Exposenews.id – Wah, kabar duka menyelimuti jagat sepak bola sedunia! Pasalnya, pelatih legendaris asal Rumania, Mircea Lucescu, menghembuskan napas terakhirnya di usia yang ke-80 tahun. Bisa dibilang, kepergiannya benar-benar meninggalkan lubang menganga di hati para pecinta si kulit bundar.
Mircea Lucescu dikabarkan berpulang akibat serangan jantung yang menyerangnya pada Selasa (8/4/2026). Sungguh sangat mengejutkan!
Pihak rumah sakit di Bucharest secara resmi mengonfirmasi kabar memilukan ini melalui sebuah pernyataan tertulis. Sebelum kepergiannya, Lucescu memang sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa hari terakhir di sana.
“Bapak Mircea Lucescu merupakan salah satu pelatih sekaligus pemain sepak bola tersukses yang pernah dimiliki Rumania. Dialah orang yang pertama kali mengantarkan tim nasional Rumania menembus putaran final Piala Eropa pada tahun 1984,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.
Lebih lanjut, pihak rumah sakit menambahkan, “Seluruh lapisan masyarakat Rumania tumbuh besar dengan sosoknya yang tertanam kuat di hati mereka sebagai simbol kebanggaan nasional.” Sungguh sebuah penghormatan yang luar biasa tinggi.
Kronologi: Jatuh Sakit, Lalu Meninggal di Hari yang Sama
Jadi begini ceritanya, sekitar 10 hari sebelum meninggal, Lucescu dilaporkan mulai jatuh sakit. Saat itu, ia sedang sibuk mempersiapkan laga uji coba timnas Rumania melawan Slovakia. Padahal semangatnya masih menyala-nyala!
Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif. Awalnya, kondisinya sempat dinyatakan stabil setelah tim medis berhasil menormalkan detak jantungnya. Bahkan, Federasi Sepak Bola Rumania dengan optimis menyebut Lucescu dijadwalkan pulang pada hari Jumat karena kondisinya terus membaik. Namun, takdir berkata lain.
Situasi berubah drastis menjadi mimpi buruk ketika ia justru mengalami serangan jantung yang fatal di hari yang sama. Tragis sekali, bukan?
Baru Seminggu Lepas Jabatan, Langkah Kecil ke Piala Dunia 2026 Gagal Total
Perlu diketahui, kepergian Lucescu ini terjadi hanya selang satu pekan setelah ia resmi melepas jabatannya sebagai pelatih kepala tim nasional Rumania. Ibarat kata, baru saja pensiun, malah dipanggil Yang Maha Kuasa.
Ia sendiri sedang menjalani periode keduanya sebagai pelatih setelah ditunjuk kembali pada Agustus 2024 dengan kontrak durasi dua tahun. Sayangnya, pertandingan terakhirnya bersama tim nasional terjadi pada 26 Maret lalu, saat Rumania harus mengakui keunggulan Turkiye dengan skor tipis 0-1 di babak semifinal play-off Piala Dunia 2026.
Akibat kekalahan pahit tersebut, mimpi Rumania untuk tampil di pentas Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1998 pun sirna sudah. Padahal, di periode pertamanya dulu, Lucescu berhasil mencatatkan sejarah dengan membawa Rumania lolos ke Piala Eropa 1984. Namun, ia memutuskan hengkang dua tahun setelah gagal mengantarkan tim ke Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Perjalanan Karier: Dari Kapten Timnas Hingga Juru Taktik Keliling Dunia
Lucescu lahir di Bucharest pada 29 Juli 1945. Sejak muda, bakat kepelatihannya sudah tercium, bahkan ia berkembang menjadi salah satu figur paling berpengaruh di sepak bola dunia, tidak hanya terbatas di Rumania saja.
Perjalanan kariernya dimulai sebagai seorang pemain yang lincah, sebelum kemudian ia beralih profesi menjadi pelatih dengan reputasi internasional yang mentereng. Sebagai pemain, ia terkenal di posisi sayap kanan dan sempat dipercaya menjadi kapten tim nasional Rumania. Catatannya mentereng: 65 kali tampil untuk negaranya dan menyumbangkan 10 gol sepanjang karier internasionalnya.
Inter Milan Ikut Berduka, Kenang Jasanya di Liga Italia
Klub sekelas Inter Milan pun ikut angkat bicara. Serangan duka cita mereka sangat terasa.
“FC Internazionale Milano dan seluruh keluarga besar Inter turut berdukacita atas meninggalnya Mircea Lucescu. Untuk mengenang jasanya, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarganya,” tulis Inter dalam pernyataan resminya. Sebagai informasi, Lucescu sempat menangani Inter pada musim 1998-1999.
Tak ketinggalan, salah satu mantan klubnya yang fenomenal, Galatasaray, juga langsung membanjiri media sosial dengan ucapan duka.
“Kami sangat berduka mendengar wafatnya Mircea Lucescu, sang pelatih hebat yang membawa kami meraih juara Piala Super Eropa sekaligus gelar liga Turkiye yang ke-15. Beristirahatlah dengan tenang, Luce. Kami tidak akan pernah melupakanmu dan jasamu,” tulis Galatasaray dengan penuh haru.
Real Madrid Juga Kehilangan, Padahal Tak Pernah Dilatih
Hebatnya, rasa kehilangan ini juga dirasakan oleh raksasa Spanyol, Real Madrid. Meskipun Lucescu tak pernah sekalipun duduk di kursi pelatih El Real, mereka tetap memberikan penghormatan tertinggi.
“Real Madrid C.F., presiden, dan dewan direksi sangat berduka atas meninggalnya Mircea Lucescu, yang pernah menjadi pelatih tim nasional Rumania dan Turkiye. Real Madrid menyampaikan belasungkawa serta rasa cinta dan kasih sayang kepada keluarga, rekan-rekan, klub-klubnya, dan semua orang yang dicintainya,” bunyi pernyataan resmi Real Madrid yang cukup mengharukan.
Rumania Berduka: ‘Kami Kehilangan Duta Sejati’
Ucapan duka juga mengalir deras dari Presiden Rumania, Nicusor Dan. Ia secara khusus menyebut Lucescu sebagai sosok yang sangat penting dalam sejarah sepak bola negerinya.
“Mircea Lucescu telah memberikan kontribusi yang menentukan bagi kebangkitan sepak bola Rumania. Beliau menginspirasi generasi demi generasi pemain, dan yang terpenting, ia menjadi duta sejati bagi Rumania di stadion-stadion terbesar dunia,” ujar Nicusor Dan dengan nada haru.
Selamat jalan, legenda. Sepak bola dunia benar-benar kehilangan salah satu otak terbaiknya.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
