Exposenews.id – Pelatih Gian Piero Gasperini akhirnya buka suara dan melontarkan kritik pedas kepada pasukan AS Roma pasca laga memalukan melawan Inter Milan. Pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza pada Senin (6/4/2026) dini hari WIB itu harus berakhir dengan skor sementara 5-2 untuk keunggulan tuan rumah.
Pesta Gol Inter: Lautaro Brace, Calhanoglu, Thuram, dan Barella Ikut Unjuk Gigi
Dalam laga yang berlangsung sengit sejak menit awal, Inter Milan langsung melesatkan gol pembuka melalui aksi brilian Lautaro Martinez hanya 60 detik pertandingan berjalan! Bomber Argentina itu kembali mencetak gol keduanya di menit ke-52, menyempurnakan brace-nya malam itu.
Tak berhenti di situ, Hakan Calhanoglu menambah penderitaan Roma melalui gol spektakuler di masa injury time babak pertama (45+2′). Selepas jeda, Marcus Thuram (55′) dan Nicolo Barella (63′) ikut mencatatkan nama di papan skor.
Dari kubu Giallorossi, dua gol hiburan lahir dari sepakan Gianluca Mancini (40′) dan Lorenzo Pellegrini (70′). Namun, dua gol ini hanya seperti plester di luka yang menganga lebar.
Dampak Besar bagi Klasemen: Roma Terpental, Inter Kian Kokoh
Kekalahan telak ini tentu menggagalkan upaya AS Roma untuk terus membayangi ketat Como di zona empat besar klasemen sementara. Alih-alih naik, Roma justru terperosok dan tetap menghuni peringkat keenam.
Sementara itu, bagi tim besutan Simone Inzaghi, tambahan tiga poin membuat jarak mereka dengan AC Milan di peringkat kedua melebar hingga sembilan angka. Inter kini mengoleksi 72 poin dan makin kokoh di puncak.
Gasperini Sesalkan Mental Bawahan: “Babak Kedua Kami Hancur!”
Gasperini tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya. Dengan nada tinggi, ia mengaku jengkel melihat bagaimana pertahanan Giallorossi dengan mudahnya dijebol para pemain Inter.
Menurut analisanya, ketertinggalan 2-1 di babak pertama sudah cukup mengganggu mental anak asuhnya. Namun, yang paling fatal adalah awal babak kedua yang benar-benar amburadul.
“Setelah gol ketiga masuk, kami langsung kacau balau. Kami sempat tertinggal di awal babak pertama, tetapi kemudian saya melihat banyak sisi buruk dari permainan Roma,” tegas Gasperini mengutip dari Tutto Mercato Web.
Ia melanjutkan dengan nada kecewa, “Tertinggal di babak pertama merupakan pukulan telak bagi moral kami. Setelah itu, rasanya benar-benar menyakitkan melihat tim hancur berkeping-keping.”
“Kalah Itu Masih Bisa Dimaklumi, Tapi Skor Sebesar Ini? Tidak!”
Pernyataan paling keras justru keluar ketika Gasperini mengomentari skor akhir. Menurutnya, tak masalah jika AS Roma harus mengakui keunggulan Inter di kandang sendiri. Namun, ia tidak bisa menerima kekalahan dengan selisih tiga gol seperti ini.
“Kalah di Milan melawan Inter sebenarnya masih bisa saya mengerti. Meskipun tentu saja, TIDAK dalam skala sebesar ini!” serunya dengan penuh penekanan.
Selain menyoroti performa tim, mantan pelatih Atalanta itu juga melontarkan pandangan realistis soal target empat besar. Ia sadar jalan menuju zona Champions League semakin terjal.
“Ini akan sulit bagi kami, sama sulitnya seperti yang dialami Juventus, Como, dan Atalanta. Saat ini kami sedikit tertinggal, tetapi kami tidak akan menyerah. Kami akan melakukan segala kemampuan untuk bangkit kembali,” janjinya optimistis.
Gasperini Beri Pesan Keras ke Manajemen Roma: Jangan Gila-Gilaan!
Di tengah tekanan besar, Gasperini tetap berusaha menenangkan situasi dan mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada para petinggi klub. Ia berbicara panjang lebar tentang masa depannya dan masa depan skuad Giallorossi.
“Saya tidak percaya tim ini harus dibangun dari nol atau dibongkar total. Tim ini hanya perlu DIPERKUAT, itu sangat berbeda,” tegasnya.
Dengan nada hampir meradang, ia menambahkan, “Memikirkan untuk membuang seluruh grup ini dan membuang kerja keras yang sudah kami lakukan selama ini, menurut saya, itu adalah sebuah KEGILAAN!”
Proyek Eropa Masih Hidup: Gasperini Minta Tambahan Amunisi Bukan Revolusi
Gasperini mengaku masih sangat percaya dengan proyek yang ia bangun musim ini. Target utama tetap sama: bersaing ketat di zona Eropa untuk musim depan.
“Ini adalah grup yang solid. Grup ini hanya perlu diperkuat dengan cara yang tepat, disesuaikan dengan batas kemampuan sumber daya klub yang ada. Namun sekali lagi, ini adalah grup yang layak bertengger di posisi kelima atau keenam klasemen,” paparnya meyakinkan.
Fokus Berikutnya: Pisa, dan Doa untuk Hasil Lain
Kini, Giallorossi tidak punya waktu lama untuk larut dalam kesedihan. Gasperini memerintahkan seluruh pasukannya untuk segera memalingkan fokus ke laga berikutnya melawan Pisa pada akhir pekan nanti.
Hanya dengan kemenangan, mereka bisa menjaga asap mimpi Eropa tetap membara. Namun, kekalahan memalukan ini menyisakan ancaman nyata: Como dan Juventus yang baru akan bermain pada Senin (6/4/2026) bisa semakin menjauh jika meraih hasil sempurna.
Apakah Gasperini mampu membangkitkan mental skuadnya? Atau justru ini awal dari keruntuhan Roma musim ini? Satu yang pasti, kata-kata “tidak sebesar ini” akan terus menghantui ruang ganti Giallorossi untuk beberapa pekan ke depan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
