Exposenews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kini benar-benar serius menggenjot pembangunan fasilitas canggih Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau yang akrab disebut Waste to Energy di dua kawasan strategis: Surabaya dan Malang Raya.
Langkah berani ini langsung mereka eksekusi setelah Pemprov Jatim resmi membubuhkan tanda tangan dalam nota kesepahaman sekaligus perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Dengan demikian, darurat sampah di kota-kota besar perlahan mulai menemukan titik terang.
Presiden Prabowo Sudah Perintahkan! Ini Bukan Sekadar Wacana
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dengan tegas menyatakan bahwa teknologi PSEL merupakan jawaban paling konkret atas krisis sampah yang selama ini membelenggu wilayah perkotaan.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah menginstruksikan kita semua untuk terus memacu pembangunan dan menyiapkan seluruh persyaratan yang diperlukan,” ujar Hanif dalam keterangan resminya pada Senin (30/3/2026). Instruksi presiden ini kemudian mereka tindaklanjuti dengan cepat oleh jajaran KLH dan Pemprov Jatim. Hasilnya, proyek strategis nasional ini pun segera mereka realisasikan di tanah Jawa Timur.
1.100 Ton Sampah Surabaya Raya Akan Mereka Sulap Jadi Energi
Berdasarkan data KLH, kawasan Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Sidoarjo menghasilkan tumpukan sampah mencapai 3.692 ton setiap harinya. Jumlah ini tentu sangat mengkhawatirkan jika tidak mereka kelola dengan serius. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk membangun fasilitas Waste to Energy modern di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal. Fasilitas ini nantinya mampu mengolah sekitar 1.100 ton sampah per hari secara efisien dan ramah lingkungan.
Malang Raya Juga Kebagian! 1.038 Ton Sampah Tak Akan Bersisa
Sementara itu, kawasan Malang Raya yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu tidak kalah memprihatinkan dengan timbulan sampah mencapai 1.947 ton per hari. Hanif menjelaskan bahwa KLH bersama Pemprov Jatim telah menyiapkan lahan strategis di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, untuk membangun fasilitas PSEL kedua.
Nantinya, fasilitas ini sanggup mengelola sekitar 1.038 ton sampah per hari. Jika kita jumlahkan, kedua fasilitas Waste to Energy di Jawa Timur ini secara total mampu menelan hampir 2.000-an ton sampah setiap harinya! Luar biasa, bukan?
Kerja Sama Ini Bukan Main-main, Komitmen Semua Pihak Sudah Mengalir
Pemerintah tidak main-main dalam merealisasikan proyek ambisius ini. Dokumen PKS yang telah mereka tandatangani mencakup pengaturan detail tentang penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang terkoordinasi dengan rapi. Selain itu, dokumen ini juga memuat komitmen penuh dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, dalam pembangunan dan pengoperasian Waste to Energy.
Dengan begitu, fasilitas PSEL di Surabaya dan Malang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah secara drastis, sembari memproduksi energi listrik terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Target nasional untuk mengelola 100 persen sampah pada tahun 2029 pun perlahan mereka kejar.
Jatim Sudah Juara! Lebih dari 50 Persen Sampah Terkelola
Hanif tidak lupa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jawa Timur. “Provinsi ini menjadi provinsi dengan sampah terkelola tertinggi di seluruh Indonesia. Lebih dari 50 persen sampah berhasil mereka kelola dengan baik,” tutur Hanif dengan nada bangga.
“Ini merupakan pencapaian yang luar biasa, dan saya berharap provinsi ini terus mampu mengatasi timbulan sampah di wilayahnya, terlebih lagi dengan hadirnya fasilitas PSEL ke depannya,” imbuh menteri tersebut. Pujian ini jelas menjadi suntikan semangat bagi seluruh aparat dan masyarakat Jatim.
Gubernur Khofifah Siap Total! Akuntabel dan Transparan Jadi Prioritas
Menanggapi proyek besar ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan kesiapan penuh dari jajaran Pemprov dalam memastikan pelaksanaan kerja sama berjalan optimal tanpa hambatan. “Pemprov akan terus melakukan koordinasi intensif, monitoring ketat, dan evaluasi berkala. Kami juga akan memfasilitasi penyelesaian segala kendala lintas daerah yang mungkin muncul,” ucap Khofifah dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan hingga operasional akan berjalan secara akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi yang berlaku. Bahkan, penyampaian laporan berjenjang kepada pemerintah pusat pun akan mereka lakukan secara konsisten. Keberhasilan proyek ini, menurut Khofifah, tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis semata, tetapi juga oleh kekuatan kerja sama semua pihak.
Semarang Juga Ikut Meluncur! 1.100 Ton Per Hari Siap Terolah
Sebelum memfokuskan diri pada Jatim, KLH ternyata lebih dahulu menandatangani MoU dan PKS serupa dengan Pemprov Jawa Tengah untuk pembangunan Waste to Energy di Semarang. Kawasan Semarang Raya, yang meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, diketahui menghasilkan sampah sebesar 1.627 ton per hari. Untuk mengatasi hal ini, fasilitas Waste to Energy Semarang Raya direncanakan mampu mengolah sekitar 1.100 ton sampah per hari. Artinya, program ini benar-benar berjalan serentak di beberapa provinsi besar di Indonesia.
Daftar Panjang! 14 Lokasi Lain Termasuk Jakarta dan Medan Menyusul
Proyek Waste to Energy ini tidak muncul secara tiba-tiba. Pemerintah telah mengaturnya secara legal melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan. Pada tahap awal, pemerintah akan membangun fasilitas serupa di Bogor Raya, Bekasi, Bali, dan Yogyakarta. Bahkan, Danantara Indonesia telah mengumumkan mitra terpilih untuk fasilitas di Bekasi dan Denpasar.
Mereka telah menunjuk Wangneng Environment Co Ltd sebagai operator untuk pembangkit di Bekasi, serta Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd sebagai operator untuk pembangkit di Denpasar. Selanjutnya, pada tahap kedua, fasilitas Waste to Energy akan dibangun di 14 lokasi lain. Beberapa di antaranya termasuk Jakarta, Lampung, Medan, Semarang, Surabaya, Serang, dan Tangerang Raya. Sungguh kabar menggembirakan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang selama ini lelah dengan masalah sampah!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
