PALANGKA RAYA, Exposenews.id – Kabar gembira menerpa pecinta sepak bola Kalimantan Tengah! Stadion Tuah Pahoe yang megah di Palangka Raya kini masuk radar klub papan atas Indonesia. Ya, Adhyaksa FC, klub yang baru saja meroket ke Super League, secara terbuka membuka peluang menjadikan stadion kebanggaan warga Kalteng ini sebagai markas mereka pada kompetisi musim depan. Bayangkan, jika kesepakatan tercapai, Kalteng untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir akan kembali memiliki wakil di kasta tertinggi sepak bola nasional!
Langkah berani ini langsung dibuktikan secara nyata. Presiden Klub Adhyaksa FC, Eko Setyawan, tanpa basa-basi langsung melakukan peninjauan langsung ke Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya. Dengan sigap, rombongan Adhyaksa FC mengukur kelayakan stadion sebagai calon rumah baru mereka. Peninjauan ini bukan sekadar inspeksi dadakan, melainkan bagian dari upaya serius untuk menjajaki kerja sama yang sudah mengendap sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, komunikasi ini sudah berjalan intens bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dengan fokus utama pada pengembangan sepak bola di Bumi Tambun Bungai.
Kerja Sama Matang Sejak Dua Tahun Lalu
Eko Setyawan kemudian membuka tabir pembicaraan. Menurutnya, komunikasi mengenai rencana kolaborasi besar ini sebenarnya sudah berlangsung sejak dua tahun lalu bersama Gubernur Kalimantan Tengah. Ia mengungkapkan hal itu dengan penuh semangat di sela-sela kunjungannya.
“Kami datang ke Palangka Raya menindaklanjuti pembicaraan yang sudah berlangsung dua tahun lalu dengan Pak Gubernur terkait kerja sama pembangunan sepak bola di Kalimantan Tengah,” tegas Eko, Jumat (12/6/2026). Dengan kalimat itu, ia ingin menunjukkan bahwa ini bukan proyek dadakan, melainkan hasil perencanaan yang matang.
Adhyaksa FC Ingin Bangun Ekosistem Sehat, Bukan Sekadar Tim
Lebih lanjut, Eko menjelaskan detail visi besarnya. Ia mengingat kembali saat pembahasan awal berlangsung. Kala itu, gubernur dengan penuh keyakinan menyampaikan potensi besar daerahnya. Menurut sang gubernur, Kalimantan Tengah memiliki banyak pemain muda potensial yang berserak di berbagai pelosok. Pemain-pemain ini berpeluang besar berkembang menjadi pesepak bola profesional, bahkan hingga mampu memperkuat Timnas Indonesia di masa depan.
Kesempatan untuk merealisasikan mimpi besar itu semakin terbuka lebar. Mengapa? Karena Adhyaksa FC baru saja berhasil menembus kasta tertinggi, alias promosi ke Super League. Naiknya kasta ini menjadi akselerator utama rencana kolaborasi.
“Sekarang Adhyaksa FC sudah berada di level Super League. Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan melahirkan pemain-pemain berkualitas untuk masa depan Indonesia,” ujar Eko dengan penuh optimisme.
Ia tidak mau setengah-setengah. Program yang dibawa Adhyaksa FC tidak hanya berfokus pada tim senior yang tampil di kompetisi tertinggi nasional. Jauh dari itu, mereka menyiapkan pondasi kokoh melalui pembinaan usia muda. Program unggulan bernama Elite Pro Academy siap digulirkan. Program ini mencakup kelompok umur U-16, U-18, dan U-20. Tujuannya jelas: sebagai bagian dari pengembangan pemain secara berkelanjutan.
Pria yang juga menjabat anggota Exco PSSI itu kemudian membuat pernyataan yang pasti disambut hangat warga lokal. Ia dengan tegas menyebutkan bahwa anak-anak asli Kalimantan Tengah akan menjadi prioritas utama dalam program pembinaan tersebut. Dengan demikian, mereka memiliki kesempatan nyata untuk tampil dan berkembang di level nasional, membela daerahnya sendiri.
Eko pun tak lupa membeberkan rekam jejak. Ia menilai Adhyaksa FC memiliki pengalaman membangun klub secara profesional. Ia memberi contoh nyata: perjalanan klubnya yang mampu menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia hanya dalam waktu empat tahun sejak berkiprah dari level amatir. Ini bukan sekadar pujian diri, melainkan bukti konkret manajemen yang kompeten.
“Kami datang dengan manajemen profesional. Adhyaksa FC lahir dari kompetisi amatir dan berhasil menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia dalam waktu empat tahun. Kami ingin melanjutkan semangat yang pernah dibangun Kalteng Putra ketika tampil di Liga 1,” jelas Eko, mengenang masa kejayaan sepak bola Kalteng di masa lalu.
Harapan Besar Adhyaksa FC: Dukungan Penuh Masyarakat Kalteng
Setelah semua rencana matang disusun, kini giliran Eko menyampaikan harapannya. Ia berharap rencana pengembangan sepak bola yang monumental ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak di Kalimantan Tengah. Ia menyebut secara spesifik dukungan dari pemerintah daerah, insan sepak bola, kelompok suporter yang fanatik, hingga masyarakat umum.
“Kami berharap perjuangan membangun sepak bola Kalimantan Tengah bisa mendapat dukungan dari semua pihak. Ini bukan hanya tentang sebuah klub, tetapi tentang masa depan sepak bola daerah,” jelas Eko dengan nada mengharukan.
Menurut pandangannya, sepak bola juga harus menjelma menjadi ruang berkumpul yang nyaman bagi masyarakat. Ia membayangkan keluarga datang bersama, teman-teman berkumpul, hingga rekan kerja melepas penat melalui aktivitas seru di stadion. Sepak bola jangan hanya dilihat sebagai pertandingan, tapi sebagai gaya hidup.
Ia mengulangi pesan penting itu untuk penekanan: “Kami berharap perjuangan membangun sepak bola Kalimantan Tengah bisa mendapat dukungan dari semua pihak. Ini bukan hanya tentang sebuah klub, tetapi tentang masa depan sepak bola daerah.”
Kemudian, ia melanjutkan visinya. Pihaknya ingin agar sepak bola bisa menjadi tempat berkumpul keluarga, menjadi sarana wisata olahraga yang menarik, dan tempat bersilaturahmi bersama teman maupun rekan kerja di stadion. Suasana stadion harus hidup dan ramah.
Eko pun melakukan analisis mendalam terhadap potensi daerah. Ia menilai Kalimantan Tengah memiliki basis pendukung sepak bola yang besar dan fanatik. Ia yakin, kehadiran klub profesional di daerah tersebut akan memberikan dampak berlipat ganda. Tidak hanya mendorong perkembangan pesat pemain usia muda, tetapi juga menggerakkan roda aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Mulai dari pedagang kaki lima, transportasi, hingga penginapan akan ikut merasakan berkah.
Dengan penuh keyakinan, ia menutup pernyataannya. “Sepak bola harus menjadi milik semua masyarakat,” pungkas Eko Setyawan. Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Provinsi dan masyarakat Kalteng. Akankah Stadion Tuah Pahoe benar-benar bergemuruh oleh sorakan Super League? Kita tunggu aksi selanjutnya!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
