Exposenews.id – Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, melontarkan kritik pedas terhadap performa anak asuhnya. Termasuk bek andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes, ikut terkena imbasnya. Fabio Grosso tidak bisa menahan rasa kecewanya setelah tim berjuluk I Neroverdi itu harus menelan kekalahan tipis 1-2 saat bertandang ke markas Genoa. Pertandingan sengit di Stadion Luigi Ferraris pada pekan ke-32 Liga Italia 2025-2026 itu benar-benar membuatnya frustrasi.
Dalam duel yang berlangsung Minggu (12/4/2026) WIB tersebut, Fabio Grosso dengan tegas menyoroti sejumlah kelengahan fatal anak asuhnya. Akibatnya, timnya kehilangan poin krusial yang sangat dibutuhkan di papan tengah klasemen.
Jay Idzes, yang turun sejak menit awal sebagai starter, langsung masuk dalam sorotan tajam sang pelatih. Celah pengawalan yang ia buat dimanfaatkan lawan dengan sempurna menjelang akhir pertandingan. Sungguh momen yang merusak seluruh kerja keras tim.
Tuan rumah lebih dulu memecah kebuntuan saat laga baru berjalan 18 menit. Ruslan Malinovskyi melepaskan tembakan jarak jauh mematikan dari kaki kirinya. Bola meluncur deras tanpa ada pemain Sassuolo yang memberinya tekanan berarti. Akibatnya, kiper Arijanet Muric hanya bisa terpaku melihat gawangnya kebobolan lebih dulu.
Namun, tim tamu akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di paruh kedua, tepatnya pada menit ke-57. Ismael Kone dengan cerdik menceploskan sontekan pelan yang memanfaatkan bola pantul hasil sundulan Tarik Muharemovic. Gol ini sempat membuat para pendukung Sassuolo bernapas lega.
Sayangnya, petaka besar justru datang saat pertandingan nyaris berakhir imbang. Pada menit ke-84, striker tuan rumah, Caleb Ekuban, dengan mudah melepaskan diri dari penjagaan ketat Jay Idzes. Ekuban kemudian dengan leluasa menyambut umpan tarik Junior Messias. Ia pun menjebol gawang dan memastikan kemenangan dramatis bagi I Grifone.
Kekecewaan Fabio Grosso Membara: “Kami Bermain Bagus Tapi Ceroboh!”
Rangkaian kesalahan fatal tersebut membuat sang pelatih kecewa setengah mati. Ia tidak bisa menyembunyikan kekesalannya saat berbicara kepada awak media usai pertandingan.
Fabio Grosso menilai timnya sejatinya sudah menunjukkan performa apik secara keseluruhan sejak laga dimulai. Mereka menguasai bola, menciptakan peluang, dan bermain dengan percaya diri. Namun, semua kerja keras itu harus ternoda oleh kecerobohan yang semestinya bisa mereka hindari dengan mudah.
“Kami (sejatinya) bermain bagus,” ujar Grosso dengan nada kecewa, dikutip dari TuttoMercatoWeb.
Ia kemudian melanjutkan dengan nada yang semakin tajam. “Sayang sekali karena, jika kita melihat bagaimana gol-gol itu tercipta, itu adalah situasi di mana kami lengah,” tegasnya.
Menurut pelatih berusia 48 tahun itu, kesalahan kecil dan ceroboh seperti ini tidak boleh terjadi, terutama ketika menghadapi lawan sekelas Genoa. “Kesalahan kecil dan ceroboh, ketika menghadapi lawan berkualitas, dapat disorot dan membuat Anda harus membayar mahal,” imbuhnya dengan nada frustrasi.
Grosso pun mengakhiri kritikannya dengan pernyataan yang penuh penyesalan. “Sayang sekali (kami kalah) karena performanya bagus,” tutup pelatih yang pernah membela tim nasional Italia itu.
Dampak Kekalahan: Sassuolo Gagal Memangkas Jarak
Kekalahan telak ini jelas meninggalkan luka mendalam bagi skuad Sassuolo. Mereka gagal memanfaatkan momen emas untuk memangkas jarak dengan tim-tim di atasnya. Alih-alih meraih poin, mereka justru pulang dengan tangan hampa setelah pertandingan yang seharusnya bisa mereka menangkan.
Para penggemar I Neroverdi pun meluapkan kekecewaan mereka di media sosial. Banyak dari mereka menyoroti performa lini belakang yang dinilai terlalu mudah ditembus, terutama pada menit-menit krusial. Jay Idzes, yang menjadi salah satu pilar pertahanan, mendapat sorotan paling tajam dari netizen.
Namun, beberapa pengamat sepak bola Italia mencoba melihat sisi lain. Mereka menilai bahwa kritik Fabio Grosso sebenarnya adalah bentuk perhatian serius terhadap performa tim. Seorang pelatih yang baik pasti akan menunjukkan ketidakpuasannya ketika anak asuhnya melakukan kesalahan yang sama berulang kali.
Kini, Jay Idzes dan kolega harus segera bangkit. Mereka tidak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan ini. Pekan depan, Sassuolo akan menjamu tim papan atas yang tentu akan lebih sulit ditaklukkan. Jika tidak segera memperbaiki koordinasi lini belakang, bukan tidak mungkin mereka akan kembali menuai hasil buruk.
Fabio Grosso pun diprediksi akan melakukan rotasi besar-besaran pada pertandingan selanjutnya. Ia tidak bisa terus-menerus melihat timnya kehilangan poin akibat kelengahan yang sama. Beberapa pemain yang tampil kurang maksimal, termasuk di lini pertahanan, mungkin akan duduk di bangku cadangan.
Dengan segala dinamika yang terjadi, satu hal yang pasti: pertandingan melawan Genoa ini akan menjadi pelajaran berharga bagi Jay Idzes dkk. Mereka harus belajar bahwa di Serie A, kelengahan sekecil apa pun akan dibayar mahal oleh lawan yang haus kemenangan.
Apakah Sassuolo akan mampu bangkit dari keterpurukan ini? Atau justru terus terpuruk dan terjerembab ke zona merah? Kita nantikan saja aksi mereka di pekan-pekan berikutnya. Yang jelas, Fabio Grosso sudah memberikan peringatan keras. Kini giliran para pemain yang membuktikan bahwa mereka layak mengenakan seragam I Neroverdi.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
