Berita  

FIGC Punya Presiden Baru: Giovanni Malagò Terpilih, Roberto Mancini Jadi Sorotan Utama

Exposenews.id – Kabar mengejutkan datang dari pentas sepak bola Italia! Giovanni Malagò akhirnya resmi menyandang jabatan tertinggi sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) setelah melalui proses pemilihan yang sengit. Keputusan ini langsung mengguncang dunia sepak bola, dan yang lebih menarik lagi, nama Roberto Mancini kini mencuat sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kursi panas pelatih Timnas Italia. Benarkah Mancini akan kembali memimpin Gli Azzurri? Simak ulasan lengkapnya!

MALAGÒ MENANG TELAK, ABETE TERSISIH DI PUTARAN PERTAMA!

Dalam pemilihan yang berlangsung dramatis, Giovanni Malagò berhasil mengamankan kemenangan gemilang setelah mengalahkan Giancarlo Abete dalam perebutan kursi presiden FIGC. Malagò secara resmi menggantikan posisi Gabriele Gravina yang memilih mundur dari jabatannya pasca kegagalan memalukan Italia saat gagal melangkah ke Piala Dunia 2026. Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Italia dan memaksa perubahan besar di tubuh federasi.

Usai dinyatakan menang, Malagò langsung menyampaikan pidato penuh emosi di hadapan para delegasi. “Dengan perasaan yang sangat mendalam, saya menerima amanah dan tanggung jawab besar ini. Saya tidak mungkin bekerja sendirian, tetapi dengan kebersamaan kita semua, saya yakin kita mampu meraih segalanya,” ucap Malagò dengan suara bergetar saat dikonfirmasi oleh Football Italia. Pernyataan ini langsung mengundang tepuk tangan meriah dari seluruh peserta pemilihan.

Proses pemilihan presiden FIGC digelar pada Senin (22/6/2026) di markas besar federasi yang terletak di Roma, Italia. Sebanyak 274 delegasi turut ambil bagian dalam pemilihan ini, mewakili seluruh elemen penting dalam ekosistem sepak bola Italia. Mulai dari perwakilan liga profesional, asosiasi pesepak bola, hingga pelatih dan perangkat pertandingan, semuanya hadir untuk menentukan arah baru sepak bola Italia.

Kejutan terjadi ketika Malagò berhasil memenangkan pemungutan suara pada putaran pertama tanpa perlu melakukan voting ulang. Dari total suara yang terkumpul, Malagò meraih dukungan fantastis sebesar 68,58 persen, meninggalkan Abete yang hanya memperoleh 29,17 persen suara. Sementara itu, sebanyak 2,25 persen sisanya merupakan surat suara kosong yang tidak digunakan oleh para delegasi.

SISTEM BOBOT SUARA YANG MENENTUKAN KEMENANGAN MALAGÒ

Kemenangan Malagò tidak lepas dari sistem pembobotan suara yang cukup unik di FIGC. Tidak semua suara memiliki bobot yang setara, karena setiap kelompok dalam ekosistem sepak bola Italia memiliki pengaruh berbeda-beda. Lega Serie A sebagai kasta tertinggi memiliki bobot signifikan sebesar 18 persen, sementara Serie B hanya mendapat porsi 6 persen, dan Lega Pro atau Serie C memiliki bobot 12 persen.

Fakta menarik terungkap bahwa Lega Nazionale Dilettanti (LND) yang menaungi liga amatir justru memiliki bobot terbesar, yakni mencapai 34 persen! Hal ini menunjukkan bahwa sepak bola akar rumput memiliki pengaruh luar biasa dalam menentukan kebijakan federasi. Selain itu, Asosiasi Pesepak Bola Italia memiliki bobot 20 persen, sedangkan Asosiasi Pelatih Italia memiliki bobot 10 persen. Dengan komposisi seperti ini, Malagò harus mampu merangkul seluruh elemen agar dapat memimpin dengan efektif.

Aturan tegas menyebutkan bahwa setiap kandidat harus mengumpulkan minimal 50 persen suara agar bisa terpilih sebagai Presiden FIGC. Malagò berhasil melampaui angka tersebut dengan selisih cukup jauh, menandakan dukungan luas yang ia terima dari berbagai kalangan.

KEMBALIKAH MANCINI? TUGAS PERTAMA MALAGÒ YANG DINANTI

Setelah sukses menduduki kursi kepresidenan, tantangan pertama yang harus dihadapi Malagò adalah menentukan siapa pelatih yang akan memimpin Timnas Italia ke depan. Spekulasi pun langsung mengarah kepada Roberto Mancini, sosok yang pernah membawa Italia meraih kejayaan di Euro 2020. Nama Mancini menjadi buah bibar hangat di kalangan pengamat sepak bola dan pecinta sepak bola Italia.

Mancini memiliki rekam jejak cemerlang saat menangani Gli Azzurri sebelumnya. Di bawah asuhannya, Italia tampil memukau dengan gaya permainan menyerang yang atraktif, berhasil menumbangkan lawan-lawan kuat dan mengangkat trofi Piala Eropa setelah sekian lama puasa gelar. Prestasi ini membuat banyak pihak meyakini bahwa Mancini adalah sosok yang tepat untuk mengembalikan kejayaan Italia pasca kegagalan di kualifikasi Piala Dunia.

Namun, Malagò masih bersikap hati-hati dan belum mau berbicara banyak mengenai proses seleksi pelatih baru. Saat ditanya oleh awak media, ia menegaskan bahwa belum melakukan komunikasi dengan siapa pun terkait posisi tersebut. “Saya belum berbicara dengan siapa pun. Langkah yang saya ambil ini bisa dianggap nekat secara sadar, dan siapa pun yang nantinya bergabung harus benar-benar sejalan dengan visi yang saya miliki,” tegas Malagò seperti dikutip dari Tuttomercatoweb.

Pernyataan ini semakin memicu rasa penasaran publik. Apakah Mancini akan segera dihubungi? Atau mungkin ada kejutan lain yang disiapkan Malagò? Yang jelas, tugas memilih pelatih menjadi ujian pertama bagi kepemimpinan baru ini.

VISI BARU MALAGÒ UNTUK SEPAK BOLA ITALIA

Malagò menyadari bahwa tantangan yang dihadapinya tidaklah ringan. Setelah kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026, federasi membutuhkan pembenahan menyeluruh mulai dari struktur organisasi, pembinaan usia muda, hingga strategi kompetisi. Ia bertekad membawa angin segar bagi sepak bola Italia yang tengah dilanda krisis kepercayaan diri.

Kemenangan telak di pemilihan presiden menjadi modal awal yang kuat bagi Malagò untuk menjalankan program-program revolusionernya. Dengan dukungan luas dari berbagai elemen, ia optimis mampu mengembalikan kejayaan sepak bola Italia di kancah internasional. “Saya tidak bisa melakukan apa pun sendirian, tetapi bersama Anda, saya bisa melakukan segalanya,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Publik Italia kini menanti langkah konkret dari presiden baru ini. Apakah ia akan segera mengumumkan pelatih anyar Timnas? Ataukah ada kebijakan lain yang lebih prioritas? Yang pasti, semua mata tertuju pada Malagò dan keputusannya di hari-hari awal kepemimpinannya.

KOMENTAR PENGAMAT DAN REAKSI PUBLIK

Para pengamat sepak bola menilai kemenangan Malagò sebagai angin segar bagi federasi. Banyak yang berharap ia mampu membawa perubahan signifikan setelah era Gravina yang berakhir dengan kekecewaan. Seorang analis sepak bola Italia menyatakan bahwa Malagò memiliki pengalaman dan jaringan yang luas, sehingga diyakini mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap FIGC.

Sementara itu, reaksi publik di media sosial sangat beragam. Banyak netizen yang antusias dengan kemungkinan kembalinya Mancini sebagai pelatih. Beberapa bahkan membuat tagar khusus untuk mendukung Mancini kembali menangani Gli Azzurri. Namun, tidak sedikit pula yang meminta agar federasi mencari sosok baru dengan pendekatan berbeda.

TANTANGAN BESAR DI DEPAN MATA

Malagò dihadapkan pada pekerjaan rumah yang tidak ringan. Selain harus segera menunjuk pelatih kepala Timnas Italia, ia juga harus membenahi sistem pembinaan pemain muda yang dinilai tertinggal dari negara-negara Eropa lainnya. Liga Italia yang semakin ditinggalkan bintang-bintang besar juga menjadi perhatian serius.

Belum lagi, kegagalan di Piala Dunia 2026 menyisakan luka mendalam bagi sepak bola Italia. Malagò harus mampu membangkitkan kembali semangat juang para pemain dan memulihkan kepercayaan publik. Langkah-langkah strategis dan cepat sangat dibutuhkan agar Italia tidak terus terpuruk.

Dengan semangat baru dan dukungan luas, Giovanni Malagò siap memulai babak baru kepemimpinan FIGC. Akankah ia berhasil membawa sepak bola Italia bangkit dari keterpurukan? Hanya waktu yang akan menjawab. Satu hal yang pasti, seluruh mata kini tertuju pada langkah pertama presiden anyar federasi sepak bola Italia tersebut.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com