Paolo Maldini Menjadi Salah Satu Kandidat Terkuat dalam Pemilihan Presiden FIGC 2026

Exposenews.id – Dunia sepak bola Italia sedang panas membara! Sosok legendaris Paolo Maldini tiba-tiba muncul sebagai kandidat terkuat untuk menduduki kursi Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Kabar mengejutkan ini langsung merebak setelah Gabriele Gravina memutuskan mundur dari jabatannya akibat kegagalan memalukan timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026.

Panasnya bursa calon presiden anyar FIGC kian terasa setelah nama besar Maldini ikut meramaikan persaingan. Para penggemar sepak bola di Italia pun langsung ramai membicarakan peluang mantan kapten timnas tersebut untuk memimpin federasi.

Namun siapa sangka, bukan cuma Maldini yang berminat! Legenda AC Milan lainnya, Gianni Rivera, juga dilaporkan telah mengajukan diri secara resmi untuk menjadi Presiden FIGC. Duet dua ikon Rossoneri ini seolah membuat kompetisi politik sepak bola Italia semakin seru untuk disimak.

Tragedi Beruntun yang Mengguncang Sepak Bola Italia

Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026 sungguh terasa menyayat hati. Bayangkan, untuk ketiga kalinya secara beruntun, Gli Azzurri harus absen dari panggung sepak bola paling bergengsi di dunia. Kegagalan memalukan inilah yang kemudian memicu perubahan besar-besaran di internal FIGC.

Akibat tekanan publik yang begitu dahsyat, Presiden FIGC Gabriele Gravina akhirnya memilih mundur dari jabatannya. Langkah dramatis ini diambil segera setelah Timnas Italia dipermalukan oleh Bosnia-Herzegovina dalam laga playoff Piala Dunia 2026.

Tak berhenti di situ, efek domino pun langsung terasa. Ketua delegasi timnas, Gianluigi Buffon, ikut meletakkan jabatannya. Sang pelatih, Gennaro Gattuso, juga dilaporkan telah mengundurkan diri dari posisinya. Sungguh sebuah kehancuran total yang dialami sepak bola Italia saat ini!

Bocoran Terbaru Pencalonan Maldini: Ada Masalah Besar di Balik Layar!

Proses pencarian Presiden FIGC yang baru kini semakin memanas dengan munculnya nama Paolo Maldini sebagai kandidat terbaru. Pihak federasi tampaknya sedang mempertimbangkan sosok berkarisma ini untuk memimpin perubahan.

Menurut kabar yang dilansir langsung dari La Stampa, Menteri Olahraga Liga Italia, Andrea Abodi, dikabarkan akan mengajukan Maldini sebagai salah satu calon terdepan. Abodi sepertinya sangat percaya bahwa mantan bek tangguh ini punya kapasitas untuk merombak total tatanan sepak bola Italia.

Jadwal pemilihan Presiden FIGC yang baru telah ditetapkan pada 22 Juni 2026. Siapa saja kandidat yang akan bertarung baru akan diketahui 40 hari sebelum acara puncak tersebut digelar. Seluruh mata kini tertuju pada langkah politik Maldini ke depan.

Namun ada kabar mengejutkan di balik pencalonan Maldini! Sosok berusia 57 tahun ini dikabarkan enggan menerima tawaran pekerjaan lain di sepak bola Italia. Penolakan ini tentu bisa menggagalkan rencana besar banyak pihak yang ingin melihatnya memimpin federasi.

Maldini pernah mengungkapkan secara terbuka bahwa dirinya hanya akan bekerja di sepak bola Italia bersama kubu yang bermarkas di Stadion San Siro. Pernyataan kontroversial ini jelas menunjukkan bahwa loyalitasnya tetap tertanam kuat pada AC Milan, bukan pada federasi.

Sebelumnya, Paolo Maldini pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan AC Milan pada periode 2018-2019. Kemudian ia dipromosikan menjadi Direktur Teknik hingga akhirnya dilengserkan secara kontroversial pada Juni 2023. Pengalaman manajerial ini seharusnya menjadi modal berharga baginya.

Yang tak kalah mengesankan, Maldini tercatat memiliki 126 caps bersama Timnas Italia selama karier internasionalnya yang membentang dari 1988 hingga 2002. Ia pernah berpartisipasi dalam empat edisi Piala Dunia dan tiga Piala Eropa bersama Azzurri. Reputasi sempurna ini tentu menjadi nilai jual utamanya.

Gianni Rivera Siap Tempur dengan Rencana Matang!

Di sisi lain, Gianni Rivera menunjukkan kesiapan yang jauh lebih serius dibandingkan Maldini. Legenda AC Milan ini rupanya sudah menyiapkan rencana komprehensif untuk memperbaiki kondisi sepak bola nasional yang saat ini sedang carut-marut.

Program-program yang ditawarkan Rivera tergolong sangat spesifik dan terukur. Ia mengaku telah mempersiapkan semua detailnya bersama timnya dalam beberapa waktu terakhir. Sikap profesional ini membuatnya tampak lebih siap dibandingkan kandidat lainnya.

“Saya siap menjadi presiden FIGC karena saya memiliki program yang sangat spesifik yang telah saya kembangkan bersama teman-teman, termasuk putra Angelo Sormani,” tegas Rivera saat diwawancarai Football Italia.

“Ini adalah model yang sedang kami pelajari dan persiapkan yang mungkin berguna bagi federasi,” tambahnya dengan penuh keyakinan. Sikap optimistis Rivera jelas kontras dengan keraguan yang ditunjukkan oleh Maldini.

Selain kedua legenda AC Milan tersebut, bursa kandidat juga memunculkan nama mantan ketua Komite Olimpiade Italia (CONI), Giovanni Malago. Sosok berpengalaman ini tentu tidak bisa dianggap remeh dalam persaingan politik sepak bola Italia nanti.

Proses pemilihan Presiden FIGC kabarnya akan melibatkan 516 suara dari berbagai elemen sepak bola Italia. Setiap kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda sehingga persaingan diprediksi berlangsung sangat ketat.

Yang menarik, porsi suara terbesar justru dimiliki oleh kelompok liga amatir. Asosiasi pemain, klub Serie A, para pelatih, Lega Pro, hingga Serie B juga turut mendapatkan jatah suara yang signifikan. Kondisi ini membuat hasil pemilihan sangat sulit diprediksi hingga menit-menit terakhir.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com