Berita  

Kebakaran Kapal di Belawan: 5 ABK Hilang, Tim Gabungan Sisir Perairan Luas Tanpa Titik Pasti

MEDAN, Exposenews.id – Nahas banget! Kebakaran hebat melanda KM Sumber Indah III di perairan Belawan. Akibatnya, lima anak buah kapal (ABK) kini masih hilang dan tim gabungan terus berupaya maksimal melakukan pencarian hingga saat ini.

Kepala Dinas Penerangan Koarmada I, Kolonel Laut (S) Wahyu Kurniawan, dengan tegas menyampaikan bahwa tim gabungan masih terus menyisir alur Belawan hingga perairan terbuka. Mereka bertekad menemukan para korban yang belum diketahui nasibnya.

Baca Juga:

“Tim harus menyisir area yang cukup luas karena tidak ada titik pasti lokasi terakhir para korban,” ungkap Wahyu melalui sambungan telepon pada Jumat (10/4/2026). Kondisi ini jelas membuat proses pencarian jadi jauh lebih rumit dari perkiraan.

Pencarian Terkendala Korban Terpencar

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa kebakaran nahas itu terjadi saat sebagian besar ABK sedang beristirahat atau terlelap tidur. Akibatnya, para korban langsung terpencar sejak detik-detik awal kejadian berlangsung.

“Ledakan dan kebakaran terjadi pada malam hari, sehingga proses evakuasi awal hanya mengandalkan kapal nelayan lain yang kebetulan berada di dekat lokasi,” jelas Wahyu dengan nada prihatin.

Baca Juga:

Ditambah lagi, kondisi gelap gulita saat itu semakin menyulitkan tim untuk mencari korban yang hilang. Mereka nyaris tidak bisa melihat apa pun di tengah laut yang mencekam.

Selain itu, identitas lengkap para korban hilang pun masih dalam proses pendataan. Oleh karena itu, tim pencarian melakukan metode penyisiran umum. Mereka tidak bisa menggunakan titik koordinat pasti karena data belum lengkap.

Meski begitu, tim gabungan tetap konsisten melaksanakan pencarian. Mereka bahkan mengerahkan beberapa kapal, termasuk kapal perang TNI AL, untuk memperluas jangkauan operasi,” tegas Wahyu penuh optimisme.

Kronologi Kapal Terbakar Mengerikan

Berdasarkan informasi sebelumnya, KM Sumber Indah III terbakar pada Selasa (7/4/2026) dini hari. Peristiwa tragis ini terjadi secara tiba-tiba dan membuat seluruh awak kapal panik total.

“Sehari sebelum kejadian, ada 21 orang yang berada di dalam kapal itu,” kata Wahyu mengawali kronologi.

“Ketika sedang di tengah laut, kapal itu tiba-tiba terbakar. Akibatnya, 2 ABK meninggal dunia, 5 ABK dinyatakan hilang, sedangkan sisanya berhasil selamat,” sambungnya dengan suara bergetar.

Lebih detail, Wahyu menjelaskan bahwa sebelum kobaran api muncul, seorang ABK bernama Aliman mendapati mesin kapal dalam kondisi panas berlebih. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

“Saat Aliman hendak melaporkan kondisi memprihatinkan itu kepada tekong, tiba-tiba terjadi ledakan dahsyat dari mesin. Tak lama kemudian, ledakan tabung gas pun menyusul,” papar Wahyu menggambarkan suasana mencekam.

Baca Juga:

Api dengan cepat membesar bagaikan monster lapar. Dalam sekejap, seluruh bagian kapal ikut hangus terbakar. Para ABK yang kaget setengah mati pun panik dan melompat ke laut demi menyelamatkan nyawa mereka masing-masing.

Sekitar 30 menit setelah kejadian, sebuah kapal nelayan yang kebetulan melintas datang memberikan pertolongan. Sungguh tepat waktu! Satu per satu ABK yang mengapung lemas di laut berhasil mereka selamatkan.

“Ada dua korban yang mengalami luka bakar ringan,” tambah Wahyu menginformasikan kondisi para penyintas.

Baca Juga: Menjawab Kekhawatiran Karyawan, Bulog Tegaskan Detasering PG GMM Bukan PHK

Proses evakuasi selanjutnya dilakukan dengan menggunakan kapal KM Mandiri. Kapal itu bertugas membawa para korban yang selamat ke dermaga Belawan untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Sementara itu, tiga ABK yang dinyatakan meninggal dunia diketahui bernama Iyan, Jahar, dan Buitin. Pihak keluarga pun sudah dilaporkan dan mendapat pendampingan dari otoritas setempat.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com