Oleh: Ronald Ginting
Exposenews.id, Manado – Aice Group bekerja sama dengan Kantor Staf Presiden (KSP) Gerakan Pemuda Ansor membagikan 5 juta masker bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Kampanye bagi-bagi masker itu merupakan kegiatan sosial sejak akhir 2020 dan menyasar 20 kota di Indonesia.
Kota Manado menjadi kota terakhir dari aksi sosial itu. Adapun tujuan kampanye ini untuk mencegah penyebaran virus corona di Indonesia.
Brand Manager Aice Group Sylvana mengatakan, donasi masker dan distribusi vitamin ditujukan kepada masyarakat bawah yang selama ini paling sulit mendapatkan masker medis berkualitas untuk mencegah pandemi. Donasi dilakukan bersama Ansor, pemuda gereja, dan pemuka seluruh agama, supaya dapat menjangkau lapisan masyarakat terbawah yang rentan penularan.
“Kami berikan masker medis Shield ini kepada petugas medis, dokter, perawat, petugas sampah, penggali kubur, pedagang, institusi keagamaan, pelajar sekolah dan mahasiswa. Masker yang dibagikan sebanyak 150.000,” ungkap Sylvana usai penyerahan masker medis tersebut di Hotel Aryaduta Manado, hari ini.
Kata Sylvana, Aice meyakini masyarakat membutuhkan dukungan dan kerjasama yang riil dalam gerakan melawan pandemi. Aice sendiri membangun fondasi gerakan ini melalui kombinasi pendekatan psikologis dan kecukupan logistik.
Berbagai Alat Pelindung Diri (APD) bagi dokter, perawat dan petugas di belasan rumah sakit (RS) Covid-19 di Jabodetabek telah Aice distribusikan sejak April tahun lalu. Saat itu, Aice Group dan GP Ansor juga melakukan kampanye dukungan moril dan penguatan psikologis kalangan tenaga kesehatan.
Dua lembaga ini membagikan tak kurang dari satu juta es krim Aice ke belasan rumah sakit penangan Covid-19 tersebut.
“Kampanye 5 juta masker ini merupakan Aice Group dalam menjaga keselamatan masyarakat Indonesia,” kata dia.
Bukan hanya di soal kerentanan penularan dalam aktivitas masyarakat sehari-hari, gerakan ini juga ikut mendistribusikan masker medis ke berbagai momen bencana alam yang terjadi.
“Di momen letusan Merapi, Semeru, banjir di Kalsel, dan gempa di Sulbar, gerakan ini juga hadir memperkuat pencegahan penularan Covid-19,” jelas Sylvana yang didampingi Head of Corporate Legal Aice Group Simon Halomoan Siagian.
Masker SHIELD produksi Aice Group ini sendiri memiliki spesifikasi 3-ply dan telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan. Masker dengan spesifikasi standar medis yang dibagikan ini dinilai paling optimal dalam menghindarkan masyarakat dari bahaya droplet mengandung virus covid-19 dalam berbagai aktivitas yang makin meningkat saat ini.
Menariknya, Aice Group menyatakan bahwa masker SHIELD tidak dijual ke publik. Masker ini akan khusus diproduksi untuk didonasikan kepada masyarakat di masa pandemi ini.
Diproduksi di pabrik baru modern milik Aice Group di Mojokerto, Jawa Timur, masker ini didistribusikan bersamaan dengan paket vitamin C untuk meningkatkan imunitas masyarakat yang disasar.
Aice Group sendiri bukan hanya membagikan lima juta masker lewat GP Ansor, namun juga membagikan 15 juta masker lainnya melalui 200 ribu UMKM yang selama ini menjadi penjual es krim Aice di berbagai wilayah di Indonesia.
“Jadi total 20 juta masker medis Shield Aice yang kita bagikan,” jelasnya.
Pihaknya berharap dukungan Aice dengan memproduksi masker medis dalam jumlah sangat besar ini akan berhasil menekan penularan di masyarakat.
Bukan hanya memberikan keceriaan lewat es krim yang berkandungan baik seperti Aice Susu Telur misalnya.
“Tapi juga dengan aktivitas riil ratusan ribu UMKM penjual Aice membagikan kebaikan dalam distribusi 15 juta masker medis SHIELD ini di warung-warung,” ujar Sylvana.
(RTG)
