tim.
Lebih lanjut, Fabregas menekankan bahwa seorang striker pasti akan datang seiring berjalannya musim, tetapi mereka saat ini masih menjajaki pilihan-pilihan lain yang tidak kalah menarik. Ia juga memuji para pemain yang sudah ada karena menunjukkan komitmen tinggi dan selalu ingin tampil maksimal untuk klub. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa lini depan masih menjadi sektor yang paling kritis untuk segera diperkuat. Dengan segala pertimbangan tersebut, Como pun mulai mengalihkan fokus perburuan mereka ke nama yang lebih terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan tim.
Como Incar Troy Parrott, Penyerang Maut AZ Alkmaar
Kabar terbaru yang mengejutkan datang dari bursa transfer Eropa, di mana Como 1907 kini dikabarkan mengincar Troy Parrott, penyerang tajam milik AZ Alkmaar yang sedang moncer-moncernya. Pemain asal Irlandia ini menjadi primadona baru setelah performa gemilangnya musim lalu berhasil mencuri perhatian banyak klub, termasuk Como yang tengah berburu amunisi anyar. Parrott mencatatkan rekor fantastis dengan 31 gol dan 12 assist dari 48 pertandingan bersama AZ Alkmaar, angka yang sungguh mengesankan untuk ukuran pemain sekalibernya. Kemampuannya dalam mencetak gol dari berbagai situasi membuatnya dijuluki sebagai “mesin gol” yang siap menggebrak Serie A.
Namun, untuk membawa pulang Parrott ke Italia, Como harus bersedia merogoh kocek cukup dalam, yakni sekitar 25 juta euro atau setara dengan 518 miliar rupiah. Nilai tersebut memang lebih murah dibandingkan klausul Kean, namun tetap menjadi investasi besar bagi klub yang baru pertama kali berlaga di kompetisi antarbenua. Meski begitu, manajemen Como menilai angka itu masih masuk akal mengingat usia Parrott yang masih muda dan potensi jualnya di masa depan. Dengan segala pertimbangan finansial dan taktis, Troy Parrott kini menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan peran yang sebelumnya diincarkan untuk Moise Kean.
Spekulasi Transfer Semakin Panas
Kegagalan merekrut Moise Kean tidak membuat Como 1907 patah arang; sebaliknya, mereka justru bergerak lebih cepat mencari solusi lain yang tidak kalah menarik. Dengan mengincar Troy Parrott, Como menunjukkan bahwa mereka serius membangun tim yang kompetitif tanpa harus terpaku pada satu nama besar. Meskipun harus mengeluarkan biaya 25 juta euro, peluang mendatangkan penyerang produktif dari Eredivisie itu dinilai sangat menjanjikan bagi masa depan klub. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya Cesc Fabregas dan jajaran direksi dalam menyikapi dinamika bursa transfer yang kian memanas.
Sementara itu, Fiorentina tetap tenang mempertahankan Kean sebagai pilar utama mereka untuk bangkit kembali pasca-ancaman degradasi. Dengan kontrak yang masih panjang dan klausul pelepasan yang sudah tidak berlaku, La Viola memegang kendali penuh atas masa depan sang striker. Hal ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi Como bahwa memburu pemain bintang tidak selalu berakhir mulus, namun kegigihan mereka patut diapresiasi. Kini, publik sepak bola Italia pun menanti kejutan berikutnya dari Fabregas dan pasukannya di jendela transfer musim panas ini.
Dengan segala dinamika yang terjadi, kisah perburuan penyerang Como 1907 tetap menjadi salah satu cerita paling menarik untuk diikuti. Akankah Troy Parrott menjadi jawaban atas dahaga gol mereka, atau masih ada kejutan lain yang tersimpan? Kita tunggu saja kelanjutan drama transfer yang penuh intrik ini.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
